Singkawang post authorKiwi 24 Mei 2026

Lintas Komisi DPRD Singkawang Bahas Dampak IPAL Dapur SPPG dan Evaluasi Program MBG

Photo of Lintas Komisi DPRD Singkawang Bahas Dampak IPAL Dapur SPPG dan Evaluasi Program MBG Hearing tentang dampak IPAL dapur SPPG terhadap warga dan evaluasi penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) di ruang utama DPRD Singkawang

SINGKAWANG,SP - Komisi I, II dan III DPRD Sinhkawang mengadakan hearing tentang dampak IPAL dapur SPPG terhadap warga dan evaluasi penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) di ruang utama DPRD Singkawang.

Dalam.hearing ini turut hadir Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, pengurus HMI, Koordinator Wilayah SPPG 1 Kepala Dapur SPPG untuk masing-masing wilayah kecamatan.

"Hearing lintas komisi ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," kata Ketua Komisi II DPRD Singkawang, Harry Wedha S Sugeng, Minggu (24/5).

Program MBG yang digulirkan pemerintah, katanya, bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi siswa dan menurunkan angka stunting.

Namun dalam pelaksanaannya, muncul dua persoalan utama yang menjadi sorotan DPRD Kota Singkawang.

Sehingga fokus pembahasan diarahkan pada dampak operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Dapur SPPG terhadap lingkungan dan kenyamanan warga sekitar, mulai dari persoalan limbah, aroma tidak sedap, sanitasi, hingga potensi gangguan kesehatan masyarakat.

Beberapa warga di sekitar dapur SPPG mengeluhkan munculnya bau tidak sedap dan genangan air limbah yang mengkhawatirkan.

"Kondisi ini dinilai dapat menimbulkan masalah sanitasi dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar dapur," ujarnya.

Sementara dari Dinas Lingkungan Hidup Singkawang menjelaskan bahwa IPAL merupakan kewajiban bagi setiap dapur SPPG untuk mengolah limbah cair sebelum dibuang.

"Kami meminta adanya pengawasan ketat dan evaluasi teknis agar IPAL berfungsi optimal dan tidak mencemari lingkungan," harapnya.

Di sisi lain, lanjutnya, forum ini juga menyoroti masih adanya siswa yang belum menerima hak layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara merata.

"Melalui hearing lintas komisi ini, diharapkan lahir langkah konkret, solusi berkelanjutan, serta rekomendasi kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan menjamin pelaksanaan program berjalan efektif, tepat sasaran, ramah lingkungan, serta berkeadilan bagi seluruh peserta didik," katanya.

Dalam.hearing tersebut, beberapa poin direkomendasikan seperti percepatan perbaikan IPAL yang bermasalah, penambahan armada distribusi, validasi ulang data penerima, serta penguatan koordinasi antara Dinkes, DLH, SPPG dan sekolah.

"DPRD Kota Singkawang berkomitmen mengawal tindak lanjut hasil hearing ini agar program MBG benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa tanpa mengorbankan kenyamanan warga sekitar dapur SPPG," ujarnya

Mengingat program MBG ini merupakan program strategis Nasional bapak Presiden RI, Prabowo Subianto yang harus disukseskan bersama-sama.

Dengan tujuan utama meningkatkan kualitas SDM sejak dini dalam meningkatkan kesehatan dan gizi, mendukung prestasi akademik, pemberdayaan ekonomi lokal (ekonomi kerakyatan) dan meringankan beban keluarga.

Maka sangat perlu sinergitas dalam pengawasan, pembinaan yang baik antara Satgas yang telah terbentuk dan bersama BGN untuk memastikan kualitas, higienitas, dan nilai gizi makanan siap saji sebelum didistribusikan," tutupnya. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda