Singkawang post authorKiwi 27 Oktober 2020 1,074

Bangun Runway dan Land Clearing Bandara Singkawang, Diawali APBN Dilanjutkan Skema KPBU

Photo of Bangun Runway dan Land Clearing Bandara Singkawang, Diawali APBN Dilanjutkan Skema KPBU TINJAU - Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meninjau proses land clearing lahan Bandara Singkawang Tahap I setahun yang lalu. 

SINGKAWANG, SP – Pembangunan landas pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Baru Kota Singkawang di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan akan didanai dari APBN. Kemudian dilanjutkan dengan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).   

"Menurut Kementerian Perhubungan, Runway Bandara Singkawang akan dibangun melalui dana APBN," kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Senin (26/10).

Setelah pendanaan APBN, terang Wali Kota, selanjutnya akan dibangun melalui skema KPBU dengan melibatkan pihak swasta atau calon investor yang sudah melakukan site visit ke Kota Singkawang, beberapa waktu lalu.

Tjhai Chui Mie mengungkapkan, pada bulan Juli yang lalu, dirinya sudah mendatangi Kementerian Perhubungan untuk menyerahkan sertifikat lahan hak pakai seluar 151,45 hektare.

"Kita juga sudah menyampaikan perubahan-perubahan, dimana kita perlu dukungan dan support dari APBN untuk pembangunan bandara, karena pandemi Covid-19," ujarnya.

Tjhai Chui Mie ingin mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan, untuk Pembangunan Runway dan Pembersihan Lahan (land clearing) Tahap II sampai tahap seterusnya.

"Upaya-upaya rapat akan terus dilanjutkan dengan calon investor yang sudah melakukan Site Visit Bandara ke Kota Singkawang. Saya berharap pembangunan fisik Bandara Singkawang bisa segera dilakukan," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Petrus Yudha Sasmita mengatakan, luas lahan Bandar Udara Kota Singkawang yang akan dibangun adalah 151,45 hektare sesuai dengan Penetapan Lokasi (Penlok) Nomor KP 1024 Tahun 2018.

"Sedangkan panjang Runway Bandara berdasarkan Penlok Bandara dibagi menjadi tiga tahap. Tahap I sepanjang 1800 meter. Tahap II sepanjang 2.000 meter, dan Tahap Ultimate sepanjang 2.500 meter," katanya.

Saat ini, kata Petrus, pembangunan Bandar Udara Kota Singkawang sedang dalam proses KPBU. Pemerintah akan bekerjasama dengan investor, guna mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Tahun 2019, pembangunan Bandara Singkawang menggunakan dana APBN dan telah dilaksanakan land clearing seluas 31,62 hektare atau sekitar 20,8 persen dari luas total lahan bandara," paparnya.

Rencana tahun 2021 akan ada kegiatan pekerjaan tanah (cut & fill) yang juga menggunakan dana APBN.

"Sedangkan pembangunan di sisi udara menggunakan dana APBN, dan di sisi darat dengan proses KPBU," jelasnya.

Bandara Sangat Strategis

Wakil Ketua DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra mengatakan, pembangunan bandara di Kota Singkawang sangat strategis. Apalagi keberadaan Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah tidak sampai satu jam perjalanan dari Singkawang.

"Saya pikir sudah sangat tepat pemerintah pusat menjadikan Bandara Singkawang dalam skala prioritas, karena Pemerintah Kota Singkawang sangat gencar mendorong pembangunan bandara," katanya.

Dia juga mengapresiasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan menganggarkan dana Rp1,6 triliun bagi 16 bandara. Jika dibagi rata-rata, berarti satu calon bandara yang akan dibangun mendapat bantuan sebesar Rp100 miliar.

"Dana ini bisa digunakan untuk land clearing yang belum selesai, dan pengerasan runway," ujarnya.

Berkaitan dengan investor, menurut Sumberanto, pemerintah pusat akan berupaya. Jika KPBU tidak berhasil, maka pemerintah pusat akan meng-handle pembangunan bandara sebagaimana telah disampaikan oleh Kemenhub.

"Keberadaan Bandara Singkawang diharapkan mampu menopang beberapa kabupaten, seperti Bengkayang, Sambas dan Mempawah," harapnya.(rud/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda