Sintang post authorKiwi 20 Mei 2020 247

Jarot Serius Lawan Covid-19, Ajak Dandim 1205/Stg Buka Bersama Orang Tanpa Gejala

Photo of Jarot Serius Lawan Covid-19, Ajak Dandim 1205/Stg Buka Bersama Orang Tanpa Gejala

SINTANG, SP - Bupati Sintang, Jarot Winarno, menunjukkan keseriusannya dalam menangani wabah virus corona (Covid-19) di wilayahnya. Sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jarot benar-benar mencurahkan perhatiannya.

Salah satu aksi nyata dalam menjalankan tugasnya adalah saat ia, mengajak Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, buka puasa bersama para Orang Tanpa Gangguan (OTG), yang diisolasi di Gedung Serba Guna Sintang, Senin (18/5) Momen tersebut diunggah Jarot di akun Instragam pribadinya, @winarnojarot.

Pada momen tersebut, tampak Jarot dan Dandim 1205/Stg, berbincang-bincang dengan para OTG. Hal tersebut, tentu saja menjadi sorotan publik. Pasalnya, 'nongkrong' bersama seperti itu belum pernah dilakukan oleh kepala daerah lain. Apalagi beberapa hari lalu, Bupati Sintang diisukan menjadi satu dari empat kepala daerah di Kalbar yang tidak serius menangani corona.

Tak hanya momen buka bersama yang menyita perhatian masyarakat, Jarot juga dikabarkan baru saja mengirimkan surat permohonan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RI di Jakarta, Letjen TNI Doni Monardo, terkait penempatan alat pemeriksaan swab PCR di RS Ade M Djoen Sintang. 

Hal tersebut diklaim karena lamanya rentang waktu hasil swab yang dikirimkan ke Litbangkes dan keterbatasan alat pemeriksaan PCR di RS Untan. Tentu ini menunjukkan keseriusannya dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin tertinggi di Sintang.

Anggarkan Rp40 Miliar

Pemkab Sintang sendiri, mengalokasikan anggaran sebesar Rp40 miliar untuk penanganan penyebaran COVID-19. Jarot mengatakan, pihaknya masih menghitung anggaran untuk penanganan COVID-19 namun belum tuntas. Sehingga Sintang termasuk satu dari 65 daerah yang belum menyerahkan revisi APBD ke pemerintah pusat.

"Kami masih sedang menghitung kegiatan stimulus ekonomi bagi masyarakat untuk menjadi RKA. Kami juga masih hitung, anggaran pembangunan jalan dan jembatan di desa desa terpencil, sebagai bagian stimulus ekonomi dan menjamin konektivitas perekonomian di desa. Tapi gambarannya, anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp40 miliar," beber Jarot.

Dikatakan Jarot, anggaran Rp40 miliar tersebut, diperuntukkan bagi bidang kesehatan, seperti pelaksanaan rapid test, melakukan isolasi orang yang reaktif dan lainnya. Kemudian untuk bidang sosial seperti bantuan bagi masyarakat yang belum dapat dari pusat dan provinsi.

"Desa juga boleh menggunakan dana desa sebesar 30 persen untuk penanganan Covid-19 seperti memberikan bantuan pada warga terdampak corona yang belum mendapat bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten," katanya.

Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Pemkab Sintang juga diperuntukkan bagi mahasiswa yang ada di Pontianak. "Rencananya baru hari ini akan kami kirim revisi APBD ke pemerintah pusat, tapi kami tidak tahu apakah ditolak atau diterima pemerintah pusat. Karena Sintang bandel, ingin hanya dipotong 30 persen saja," katanya.

Halaman Selanjutnya

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda