Sintang post authorKiwi 13 April 2022

Pemilihan Wabup Sintang Timbul-Tenggelam

Photo of Pemilihan Wabup Sintang Timbul-Tenggelam

PO1

 

"Saya juga meminta DPC serta Fraksi Hanura di DPRD Sintang untuk ikut menyuarakan ini agar sesegera mungkin memilih Wabup. Kalau partai lain ndak siap, partai Hanura siap kok. Tinggal ambil aja dari partai Hanura. hanya yang kami minta, jangan ditunda lagi,”

 

Ketua DPD Partai Hanura Kalbar

Suyanto Tanjung

 

"Saya berharap kekosongan jabatan Wabup tidak lagi terlalu lama, sehingga pemerintah bisa fokus dalam pembangunan, termasuk sektor perekonomian di Sintang. Dan tidak lagi terkuras energi untuk proses penggantian ini yang cukup lama,"

 

Ketua HIPMI Sintang

Imam Asrori

 

 

SINTANG, SP - Roda Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sintang, dinilai berjalan tak maksimal, karena belum adanya Wakil Bupati (Wabup) baru pasca wafatnya Sudianto, beberapa waktu lalu. Sementara disisi lain, kesehatan Bupati Sintang, Jarot Winarno menurun.

Proses yang hingga saat ini belum juga mendapat kejelasan ini, menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya dari Ketua DPD Hanura Kalbar, Suyanto Tanjung.

"Yang jadi persoalan adalah lambannya pemilihan Wakil Bupati Sintang pengganti Wakil Bupati yang telah almarhum. Ini berjalan berlarut-larut. Kita tidak tahu apa yang terjadi dan tidak ada yang berani bicara,” kata Tanjung saat menghadiri Rakercab Partai Hanura Sintang, Sabtu (9/4).

Tanjung dalam Rakercab Hanura tersebut meminta pada pihak eksekutif, demi masyarakat Sintang sebanyak 450 ribu penduduk ini, untuk sesegera mungkin menentukan Wabup Sintang untuk mendampingi Bupati Jarot yang kondisinya hari ini sangat menurun.

“Beliau ini butuh istirahat. Harapan kita pak bupati setelah terpilih nanti Wabup Sintang, bisa sehat Kembali dan menjalani terapinya," tuturnya.

Menurut Tanjung, akan sangat berbahaya kondisi saat ini, melihat apa yang disampaikan Bupati Jarot, kadang jelas atau bahkan kadang-kadang tidak jelas.

"Kalau salah kita menafsirkannya itu berbahaya. Karena yang disampaikan kadang jelas, kadang belum jelas. Ini yang saya khawatirkan,” lanjutnya.

Tanjung juga meminta DPC serta Fraksi Hanura di DPRD Sintang untuk ikut menyuarakan ini agar sesegera mungkin memilih wakil bupati.

“Kalau partai lain ndak siap, partai Hanura siap kok. Tinggal ambil aja dari partai Hanura. hanya yang kami minta, jangan ditunda lagi,” katanya.

Anggota DPRD Kalbar ini juga menyatakan, berlarut-larutnya pemilihan pengganti Wabup Sintang turut berdampak pada kinerja pembangunan serta jalannya pemerintahan.

Bahkan Suyanto Tanjung menilai Kabupaten Sintang bisa mengalami kemunduran.

“Saya berbicara bukan karena ada apanya, tapi karena sayang dengan Sintang,” katanya.

Peran Pembangunan

Berlarut-larutnya proses penggantian Wabup Sintang, yang wafat sejak beberapa bulan lalu, dinilai turut berpengaruh pada dunia usaha. Walaupun tidak berdampak secara langsung, Wabup Sintang turut memiliki peran signifikan dalam perkembangan pembangunan di Kota Sintang. 

Hal ini turut dilontarkan oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sintang, Imam Asrori saat dihubungi Suara Pemred, Rabu (13/4). Imam berharap kekosongan jabatan wakil bupati tidak lagi terlalu lama sehingga pemerintah bisa fokus dalam pembangunan, termasuk sektor perekonomian di Sintang. 

"Sehingga tidak lagi terkuras energi untuk proses penggantian ini yang cukup lama," katanya. 

Begitu juga dengan iklim usaha, dikatakan Imam akan lebih terfokus bila Wabup sudah terpilih dan bekerja. Sehingga semua kegiatan akan lebih fokus, termasuk di ekonomi. Apalagi memang kondisi kesehatan bupati yang menurun beberapa bulan terakhir. 

"Selama beberapa waktu terakhir memang sudah semakin sehat beliau (bupati). Sehingga sudah mulai intens menghadiri kegiatan. Hanya tentu akan lebih lancar bila ada berbagi tugas dengan Wabup," ucapnya. 

Imam mengatakan, terkait dengan ketiadaan Wabup terhadap dampak dunia usaha, ia menilai belum terlalu nampak, mengingat dirinya berusaha di sektor yang tidak terlalu bersentuhan langsung dengan pemerintah daerah. Namun, rekan-rekan pengusaha lainnya, mungkin akan merasakan pengaruhnya. 

"Kemungkinannya pasti ada, semoga tidak berlarut-larut penetapan Wabup Sintang," harapnya. 

Disepakati Partai koalisi

Penentuan Wabup Sintang, tergantung kesepakatan antar partai koalisi yang berpotensi buntu kalau tidak dilakukan komunikasi komprehensif antar satu dengan yang lain.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Heri Jambri, mengatakan, kalau Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bersikeras mengusulkan Sudirman, sementara sebagian besar menginginkan Melkyanus (Partai Golongan Karya) dan Hardoyo (Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia), maka proses lebih lanjut menjadi berlarut-larut.

“Bupati Sintang dan partai politik koalisi mesti segera mengambil langkah, agar tidak berlarut-larut,” kata Heri Jambri, Rabu, 13 April 2022.

Menurut Heri Jambri, mesti ada komunikasi politik yang intens untuk segera dilakukan proses lebih lanjut.

Dikatakan Heri Jambri, Bupati Sintang, Jarot Winarno, harus bersikap arif dan bijaksana di dalam melihat permasalahan di kalangan partai politik koalisi.

Karena apapun alasannya, Bupati Sintang selalu user, harus didengar pendapat dan sikap tegasnya untuk segera diproses lebih lanjut. Mesti memperhitungkan kondisi politik regional jika dibiarkan berlarut-larut.

Ketegasan Buapti Jarot

Praktisi Hukum di Pontianak, Salfius Seko SH, mengatakan, ketegasan Jarot Winarno dibutuhkan dalam penentuan calon Wabup Sintang yang diusung partai koalisi.

“Idealnya sejak awal Jarot Winarno, Bupati Sintang, memiliki sikap tegas, agar tidak dibiarkan berlarut-larut. Kalau dibiarkan berlarut-larut, berarti Jarot Winarno selaku user tidak memiliki wibawa di hadapan partai politik koalisi,” kata Salfius Seko.

Kalau dibiarkan berlarut-larut bisa saja jabatan Wakil Bupati Sintang dibiarkan kosong hingga habis masa jabatan Bupati Sintang tahun 2024.

Akan tetapi kalau itu terjadi, ada kesan yang kurang baik bakal ditinggalkan Jarot Winarno setelah menghabisi masa jabatan Bupati Sintang dua periode.

Terima Usulan Nama

Sebelumnya, Bupati Sintang, Jarot Winarno, menerima Surat Keputusan Koalisi Adil Bersatu tentang pengusulan nama Calon Wakil Bupati Sintang dari Syahroni, Ketua Harian Koalisi Adil Bersatu, di Pendopo Bupati Sintang, Selasa (8/2).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Syarief Yasser Arafat, menjelaskan bahwa Pemkab Sintang selanjutnya akan memproses usulan tersebut dengan melakukan verifikasi berkas, klarifikasi kepada Koalisi Adil Bersatu dan Calon Wabup Sintang, konsultasi kepada Gubernur Kalbar di Pontianak, dan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) di Jakarta.

“Usai mendapatkan rekomendasi dari Gubernur Kalbar dan Kemendagri, maka Bupati Sintang akan mengirim dua nama Calon Wakil Bupati Sintang tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sintang,” terang Yasser.

Selanjutnya, bakal diproses lebih lanjut dan dilakukan pemilihan di DPRD Kabupaten Sintang, sampai ditetapkannya Wakil Bupati Sintang terpilih oleh DPRD Kabupaten Sintang.

Menurut Yasser, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 pasal 131 ayat 2 huruf C yang menyatakan bahwa dalam hal terjadi kekosongan jabatan Wakil Kepala Daerah yang berasal dari partai politik atau gabungan partai politik karena meninggal dunia, kepala daerah mengajukan 2 (dua) orang calon wakil kepala daerah berdasarkan usul partai politik atau gabungan partai politik yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

“Memang, ada beberapa tahapan yang akan dilalui, namun langkah pertama yang sudah mulai. Semoga setiap langkah dan tahapan mendapatkan rida Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

“Dan kita berharap, semoga tahapan ini dapat dilalui bersama hingga akhirnya dilantiknya Wakil Bupati Sintang untuk bersama-sama dengan Bupati dan seluruh elemen masyarakat membangun Kabupaten Sintang yang kita cintai,” tandas Yasser.

Segera Lakukan Pemilihan

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menyatakan sudah menyurati Pemkab dan DPRD Sintang untuk secepatnya melakukan pemilihan terkait usulan calon nama Wabup.

Ia menjelaskan, terkait perkembangan usulan Wabup Sintang, Pemprov juga sudah diminta oleh Mendagri. Untuk itu, partai pengusung harus secepatnya memenuhi hal tersebut.

“Saya harap dalam waktu dekat ini sudah ada nama yang diajukan. Karena ini sudah cukup lama, daerah lain saja yang lebih baru sudah mengusulkan. Bahkan sudah selesai masalahnya,”ujar Sutarmidji.

Bang Midji, panggilan akrabnya menambahkan, idealnya siapa yang cocok untuk mendampingi Bupati Sintang, ia tidak tahu, karena hal itu menjadi urusan partai pengusung dan Bupati Sintang sendiri.

“Kalau itu kita tak campuri yang begitu. Prosedurnya kan partai pengusung mengajukan 2 nama, nanti bupati setujui, kemudian baru dewan memilih, dan disampaikan ke kita. Setelah itu baru kita sampaikan ke Mendagri dan SK keluar baru kita lantik,” paparnya.

Ia pun meminta kalau bisa secepatnya, karena kemarin belum sepakat, karena masih ada tiga nama, sebab kalau sesuai aturan hanya cukup dua nama saja yang diajukan.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Sintang, telah menutup pendaftaran Calon Wakil Bupati Sintang, pada Jumat, 10 Desember 2021.

Saat itu, diperkirakan ada 6 orang telah mendaftarkan diri pada sejumlah fraksi di DPRD Kabupaten Sintang.

Pendaftaran yang dibuka sejak Selasa, 23 November  2021, memunculkan sejumlah nama dari partai politik pengusung, nonpartai pengusung dan masyarakat biasa. (aju/ril/dok)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda