Sintang post authorKiwi 10 April 2022

Raih Delapan Kursi DPRD jadi Rekomendasi Rakercab Hanura Sintang

Photo of Raih Delapan Kursi DPRD jadi Rekomendasi Rakercab Hanura Sintang Ketua DPD Partai Hanura, Suyanto Tanjung foto bersama dengan pengurus DPC dan PAC Hanura Sintang usai pelaksanaan Rakercab. suara pemred/eko susilo

SINTANG, SP - DPC Partai Hanura Sintang, menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab), yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC dan PAC, Sabtu (9/4) di Kota Sintang.

Dalam rakercab ini dihasilkan sejumlah rekomendasi, mulai dari target raihan kursi di Pemilu Serentak 2024 sebanyak delapan kursi hingga mendorong ketua DPC, Heri Jamri sebagai Cabup Sintang di Pilkada mendatang.

Ketua DPC Partai Hanura Sintang, Heri Jamri mengatakan hasil Rakercab yang diikuti pengurus DPC hingga PAC diantaranya mendorong kesiapan Hanura Sintang mengikuti proses verifikasi parpol oleh KPU, serta mengusung Ketua DPD sebagai Cawagub dan juga mengusung dirinya sebagai Calon Bupati Sintang.

“Ada 4 rekomendasi yang dihasilkan dan yang paling krusial memang tentang Pilkada dan Caleg. Karena kita menargetkan delapan kursi,” katanya.

Heri Jamri mengatakan target delapan kursi bukanlah perkara yang sulit, mengingat Hanura menjadi partai pemenang ketiga dalam Pemilu 2019 di Sintang. Dan di pemilu lalu, hanya ada satu dapil yakni Kayan yang gagal meraih kursi dan di Dapil Ketungau hampir mendapat dua kursi.

“Jadi sekarang kita tinggal membina dan menambah. Sekarang juga kita sudah persiapkan. Seluruh PAC sudah terbentuk dan juga ranting juga sudah terbentuk. Ini meyakinkan kita meraih delapan kursi dan bisa mencalonkan bupati,” katanya.

Terkait pemetaan caleg potensial, Heri Jamri menegaskan seluruh dapil bahkan sudah siap seluruh calegnya. Pihaknya juga turun langsung melakukan konsolidasi di tiap PAC.

“Dari pemetaan yang ada, dengan yel-yel, Bangkit, Jaya, Menang, Kami yakin akan memenangkan Pemilu Serentak 2024,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung saat penutupan Rakercab mengatakan Hanura saat ini bukan lagi sebagai partai kecil seperti yang banyak dipersepsikan orang.

Dengan kondisi yang lebih solid dimasa ini, Hanura khususnya di Sintang semestinya mampu meraih hasil lebih baik dan mampu memenuhi target delapan kursi DPRD Sintang seperti yang menjadi hasil rekomendasi Rakercab.

“Ini menjadi semangat partai Hanura untuk Bangkit, Jaya, Menang dalam Pemilu 2024 nantinya,” katanya.

Suyanto mengatakan rekomendasi Rakercab menyatakan akan mencalonkan ketua DPC, Heri Jamri sebagai calon bupati. Ia bahkan menegaskan tak mau merekomendasikan Heri Jamri sebagai calon wakil bupati karena yang bersangkutan dinilai lebih layak untuk memimpin Sintang kedepan.

“Sekali lagi calon bupati, bukan wakil bupati. Hanura akan menyiapkan diri dengan baik bersama seluruh komponen yang ada dari tingkat Kabupaten hingga RT memenangkan Heri Jamri sebagai Bupati Sintang. Tentu kita akan berkoalisi dengan partai yang berminat bersama mengusung Heri Jamri,” katanya.

Selain itu, lanjut Tanjung, Hanura juga menargetkan perolehan kursi dari lima kursi DPRD Sintang menjadi delapan kursi. Hal ini menurutnya masih merupakan target yang sangat realistis mengingat Hanura di Sintang menjadi partai yang cukup dominan dan besar.

“Kemudian kita juga mempertahankan kembali kursi DPRD Provinsi dari Partai Hanura. 2024, diwajibkan satu kursi,” katanya.

Suyanto meminta seluruh kader menerapkan LSM, yakni Loyalitas, Soliditas dan Militansi. Sehingga target dua kursi di DPRD provinsi bukan menjadi hal yang mustahil. 

Ia sendiri menyatakan tak lagi maju menjadi caleg DPRD Provinsi Kalbar dari Dapil Kalbar 7, namun menegaskan akan maju sebagai Caleg DPR RI dari Partai Hanura. Walau dalam Rakercab ini, muncul rekomendasi mendorong Suyanto sebagai Calon Wakil Gubernur.

“Silahkan nanti kader-kader Hanura bertarung untuk meraih kursi DPRD Provinsi. Ini juga sebagai regenerasi dalam partai,” ucapnya.

Tanjung juga menyoroti tentang roda Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sintang, yang dinilainya tak berjalan tak maksimal karena belum adanya Wakil Bupati baru pasca wafatnya Sudianto, beberapa waktu lalu. Sementara disisi lain, kesehatan Bupati Sintang, Jarot Winarno menurun.

“Yang jadi persoalan adalah lambannya pemilihan Wakil Bupati Sintang pengganti Wakil Bupati yang telah almarhum. Ini berjalan berlarut-larut. Kita tidak tahu apa yang terjadi dan tidak ada yang berani bicara,” kata Ketua DPD Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung saat menghadiri Rakercab Partai Hanura Sintang, Sabtu (9/4).

Tanjung dalam Rakercab Hanura tersebut meminta pada pihak eksekutif, demi masyarakat Sintang sebanyak 450 ribu penduduk ini, untuk sesegera mungkin menentukan Wakil Bupati Sintang untuk mendampingi Bupati Jarot yang kondisinya hari ini sangat menurun.

 “Beliau ini butuh istirahat. Harapan kita pak bupati setelah terpilih nanti Wabup Sintang, bisa sehat Kembali dan menjalani terapinya. Karena sangat berbahaya kondisi saat ini, melihat apa yang disampaikan beliau kepada kita, kalau salah kita menafsirkannya itu berbahaya. Karena yagn disampaikan kadang jelas, kadang belum jelas. Ini yang saya khawatirkan,” katanya.

Tanjung juga meminta DPC serta Fraksi Hanura di DPRD Sintang untuk ikut menyuarakan ini agar sesegera mungkin memilih wakil bupati.

“Kalau partai lain ndak siap, partai Hanura siap kok. Tinggal ambil aja dari partai Hanura. hanya yang kami minta, jangan ditunda lagi,” katanya.

Menurutnya, berlarut-larutnya proses pemilihan pengganti Wakil Bupati Sintang turut berdampak pada kinerja pembangunan serta jalannya pemerintahan. Bahkan Tanjung menilai Kabupaten Sintang bisa mengalami kemunduran.

“Saya berbicara bukan karena ada apanya, tapi karena sayang dengan Sintang,” katanya. (eko)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda