Sintang post authorBob 15 September 2020 30

Syuting “Ngamik Semengat Padi”, Jarot Terima Kunjungan Langkau Onet-Erick Est

Photo of Syuting “Ngamik Semengat Padi”, Jarot Terima Kunjungan Langkau Onet-Erick Est SYUTING - Bupati Sintang, Jarot Winarno, menerima kunjungan lembaga Langkau Onet bersama Erick Est di kediamannya, Rumah Kopi, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, kemarin. Diketahui, kunjungan tersebut untuk pengambilan gambar produksi

Bupati Sintang, Jarot Winarno

“Untuk menjaga keberadaan adat budaya, kita perlu milenial yang miliki peminatan terhadap budaya itu sendiri dan pemilihan medium yang tepat dalam menyampaikannya. Sehingga keberadaan budaya ini akan terus bertahan lama.”

 

SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno, menerima kunjungan lembaga Langkau Onet bersama Erick Est di kediamannya, Rumah Kopi, Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, kemarin.

“Untuk menjaga keberadaan adat budaya, kita perlu milenial yang miliki peminatan terhadap budaya itu sendiri dan pemilihan medium yang tepat dalam menyampaikannya. Sehingga keberadaan budaya ini akan terus bertahan lama,” ujar Jarot.

“Film itu salah satu media yang sangat dekat dengan anak muda. Saya berharap film tentang Semengat Padi ini akan sukses,” imbuhnya.

Menurut Jarot, saat ini masyarakat harus mengurangi secara signifikan perekonomian ekstraktif yang mengambil langsung dari alam. Perlindungan alam itu, kata dia, diwujudkan dalam berbagai peraturan pemerintah. Salah satunya, Peraturan Bupati (Perbup) mengenai berladang berbasis kearifan lokal.

Ia menilai, dalam Perbup tersebut sudah diberikan aturan jelas mengenai pembakaran untuk ladang secara terbatas dan terkendali.

“Kita juga sebagai anggota LKTL (Lingkar Temu Kabupaten Lestari), sudah menetapkan batasan untuk konsesi perkebunan sawit dan amortisasi untuk industri pertambangan di Sintang, supaya konsep pembangunan berkelanjutan itu dapat terwujud,” tuturnya.

Diketahui, kunjungan itu dalam rangka pengambilan gambar untuk produksi film dokumenter “Ngamik Semengat Padi” oleh Lembaga Langkau Onet.

Langkau Onet sendiri adalah sebuah organisasi lokal di Sintang yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan lingkungan. Lembaga ini menggandeng sutradara Erick Est untuk menggarap film tersebut.

Erick Est, pemilik rumah produksi Estmovie yang berpusat di Bali, mengungkapkan rasa senangnya bisa bertandang ke Sintang. Ia mengerjakan syuting di replika betang di Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, selama tiga hari. Kemudian melanjutkan di Kota Sintang selama dua hari.

“Kita baru saja pulang dari Desa Pakak di Kecamatan Kayan Hilir untuk syuting Ngamik Semengat Padi, tentang roh padi yang diyakini oleh masyarakat Dayak. Saya sangat senang melihat budaya ini masih ada. Dan, saya terlibat dalam mendokumentasikannya. Ini suatu kebanggaan tersendiri untuk saya,” ungkapnya.

Erick berharap, proses pengarsipan budaya serupa bisa dilakukan lebih banyak lagi oleh anak muda di Sintang, di Kalimantan.

“Tadi saya ada memvideokan wawancara kita dengan Pak Bupati tentang budaya ini. Bahwa kita cukup prihatin lho dengan kondisi saat ini, dengan ada pergeseran cara hidup yang terjadi di masyarakat. Kita ngomoning padi itu, artinya kita juga membicarakan soal membuka lahan, berladang,” terangnya.

Menurutnya, percuma jika punya adat tapi tidak bisa lagi menanam padi. Oleh sebab itu, bagaimana caranya membuat Gawai Ngamik Semengat Padi, sementara tidak pernah menanam padi lagi.

“Dari papran beliau tadi, sudah terlihatlah bahwa Pemerintah Sintang sangat support untuk melestarikan lingkungan dan budaya di Sintang ini,” tutupnya.

Bicara Lewat Karya

Marlensia Emy, Ketua Langkau Onet menyebutkan bahwa pihaknya mengerjakan film dokumenter ini sebagai bagian dari program Fasilitasi Bidang Kebudayaan yang diberikan oleh Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

“Kita senang bisa diberi kepercayaan sebesar ini dari pusat dan di-support juga oleh pemerintah daerah. Kita bahagia karena menjadi bagian dari proses penting menjaga kelestarian budaya kita sendiri,” katanya.

Sebagai anak muda, imbuh dia, bisa berkarya di tanah sendiri dan bagi masyarakat sendiri, sangat menyenangkan.

“Buat teman-teman, anak muda Sintang, mari bicara lewat karya,” ajak Emy, yang juga akrab disapa Mamak Onet. (hms/lha)

 

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda