Sintang post authorKiwi 23 Juni 2021

Pemda Sintang Audiensi dengan Supernova Ecosystem

Photo of Pemda Sintang Audiensi dengan Supernova Ecosystem BERAUDIENSI - Bupati Sintang, Jarot Winarno, beraudiensi dengan Supernova Ecosystem, di Pendopo Bupati Sintang, kemarin. IST

KAPUAS RAYA, SP – Bupati Sintang, Jarot Winarno, beraudiensi dengan Supernova Ecosystem, didampingi oleh Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (ODP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, di Pendopo Bupati Sintang, kemarin.

Jarot bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sudah lama berkomitmen untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan.

“Dulu, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi mengusung rencana aksi percepatan pembangunan berkelanjutan. Untuk Kabupaten Sintang dan beberapa kabupaten lain, sudah berinisiatif untuk membuatnya,” tutur jarot.

“Hingga pada akhirnya, orientasi kami dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni bisa menjaga kelestarian, berkewajiban menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan penghormatan terhadap nilai historial termasuk kearifan lokal,” imbuhnya.

Seiring berjalan, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Sintang memiliki banyak mitra kerja untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan di Sintang. Seperti bergabung pada satu platform, yakni Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), yang inisiatornya ialah Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Sintang, Kabupaten Siak, Kabupaten Sigi.

“Dan sampai sekarang LTKL banyak membantu, memfasilitasi, mengadvokasi, dan mendampingi kita untuk memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim, dan banyak juga mitra kerja yang masuk ke Sintang mulai dari perencanaan, hingga rekan-rekan yang punya inisiasi yang baik di Sintang,” tutur Jarot.

Menurutnya, saat ini Kabupaten Sintang masih mengandalkan tiga sektor komoditas yang ekstraktif. Di Sintang masih ada karet, sawit, dan lada. Ketiga komoditas tersebut masuk dalam kategori komoditas yang ekstraktif, yang mengeksploitasi sumber daya alam yang luas.

“Sehingga saat ini, ketiga sektor komoditas itu menjadi koreksi bagi kami Pemerintah Daerah. Dan, kami sudah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi kegiatan ekonomi ekstraktif tersebut. Salah satunya membuat kebijakan dengan memberikan izin konsensi lahan sawit tidak lebih dari 200.000 hektare, biar lahan yang lainnya bisa digunakan untuk ekonomi kreatif,” terang Jarot.

Saat ini pula, kata Jarot, Sintang mulai berkembang menanam serai wangi, kopi, kakao, porang (iles-iles), holtikultira lainnya.

Jarot mengungkapkan bahwa Supernova Ecosystem sudah melaksanakan beberapa programnya di Kabupaten Sintang.

“Supernova Ecosystem ini adalah mitra kerja kita, banyak sudah yang dibuat dilakukan dikerjakan oleh Supernova Ecosystem ini. Mereka konsen terhadap komoditas yang berkelanjutan, dengan segmen sasaran, yakni anak muda kreatif. Para pelaku UMKM, yang memberikan kapasitas anak muda dan UMKM untuk melakukan bisnis yang baik, melakukan pendampingan, melakukan pertemuan, memberikan masukan soal marketing dan sebagainya,” jelasnya. 

Selain itu, Supernova Ecosystem juga sudah bermitra dengan beberapa pihak. Sebagai informasi, Supernova Ecosystem sudah berjalan selama kurang lebih empat bulan, bekerja sama dengan berbagai pihak yang ada di Kabupaten Sintang, yang terfokus pada komoditas, seperti tengkawang, kriya anyaman, kakao dan albumin.

Jarot menegaskan bahwa pemerintah membantu program kerja dari Supernova Ecosystem ini.

“Karena ini merupakan pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan pada segmen anak-anak muda kreatif, jadi wajib kita bantu. Perlu diketahui juga bahwa kita sudah bikin peta, profil terkait pembangunan berkelanjutan, karena pemerintah berkewajiban menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan penghormatan terhadap nilai historial termasuk kearifan lokal,” tuturnya. 

Persiapkan Perusahaan dan UMKM

Managing Partner Supernova Ecosystem, Inez Stefanie, menjelaskan tujuan kedatangan pihaknya ke Kabupaten Sintang dan apa saja program dari Supernova Ecosytem.

“Supernova Ecosystem ini merupakan organisasi katalis (Yayasan Komunitas untuk Transformasi Sosial), dengan tujuan kami ke Sintang yakni kami melihat adanya komitmen dari Pemda Sintang untuk melakukan pengembangan ekonomi secara lestari,” ucapnya.

“Maka kami hadir untuk lebih mengembangkannya lagi dengan mempersiapkan perusahaan-perusahaan serta UMKM-nya, serta ini merupakan tindak lanjut dari rekan-rekan yang sudah bermitra kerja dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang,” kata Inez.

Menurutnya, ada banya tim yang terlibat dalam Supernova Ecosystem, dengan formasi, latar belakang yang kurang lebih lengkap. Ada dari latar belakang private sector, ada yang berpengalaman di bidang multinasional, bilateral, multilateral, ada yang sering berinteraksi dengan pemerintah, ada juga yang punya peran pengembangan masyarakat untuk pendidikan dalam bidang kreatif.

Untuk saat ini, kata Inez, program sudah berjalan, sudah bekerjasama dengan berbagai pihak.

“Kami bekerja tidak dengan satu pihak, tapi program kami dibantu dan bekerja sama dengan multipihak. Seperti program pengembangan tengkawang itu kami tidak hanya bekerja sama dengan Sintang Orangutan Center, akan tetapi bekerja sama juga dengan dua kolaborator lain dengan peranannya masing-masing di sistem rantai pasok,” pungkasnya. (hms/lha)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda