Singkawang post authorKiwi 23 November 2021

Bangun Turap Beton Sungai, Revitalisasi Pasar Beringin

Photo of Bangun Turap Beton Sungai, Revitalisasi Pasar Beringin Pekerja tambap sedang melakukan pembangunan turap beton Sungai Singkawang.

SINGKAWANG, SP - Proses perkembangan revitalisasi Pasar Beringin Singkawang saat ini sedang dilakukan pekerjaan turap beton di bibir Sungai Singkawang.

"Pekerjaan turap beton tersebut sedang dikerjakan oleh Dinas PUPR Singkawang, yang mana pada bagian kiri dan kanan sungai sudah mulai terbangun turap," kata Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang, Muslimin, Senin (22/11).

Kepada pedagang pasar yang terdampak seperti pedagang daging sapi, pakaian dan sebagainya sedang dicarikan solusi karena lapak-lapak mereka akan dilakukan pembongkaran.

"Untuk pedagang sapi rencananya akan kita relokasi maju sedikit dari pasar ikan, sedangkan yang menjual pakaian akan kita relokasi ke seberang atau arah masuk Pasar Babi," ujarnya.

Sesuai dengan tahapan-tahapan yang ada, Diseprindag Singkawang akan segera melakukan sosialisasi kepada pedagang di sekitar Terminal Bengkayang dan sekitarnya.

"Karena di lokasi tersebut rencananya akan dilakukan pembangunan lapak sementara apabila sudah dilakukan pembongkaran lapak secara keseluruhan di Terminal Bengkayang," ungkapnya.

Sehingga tidak ada tempat yang spacenya cukup luas, untuk menampung aktivitas pedagang di Pasar Beringin, karena satu-satunya tempat relokasi sementara adalah Terminal Bengkayang.

Namun, berdasarkan hasil rapat yang sudah dilakukan beberapa kali kemarin, bahwa terkait dengan dasar-dasar aturan mengenai dokumen-dokumen yang diperlukan untuk bergerak di lapangan sampai dengan hari ini masih berproses (belum final).

"Pertama, terkait dengan DED (Detail Engineering Design). Kedua, Pemkot Singkawang harus memperjelas revitalisasi Pasar Beringin ini dikerjasamakan dengan siapa selaku pihak ketiga. Sehingga, PKS-nya (Perjanjian Kerja Sama,red) harus jelas antara Pemkot Singkawang dengan pihak ketiga," jelasnya.

Sehingga, secara aturan siapa pihak ketiganya sampai hari ini masih belum dapat disepakati dari kedua pihak.

"PKS ini menjadi salah satu dokumen yang sangat kami perlukan," tuturnya.

Selain itu, Diseprindag Singkawang juga membutuhkan kepastian dokumen terkait alas hak atas tanah secara keseluruhan di Pasar Beringin Singkawang.

"Karena diketahui bahwa aset Pemkot Singkawang yang ada di Pasar Beringin Singkawang terdiri dari beberapa jenis, seperti HPL (hak pengelolaan), hak pakai, HGB (hak guna bangunan) di atas tanah HPL bahkan ada yang memiliki hak milik diatas HPL," ujarnya.

Berdasarkan koordinasi antara Disperindagkop dan ATR-BPN Singkawang, disepakati akan mengajukan/mengusulkan keseluruhan hak-hak ini menjadi HPL utuh.

"Karena lebih dari satu hektare, maka proses HPL menjadi kewenangan ATR-BPN pusat. Tapi sedang dalam proses dan informasi terakhir yang saya dapatkan prosesnya sudah masuk ditingkat Dirjen untuk selanjutkan dinaikkan ke Menteri," ungkapnya.

Mengingat akhir tahun sudah semakin dekat, mengenai pembangunan lapak sementara di Terminal Bengkayang ditahun ini masih belum bisa dilaksanakan.

"Kemarin sudah saya sampaikan ke Wali Kota, bahkan pada saat pembahasan Raperda APBD 2022 bersama Anggota DPRD, anggaran yang tidak bisa kami laksanakan di tahun ini semoga bisa dialihkan diawal tahun 2022," harapnya.

Apabila disetujui, ditargetkan Januari atau Februari sudah bisa dilakukan action di lapangan berupa pembaungan lapak sementara bagi pedagang Pasar Beringin Singkawang.

"Dengan begitu, pembongkaran baru bisa dilakukan setelah pedagang sudah dipindah ke lapak sementara," tutupnya. (rud)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda