Singkawang post authorKiwi 27 November 2020 140

BKKBN Kalbar Beri Pendampingan Aplikasi Monika

Photo of BKKBN Kalbar Beri Pendampingan Aplikasi Monika BKKBN perwakilan Provinsi Kalbar beri pendampingan aplikasi Monitoring Berkualitas (Monika) di Kota Singkawang pada Kamis (26/11).

SINGKAWANG, SP - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Provinsi Kalbar berikan pendampingan aplikasi Monitoring Berkualitas (Monika).

Pendampingan tersebut dimaksudkan agar para bidan dan dokter bisa mandiri menginput data ke dalam aplikasi tersebut.

Koodinator Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Kalbar, Hadirin mengatakan pendampingan aplikasi Monika dilaksanakan pasca pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU) baik oleh bidan maupun dokter. Sebagai salah satu syarat pelayanan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan implan.

"Untuk di Kalimantan Barat targetnya 402 bidan harus tersertifikasi (CTU), namun saat ini baru tercapai 25,7 persen," ucap Koodinator Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Kalbar, Hadirin pada Kamis (26/11).

Ia menambahkan untuk mencapai target pihaknya terus melakukan berbagai upaya maksimal. Diantaranya tetap genjar melakukan pendampingan berkerjasama dengan OPDKB kabupaten.

Berdasarkan data yang ada dilakukan pendampingan bagi bidan yang telah di latih CTU.

"Karena kedepannya hal ini merupakan satu persyaratan yang dikeluarkan oleh BPJS kesehatan," katanya.

Dirinya menyampaikan selian pendampingan secara langsung, BKKBN juga melakukan pendampingan secara virtual. Sehingga bidan-bidan yang berada di daerah bisa diberikan pendampingan. Hal tersebut dilakukan agar bidan mengetahui cara menginput data ke aplikasi tersebut.

"Setelah di akses melalui sistem Monika sehingga kedepan bidan bisa menginput secara mandiri," jelasnya.

Hadirin mengungkapkan pendampingan secara langsung merupakan bagian dari sistem untuk mencapai target. Setelah data bidan tersebut lengkap maka akan keluar sertifikat kualifikasi pelayanan.

Hingga saat ini pihaknya telah melakukan pendampingan pada seluruh kabupaten kota di Kalbar.

"Saya rasa mereka (bidan) untuk mengakses aplikasi tersebut sudah bisa untuk menginput data sendiri," ungkapnya.

Meski demikian dirinya menyebutkan ada beberapa kendala terkait ketentuan yang masih di hadapi. Diantaranya sebagian bidan yang sudah dilatih tetapi tidak memiliki sertifikat. Kemudian ada yang telah memiliki sertifikat pelatihan tapi tidak berlogo JNPK. Lalu ada yang telah memiliki sertifikat tetapi tidak mempunyai nomor sertifikat.

Kendala-kendala tersebut yang memang harus melalui prosedur. Seperti untuk memperoleh sertifikat pelatihan yang berlogo JNPK.

"Sehingga kedepannya untuk menginput data melalui Monika bisa terlaksana dengan lancar," tutupnya.(din) 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda