Sintang post authorKiwi 13 Oktober 2021

Kadis PMPD Beberkan Sejumlah Fakta Rangkaian Pilkades 2021

Photo of Kadis PMPD Beberkan Sejumlah Fakta Rangkaian Pilkades 2021 Kadis PMPD Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, menyampaikan laporan pelaksanaan Pembekalan bagi 287 Kepala Desa Terpilih Tahun 2021, di Gedung Pancasila, Senin (11/10).

KAPUAS RAYA, SP - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Sintang, Herkolanus Roni, membeberkan sejumlah fakta seluruh proses pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2021 di Kabupaten Sintang.

Hal itu disampaikannya saat menyampaikan laporan pelaksanaan Pembekalan bagi 287 Kepala Desa Terpilih Tahun 2021, di Gedung Pancasila, Senin (11/10).

Roni menyampaikan bahwa pembekalan merupakan rangkaian terakhir dalam seluruh proses Pilkades Serentak Tahun 2021 di Kabupaten Sintang.

“Untuk melaksanakan Pilkades Serentak, Bupati Sintang sudah membentuk Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Sintang dan diikuti dengan pembentukan panitia pemilihan tingkat kecamatan dan desa. Di tingkat kabupaten, Pemkab Sintang sudah melibatkan Kepolisian, Kejaksaan, TNI, dan Universitas Kapuas,” tuturnya.  

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Sintang, hingga tahap akhir yaitu pembekalan kades terpilih di Gedung Pancasila.

“Semula, ada 296 desa di 14 kecamatan yang akan mengikuti Pilkades serentak. Namun, sebanyak lima desa mengalami penundaan pelaksanaan pilkades, ke tahun 2022 yakni Desa Jantang Kecamatan Dedai, Desa Pauh Benua Kecamatan Sepauk, Desa Limau Bakti Kecamatan Sepauk, Desa Bongkong Baru Kecamatan Sepauk, dan Desa Binjai Hulu Kecamatan Binjai Hulu,” sebut Roni.

Sehingga, total keseluruhan desa yang melaksanakan pilkades tahun 2021 berjumlah 291 desa. Sebanyak 1.023 orang calon kades yang berpartisipasi dalam pemilihan pilkades tahun 2021.

“Dalam tahapan penjaringan, terdapat 28 desa dengan bakal calon kades yang memenuhi persyaratan lebih dari lima orang. Sehingga kami harus melakukan seleksi tambahan, bagi bakal calon kades tersebut yang dilaksanakan pada  28 April 2021 di Universitas Kapuas Sintang dan  diikuti oleh 188 orang peserta,” ungkapnya.

Panitia Seleksi Tambahan telah mengumumkan sebanyak 140 orang bakal calon kades lulus ujian tertulis, dalam seleksi tambahan yang diadakan dan selanjutnya ditetapkan sebagai calon kades.

Ia melanjutkan, pada pemungutan suara yang dilaksanakan Rabu, 7 Juni 2021, Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten Sintang telah memfasilitasi sebanyak 20 desa yang mengajukan keberatan terhadap hasil pilkades serentak tahun 2021.

Dari 20 desa tersebut, ada dua desa yang melanjutkan gugatan ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara di Pontianak, yaitu Desa Tanjung Lalau, Kecamatan Kayan Hulu dan Desa Nanga Merpak, Kecamatan Ketungau Hilir.

“Dari 291 desa yang direncanakan mengikuti Pilkades Tahun 2021, terdapat satu desa mengalami penundaan pilkades ke tahun 2022, yaitu Desa Pudau Bersatu Kecamatan Tempunak,” ujar Roni.

Pelantikan terpilih hasil Pilkades Serentak di Kabupaten Sintang Tahun 2021 sudah dilaksanakan pada Kamis, 7 Oktober 2021 di Indoor Apang Semangai. Sebanyak 287 orang kepala desa terpilih sudah dilantik sebagai kepala desa.

Ada satu orang kepala desa terpilih yang mengalami penundaan pelantikan dikarenakan terpapar virus corona  berdasarkan hasil tes swab antigen. Selanjutnya, akan dijadwalkan pelantikan ulang pada kemudian hari.

“Secara keseluruhan,  tahapan demi tahapan pelaksanaan pilkades tahun 2021 telah dilaksanakan dengan baik dan lancar, sampai dengan acara pembekalan bagi kades terpilih pada hari ini. Selanjutnya, kegiatan pembekalan akan dilaksanakan selama dua hari tanggal 11-12 Oktober 2021 di Gedung Pancasila Sintang, dengan jumlah peserta sebanyak 287 orang kepala desa,” papar Roni.

Menurut Roni, pihaknya akan menghadirkan narasumber dari instansi yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan desa pada pembekalan bagi kepala desa ini. Hal itu merupakan bentuk sinergisitas antara pemerintahan desa dengan OPD terkait dalam upaya memastikan jalannya pemerintahan desa berjalan dengan baik.

“Pembekalan ini dimaksudkan untuk  memberikan pemahaman bagi kades yang baru dilantik terkait tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik dan menentukan arah kebijakan pembangunan di desa ke depan,” tutup Roni. (hms/lha)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda