Singkawang post authorKiwi 21 Mei 2020 65

Benih Padi Situ Bagendid untuk Poktan Kelurahan Sedau Singkawang

Photo of Benih Padi Situ Bagendid untuk Poktan Kelurahan Sedau Singkawang BENIH PADI - Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi menyerahkan bantuan benih padi Situ Bagendid lebel ungu untuk kelompok tani (Poktan) di Teluk Mak Jantu, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan

SINGKAWANG, SP – Dampak pandemi Virus Corona atau Covid-19 disikapi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang dengan penyaluran bantuan benih padi Situ Bagendid lebel ungu. Bantuan diberikan kepada kelompok tani (Poktan) di Teluk Mak Jantu, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, Rabu (20/5).

"Bantuan benih padi Situ Bagendid lebel ungu ini untuk luasan lahan petani 15,2 Ha," kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kota Singkawang, Yusnita Fitriadi.

Menurutnya, benih sumbangan padi ini berasal dari Gabungan Penangkar Benih (Gakarnih) Singkawang sebanyak 380 kilogram.

"Saya atas nama Pemkot Singkawang mengucapkan terima kasih kepada Gakarnih Kota Singkawang, karena peduli terhadap dampak Covid-19 bagi petani yang ada di Singkawang," ujarnya.

Benih padi ini bisa dijadikan benih lagi dengan perlakuan khusus untuk pengembangan.

"Sesuai kesepakatan petani yang menerima, benih padi ini akan ditanam pada awal Juni, setelah panen," ungkapnya.

Dia berharap, bantuan benih padi ini dapat membantu pengembangan benih dan peningkatan produksi padi di Kota Singkawang.

Yusnita mengungkapkan, padi Situ Bagendit merupakan salah satu varietas padi Gogo, tetapi mampu tumbuh baik pada lingkungan lahan sawah.

"Tanaman ini mempunyai tinggi antara 99-105 centimeter, dengan umur tanaman 110-120 hari setelah sebar (HSS)," jelasnya.

Varietas Situ Bagendit, kata Yusnita, memiliki bentuk biji ramping, warna gabah kuning bersih, dengan bobot 1000 butir adalah 27,5 gram. Varietas ini mempunyai anakan produktif 12-13 batang/rumpun.

"Varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas, agak tahan terhadap penyakit hawar daun dan tahan terhadap penyakit tungro," katanya.

Varietas ini juga menghasilkan tekstur nasi pulen, rata-rata produksi 4,0 ton GKP/Ha pada lahan kering dan 5,5 ton GKP/Ha pada lahan sawah.

"Dengan potensi hasil yang demikian, varietas ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi padi nasional, ketahanan pangan, dan pendapatan petani," ujarnya.

Menurutnya, varietas ini sudah banyak dimanfaatkan oleh penangkar benih dan petani, terutama pada lahan kering atau lahan sawah dengan irigasi sederhana.(rud/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda