Singkawang post authorKiwi 22 Januari 2021 99

Cuaca Ekstrem, Nelayan Pilih Tidak Melaut

Photo of Cuaca Ekstrem, Nelayan Pilih Tidak Melaut SANDAR - Tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem, nelayan Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat pilih mensandarkan kapal motornya di dermaga.     Ist

SINGKAWANG, SP – Angin sangat kencang dan gelombang laut tinggi sudah terjadi sejak awal November 2020. Cuaca ekstrem hingga saat ini, membuat nelayan di Kota Singkawang tidak bias melaut.

Salah seorang nelayan Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Ibrahim mengatakan, saat ini angin sangat kencang dan gelombang laut tinggi, sehingga sangat menghambat aktivitas para nelayan untuk melaut.

"Angin kencang serta gelombang tinggi ini sudah terjadi sejak awal bulan November 2020 lalu, dan berlangsung hingga saat ini," kata Ibrahim, Kamis (21/1).

Sejak November 2020, Ibrahim dan para nelayan lain tidak berani melaut untuk mencari ikan di laut.

"Kalau bulan lalu (Desember 2020, red) masih ada turun sekali dua kali, tapi tidak berani lama, paling dua atau tiga jam sudah pulang, karena gelombang tinggi dan angin kuat," ujarnya.

Tingginya gelombang, kata Ibrahim, dikhawatirkan dapat menenggelamkan kapal-kapal nelayan.

"Pernah kejadian beberapa waktu lalu, ada nelayan Tambelan yang memaksakan melaut, kemudian tenggelam dan belum diketemukan jasadnya sampai saat ini," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, cuaca seperti saat ini memang biasa terjadi setiap tahun. Mulai dari bulan Oktober, dan biasanya akan berakhir sekitar bulan April.

Sambil menunggu kondisi cuaca membaik, dia terpaksa menghabiskan waktu dengan merawat kapal motornya.

"Kita habiskan waktu dengan merawat kapal motor," jelasnya.

Sebelumnya di tempat terpisah, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Singkawang, Jayadi mengatakan, areal lintasan puting beliung sekarang ini, bukan hanya di Kelurahan Kuala Kecamatan Singkawang Barat, tapi juga Kelurahan Pangmilang Kecamatan Singkawang Selatan.

Mengingat cuaca cukup ekstrem dalam beberapa hari kedepan, BPBD Singkawang telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Singkawang tentang bencana hidrometeorologi, puting beliung, longsor dan banjir.

"Kami juga sudah memetakan daerah-daerah yang rawan longsor dan banjir," katanya.

Berdasarkan pemetaan, ada delapan rambu (daerah rawan) longsor dan 12 rambu banjir di seluruh wilayah Kota Singkawang.

Menindaklanjuti hal tersebut, BPBD Singkawang telah menyiapkan logistik dan tempat kumpul sementara, serta lokasi pengungsian dan jalur evakuasi. Untuk lokasi kumpul sementara ditempatkan di 26 kelurahan, pengungsian di lima aula besar kecamatan dan gedung BLKI.

Jayadi mengungkapkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga tanggal 15 Januari 2021, ketinggian ombak bisa  1 meter hingga 4 meter di laut kepulauan Kabupaten Bengkayang. Tentunya hal tersebut, dapat berdampak juga ke tempat-tempat wisata pantai dan nelayan.

"Imbauan kami untuk sementara ini nelayan off dulu, serta warga yang memiliki pondok khususnya di garis pantai untuk waspada. Karena seharusnya tidak ada pondok 200 meter dari sempadan pantai," jelasnya.

Terlebih, kata Jayadi, Pantai Pasir Panjang dan pemukiman nelayan di Teluk Karang cukup rawan terjadi abrasi pantai.

Minta Pemkot Berikan Bantuan

Wakil Ketua DPRD Kota Singkawang, Herry Kin berharap, Pemkot Singkawang memberikan bantuan kepada nelayan untuk meringankan beban nelayan yang tidak bisa melaut sekarang ini.

"Karena dengan mereka tidak melaut, para nelayan tidak memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Terlebih, berdasarkan informasi yang dia terima, gelombang tinggi bisa terjadi hingga berbulan-bulan.

"Seperti ini kan tentu memprihatinkan," ujarnya.

Terlebih saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 yang pastinya juga berdampak bagi perekonomian masyarakat, khususnya nelayan.

Kepada nelayan, dia mengimbau untuk sementara waktu jangan memaksakan diri untuk melaut dengan kondisi angin kencang dan gelombang tinggi.

"Kita tidak ingin hal buruk terjadi, karena kondisi seperti ini, lebih baik teman-teman nelayan menahan diri untuk tidak melaut dulu," pintanya.(rud/yun)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda