Singkawang post authorKiwi 27 Januari 2021 120

Miris! Usai Keluar dari Lapas, YG Kembali Melakukan Aksi Curat

Photo of Miris! Usai Keluar dari Lapas, YG Kembali Melakukan Aksi Curat CURAT - Polres Singkawang menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terjadi di wilayah Kota Singkawang, Selasa (26/1).

SINGKAWANG, SP – YG tidak pernah jera. Anak dibawah umur yang baru saja keluar dari Lapas pada 17 Agustus 2020 lalu, kembali ditangkap karena melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat).

Fakta itu diungkap dalam konferensi pers yang digelar Polres Singkawang terkait pengungkapan kasus Curat yang terjadi di wilayah Singkawang, Selasa (26/1).

Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Tri Prasetiyo mengatakan, dari aksi curat tersebut, pihaknya berhasil mengamankan dua orang pria, masing-masing berinisial YG dan AS.

"Parahnya YG merupakan anak dibawah umur, yang baru saja keluar dari Lapas pada 17 Agustus 2020 lalu," kata Kasat Reskrim.

Saat dilakukan interogasi, tersangka mengakui telah melakukan aksi Curat di dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda.

"TKP pertama terjadi di Jalan Sekawan Kelurahan Roban, dan Jalan Suhada Kelurahan Roban," ujarnya.

Dari TKP pertama, kedua tersangka berhasil mengambil 1 unit handphone beserta tas. Pengakuan korban, tas yang dicuri tersebut berisi uang senilai Rp10 juta.

"Dari uang tersebut, dibelikan oleh kedua tersangka berupa jam tangan merk Casio, dan sebuah kasur. Sedangkan sisanya sudah habis untuk mereka berfoya-foya," ungkapnya.

Pada saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan, polisi menemukan petunjuk lain, kemudian dilakukan pengembangan dan didapatilah TKP yang kedua.

"Dari TKP kedua, tersangka berhasil mengambil 2 unit handphone," jelasnya.

Modus yang tersangka lakukan adalah membongkar, dan masuk ke rumah kosong saat pagi hari.

"Karena dari dua TKP yang sudah kita buktikan, keduanya dilakukan pada pukul 04.00 WIB," tururnya.

Kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 ke-3 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman pidananya maksimal 7 tahun penjara.

"Kami masih terus melakukan pengembangan, karena diduga masih ada TKP-TKP lain dari aksi mereka," tutupnya.(rud/yun)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda