Singkawang post authorKiwi 20 November 2020 46

Pemkot Singkawang Gelar Rakor Bidang Kebudayaan

Photo of Pemkot Singkawang Gelar Rakor Bidang Kebudayaan RAKOR - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kebudayaan di Ballroom Hotel Mahkota Singkawang, Kamis (19/11).  

Pandemi Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)bukanlah penghalang, justru memunculkan gaya baru bagi pelaksanaan kegiatan kebudayaan. Harapan itu disampaikan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kebudayaan di Ballroom Hotel Mahkota Singkawang, Kamis (19/11).

Beragam kekayaan budaya Indonesia, tegas Tjhai Chui Mie, membutuhkan wadah bagi para pelaku budaya untuk mengapresiasikan diri, sekaligus memperkenalkan budaya tersebut ke khalayak luas, terutama generasi muda.

Keanekaragaman budaya dari seluruh pelosok tanah air, ujar Wali Kota, merupakan sumber bagi eratnya kekuatan nasional Indonesia.

"Pandemi Covid-19 bukanlah penghalang, justru dapat memunculkan gaya baru bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan kita, dengan memadukan kebudayaan dan teknologi. ‘Bendera’ kebudayaan di tengah pandemi harus tetap berkibar," tegasnya.

Pengadaan kegiatan secara berjenjang, Tjhai Chui Mie berharap, dapat direspon Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidanginya di Kota Singkawang. Tjhai Chui Mie juga mengajak pemerhati di bidang kebudayaan berperan aktif, agar event kebudayaan bisa berjalan dan terlaksana nantinya.

Merunut kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional, ungkap Tjhai Chui Mie, setidaknya ada lima kegiatan utama dalam penyelenggaraannya. Yaitu kompetisi permainan rakyat, konfrensi pemajuan kebudayaan, eksebisi kebudayaan, pergelaran karya budaya bangsa dan pawai budaya.

"Pawai budaya sebenarnya sudah kita laksanakan di Kota Singkawang. Yaitu dengan melaksanakannya seperti pawai lampion, pawai barongsai yang dikemas pada Festival Cap Go Meh," ungkapnya.

Oleh sebab itu, event-event kebudayaan yang diharapkan oleh pemerintah pusat, sebenarnya sudah dilakukan di Kota Singkawang.

"Jadi tinggal bagaimana kita mengemas apa yang telah kita laksanakan dalam pengembangan budaya agar lebih inovatif, sehingga menimbulkan konfigurasi kebudayaan yang bermanfaat bagi terwujudnya Singkawang harmonis dalam etnis," jelasnya.(rud/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda