Singkawang post authorKiwi 28 Oktober 2020 401

Wali Kota Singkawang Siapkan Langkah Strategis Sejahterakan Masyarakat Singkawang

Photo of Wali Kota Singkawang Siapkan Langkah Strategis Sejahterakan Masyarakat Singkawang PARIPURNA - Rapat Paripurna DPRD Singkawang dengan agenda Jawaban Wali Kota Singkawang terhadap Pandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Singkawang Terhadap RAPBD Tahun Anggaran 2021, Selasa (27/10).

SINGKAWANG, SP – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang menyiapkan sedikitnya lima langkah strategis pembangunan tahun 2021 mendatang. Untuk itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021 menjadi pondasi pembangunan berkualitas untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

Begitu penegasan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie ketika menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Singkawang Terhadap Raperda RAPBD TA 2021 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Singkawang, Selasa (27/10).

"Tahun 2021 mendatang, Pemkot Singkawang akan melakukan beberapa langkah-langkah strategis," kata Tjhai Chui Mie.

Beberapa langkah Pemkot Singkawang tersebut, antaralain melakukan inovasi pelayanan seperti pelayanan pajak online dan layanan jemput pajak daerah. Kedua, percepatan proses administrasi melalui tanda tangan elektronik atau electronic sign.

Langkah ketiga, mempermudah proses pembayaran pajak dan retribusi melalui implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) yang dilakukan bersama Bank Kalbar dan Bank Indonesia.

Keempat, optimalisasi pajak dan retribusi akan dilakukan Pemkot Singkawang melalui pelaksanaan kerjasama bersama KPP Pratama, KPPN, Kementerian ATR/BPN, Bank Indonesia dan Bank BPD Kalbar.

Kelima, menetapkan kebijakan-kebijakan strategis yang berdampak terhadap pemulihan ekonomi dan tetap menjaga keberlanjutan (sustainability) usaha, khususnya usaha mikro, kecil dan menengah. Sehingga roda pemerintahan tetap berjalan sesuai yang diamanahkan oleh Undang-undang (UU).

Terkait penurunan pendapatan daerah, khususnya pendapatan transfer, Pemkot Singkawang tetap berpedoman pada RAPBN TA 2021 yang telah disepakati, dan disetujui bersama antara pemerintah pusat dan DPR RI pada tanggal 25 September 2020.

"Harapan atas pelaksanaan APBD TA 2021 yang harus meletakkan pondasi pembangunan yang berkualitas, memang harus diarahkan untuk pencapaian kesejahteraan masyarakat Kota Singkawang," ujarnya.

Orientasi dan tujuan pembangunan adalah untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Sehingga di dalam anggaran yang dianggarkan dalam APBD harus dapat mengakomodir pencapaian tujuan, yakni kesejahteraan masyarakat Kota Singkawang.

Berkenaan dengan adanya Silpa dan disisi lain dianggarkan pinjaman daerah untuk menutupi defisit. Hal tersebut dapat dijelaskan, bahwa pencantuman target Silpa, dan target rencana pinjaman daerah tersebut adalah sebagai salah satu solusi untuk menutup defisit RAPBD 2021.

"Hal tersebut sejalan dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 83 ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang menyatakan "Dalam hal APBD diperkirakan defisit, APBD dapat didanai dari penerimaan pembiayaan daerah yang ditetapkan dalam Perda tentang APBD yang pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ungkapnya.

Saran dan Masukan dari Dewan

PU Fraksi Partai Nasdem terhadap Nota Pengantar Wali Kota Singkawang Terhadap RAPBD TA 2021 menilai, bahwa peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP) yang diresmikan oleh Wali Kota Singkawang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singkawang tanggal 17 Oktober, memberikan angin segar dalam pelayanan publik.

“Selama ini hampir semua pelayanan publik di Kota Singkawang belum memenuhi SOP yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan," kata Juru Bicara Fraksi Partai Nasdem, Tjung Kie Tjhin.

Sehingga dengan hadirnya Mall Pelayanan Publik, Fraksi Nasdem meminta supaya penyelenggaraan pelayanan mengalami perubahan kearah yang lebih baik.

"Karena selama ini kami mendapat banyak keluhan dan laporan dari warga, baik yang mengurus perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Tenaga Kerja, pembayaran pajak dan validasi di Badan Keuangan Daerah, pembuatan administrasi kependudukan dan lainnya," ujarnya.

Fraksinya berharap, kedepan masyarakat bisa terlayani lebih baik, dan membuktikan slogan pelayanan publik dalam memberikan kemudahan, bukan hanya isapan jempol belaka.

Dia juga menyinggung mengenai ketertiban para oknum pedagang kaki lima, terutama yang menjual dagangannya sampai larut malam. Dia meminta Pemkot memberikan perhatian. Sebab, para pedagang tersebut membunyikan suara musik dengan volume keras di teras ruko. Sebab, sebagian besar pemilik ruko yang tinggal di ruko merasa sangat terganggu dengan suara musik yang keras.

"Kami meminta hal-hal semacam ini mendapat pembinaan dari pemerintah, supaya menjadi tertib dan masyarakat di daerah sekitar bisa menikmati istirahatnya lebih baik," ungkapnya.

Disamping itu, pihak Rumah Sakit Vincentius juga melaporkan, suara-suara musik yang keras di daerah sekitar Terminal Pontianak. "Kami minta supaya bisa ditertibkan," tegasnya.

Tjung Kie Tjhin juga menyinggung peningkatan pembangunan Jalan Tsjafioeddin. Sebab, semua pohon yang sudah berumur rata-rata diatas 5 tahun ditebang habis. Tindakan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat yang menanyakan, kenapa semua pohon harus ditebang dan apa solusi kedepan supaya jalan tersebut tidak kelihatan gersang.

"Kami meminta Wali Kota bisa menjelaskan, karena bagaimanapun dengan kondisi banjir yang melanda Kota Singkawang, juga mendapat sumbangan dari banyaknya pohon-pohon yang ditebang dan tidak diadakan reboisasi," jelasnya.

Fraksinya mengusulkan pembangunan yang berbasis lingkungan hidup tetap mendapat perhatian Wali Kota, karena Singkawang sudah dikenal sebagai kota wisata. Artinya, penataan pembangunan tidak hanya dari sisi fisik yang rapi, tetapi keindahan lingkungan juga harus terjaga.

Menurunnya pendapatan, terutama di pos pendapatan transfer yang terdiri dari beberapa item, seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik yang cukup signifikan dalam postur pendapatan RAPBD Singkawang TA 2021, Tjung Kie Tjhin menegaskan, fraksinya meminta Pemkot bisa lebih memberdayakan semua potensi daerah yang ada dengan membuat kebijakan-kebijakan yang mendorong sektor ekonomi bisa lebih maksimal pergerakannya dengan tetap menjaga dan memperhatikan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19 sekarang.

"Semua potensi pendapatan, baik pajak daerah maupun retribusi daerah, agar semakin diintesifkan dalam pengelolaannya," pintanya.

Fraksi Partai Nasdem juga mohon pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya lebih difokuskan di daerah Sanggau Kulor, Mayasopa dan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur, Chong Liung Kong Pangmilang dan Jalan Disbun.

Selain itu, Jalan Hoklonam Kelurahan Sijangkung dan Jalan Kaliasin Dalam, dan Jalan Sedau. Dimana infrastruktur yang dimaksud sudah rusak parah, karena infrastruktur yang lebih baik sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengangkut hasil panen, demi menunjang hasil yang lebih baik dari para petani, karena di daerah tersebut sangat banyak petani yang punya lahan luas, dan mumpuni supaya hasil dari petani bisa lebih bersaing di pasar.

Sedangkan untuk penerangan jalan umum (PJU) untuk Kaliasan Dalam dan Lirang, proyek dan sambungan listrik baru untuk warga di RT 3, 5, 6 dan 9 di Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur.

Tjung Kie Tjhin juga menyinggung penanganan Covid-19 di Kota Singkawang yang menyandang status Zona Kuning, sebelumnya masuk kawasan Zona Orange, tentu masih menjadi kekhawatiran masyarakat luar kota untuk datang ke Singkawang.

"Kami berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah selama ini, apakah cara penanganan di lapangan sudah tepat sasaran atau ada kebijakan yang memerlukan koreksi kembali. Mengingat pasien sampai hari ini masih di angka 50. Fraksi Nasdem meminta supaya Wali Kota selaku Ketua Gugus Tugas untuk mengevaluasi kebijakan selama ini. Semoga kedepan penanganan pandemi Covid-19 ini lebih baik. Pemakaian masker juga harus menjadi kebiasaan masyarakat Singkawang disaat keluar rumah dan komunikasi," pesanya.(rud/yun)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda