Sosok post authorKiwi 02 Juni 2020 150

Mijdi : Pak Panji Contoh Teladan

Photo of Mijdi : Pak Panji Contoh Teladan Sutarmidji, Gubernur Kalimantan Barat

GUBERNUR Kalbar, Sutarmidji mengapresiasi Bupati Melawi, Panji yang secara terbuka menyampaikan dirinya Positif Covid-19. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Panji adalah langkah edukatif, agar tidak ada lagi yang menjustifikasi pasien Covid-19 dan sekaligus upaya menenangkan masyarakat agar tidak panik.

"Saya apresiasi pak Panji, beliau satu keluarga (terkonfirmasi Covid-19), beliau dengan sukarela menyampaikan secara terbuka. Artinya apa ? Tidak ada lagi yang harus kita anggap bahwa pasien Covid-19 harus dinilai negatif," katanya.

Sebagaimana diketahui tidak sedikit para masyarakat mendapat perlakuan diskriminatif setelah terkonfirmasi Covid-19. Bahkan beberapa daerah ada penolakan terhadap jenasah Covid-19. 

Sutarmidji sendiri meminta masyarakat Kalbar tidak perlu menilai negatif pasien yang terkonfirmasi Covid-19. Dia meminta masyarakat untuk tidak panik, karena Covid-19 bisa disembuhkan.

Sutarmidji mencontohkan satu buktinya, dimana ada pasien yang dirawat di RS Soedarso umur 72 tahun sempat koma, namun setelah dilakukan perawat, hari ini sudah dinyatakan sembuh. 

"Artinya ini pasien covid-19 tidak perlu dinilai negatif. Kalau pak bupati menyampaikan secara terbuka itu bagus dan saya yakin 14 hari beliau sudah semakin baik. Berkaca dari lalu ada pejabat daerah yang awalnya positif, sekarang sudah sembuh," ujarnya.

Pemkab Melawi sendiri, telah menganggarkan untuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam APBD Melawi Tahun Anggaran 2020 di Kantor Bupati Melawi dibuka Bupati Melawi, Panji, Jumat, 15 Mei 2020. Pemanfaatan anggaran sebesar Rp25,9 miliar ini dialokasikan pada tiga sektor yakni kesehatan, BPBD, hingga sektor sosial.

Dalam presentasi Rencana Kerja Anggaran (RKA) oleh OPD yang menangani percepatan penanganan Covid-19, turut dihadiri Dandim 1205 /intang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan, Kabag Ren Polres Melawi, Kompol Ramdani, Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Endang Darsono serta sejumlah kepala OPD teknis yang tergabung dalam tim gugus tugas.

"Rapat ini terkait penggunaan anggaran yang cukup besar mengambil dari dana yang serba terbatas. Tapi itu harus dilakukan dan kita ingin sebenarnya mendukung lebih dari itu," ujarnya.

Panji menerangkan secara total alokasi anggaran Covid-19 sesuai dengan penyesuaian Perbup APBD Melawi sebesar Rp25,9 miliar. Dana ini paling besar dialokasikan untuk bidang kesehatan, kemudian BPBD yang menaungi kegiatan berbagai instansi serta penanganan dampak sosial pada Dinas Sosial.

"Hal-hal ini yang kita buka untuk melihat apakah anggaran ini sudah sesuai. Saya minta masukan dari semua instansi dan institusi yang tergabung dalam tim gugus tugas," katanya.Ia berharap anggaran yang ada efektif dan efisien dan jauh dari kesalahan-kesalahan.

Pemkab juga mengundang Forkopimda untuk melihat dan memberikan masukan bersama seandainya bila ada alokasi anggotan yang salah atau keliru. "Yang pasti anggaran itu sudah bisa dieksekusi dengan mengacu perubahan Perbup yang pertama," jelasnya. (iat/eko/mul)

loading...

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda