Singkawang post authorKiwi 22 Mei 2020 192

Tim Gabungan Singkawang Lakukan Rapid Test di Perbatasan, Satu Pengendara Disuruh Kembali ke Sambas

Photo of Tim Gabungan Singkawang Lakukan Rapid Test di Perbatasan, Satu Pengendara Disuruh Kembali ke Sambas BALIK - Petugas gabungan Pos Pengamanan Terpadu Singkawang perintahkan warga luar Singkawang yang hasil rapid test-nya reaktif untuk balik ke daerahnya, Kamis (21/5). 

SINGKAWANG, SP - Tim Gabungan Kota Singkawang menemukan satu pengendara asal Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas yang hasil rapid test-nya reaktif, Kamis (21/5). Petugas di Pos Pengamanan Terpadu (Pospam) Simpang VIT, Kecamatan Singkawang Utara tidak mengizinkan pengendara tersebut masuk Kota Singkawang.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengungkapkan, temuan ini diperoleh ketika melakukan peninjauan Pos Pengamanan Terpadu di tiga titik bersama dengan Kapolres Singkawang.

"Sesuai hasil cek suhu badan, ada ditemukan satu pengendara yang berasal dari Selakau berjenis kelamin laki-laki usia 24 tahun, yang suhu badannya melebihi 37,5 derajat Celcius. Saat dilakukan rapid test hasilnya reaktif," ujarnya.

Dari hasil itu, petugas yang ada di Pospam Simpang VIT langsung melakukan komunikasi kepada petugas medis Kabupaten Sambas.

"Kemudian, dari Kabupaten Sambas mengirim mobil ambulance untuk menjemput yang bersangkutan untuk kembali ke daerahnya," ungkapnya.

Tjhai Chui Mie tak henti-hentinya mengimbau masyarakat Singkawang untuk selalu waspada. Jika keluar rumah harus menggunakan masker, jaga kesehatan dan selalu ikuti protokol kesehatan, agar masyarakat Singkawang bisa terhindar dari penularan Virus Corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Karena dengan kerjasama yang baik, tentu wabah ini bisa kita lalui. Mari bergandengan tangan dan bersama-sama kita lawan Covid-19," ajaknya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Barita P Ompusunggu mengatakan, saat ini sudah ada beberapa warga Singkawang yang dikarantina terpusat.

"Ini hasil dari cek point yang kita lakukan dari tanggal 16 Mei kemarin," kata Barita.

Hanya saja dirinya belum bisa menyebutkan berapa angka yang pasti, lantaran belum menerima hasil rekapan cek point. Karena, cek point masih akan berlangsung hingga tanggal 23 Mei 2020.

"Beberapa warga Singkawang yang hasil rapid test-nya reaktif, langsung kita karantina terpusat di tempat yang sudah kita tentukan," ujarnya.

Terkait dengan Hari Raya Idulfitri yang sudah semakin dekat, diharapkan masyarakat Singkawang, khususnya umat muslim untuk tetap menjaga physical distancing.

"Jika kita sedang bersilaturahmi diharapkan tetap menjaga jarak, memakai masker dan selalu mencuci tangan pakai sabun," ungkapnya.

Sehingga silaturahmi tetap berjalan, namun harus tetap menjaga prinsip-prinsip protokol Covid-19. Kemudian, meski dalam suasana Idulfitri, pihaknya akan terus memantau perkembangan pasien di rumah sakit.

"Karena rumah sakit tetap buka selama 24 jam, ditambah rekan-rekan dari puskesmas yang selalu standby selama 24 jam, jika memang diperlukan," jelasnya.

Untuk petugas puskesmas, mengingat sejak dari awal Covid-19 mereka sudah aktif ke masyarakat dengan melibatkan tiga pilar dalam rangka menjangkau pelayanan baik pagi, siang dan malam, maka nomor-nomor kontak puskesmas sudah diberikan ke masyarakat, baik di RT maupun Kelurahan. 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda