Sport post authorBob 01 Agustus 2021

Mimpi Mario Tembus MotoGP, Pembalap Astra Honda Racing Team Diincar Tim Besar

Photo of Mimpi Mario Tembus MotoGP, Pembalap Astra Honda Racing Team Diincar Tim Besar Mimpi Mario Tembus MotoGP, Pembalap Astra Honda Racing Team Diincar Tim Besar

MARIO Suryo Aji kian dikenal publik Indonesia usai menjadi pembalap RI pertama yang mampu raih pole position di CEV Moto3.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja kerasnya selalu mengasah bakatnya, sejak usia 6 tahun hingga sekarang.

Ya, ketika anak-anak seusianya hanya menghabiskan waktu dengan sekolah dan bermain, Mario sudah turun balapan. Orang tua pembalap asal Magetan ini bahkan sudah memberi dukungan penuh kepadanya kala itu.

"Sejak kecil, saya memang bercita-cita jadi pembalap dan sudah akrab dengan dunia balap. Orang tua pun sangat mendukung. Sejak umur 6 tahun, saya sudah mulai turun di ajang balap dan saya pun menyenangi aktivitas ini, sehingga dapat menikmatinya," kenang Mario.

Walau begitu, jenis balapan yang ditekuni Mario dahulu berbeda dengan sekarang. Jika kini dirinya berpacu di lintasan aspal, dulu dia menjajal lintasan tanah.

"Pertama kali, saya memulai balapan di motocross, lalu pindah ke balapan on-road. Kemudian, mulai mengikuti Kejurnas dan akhirnya dapat masuk dalam program penjenjangan yang dilakukan PT Astra Honda Motor (AHM)," ucapnya.

"Dengan menjadi bagian dari Astra Honda Racing Team (AHRT), saya memiliki kesempatan emas untuk mendapatkan mentor terbaik dari sisi skill balap, penguasaan karakter motor dan sirkuit, pelatihan fisik serta stamina terbaik untuk balapan," tambah pembalap yang kini berusia 17 tahun itu.

CEV adalah turnamen balapan yang berfokus pada sirkuit di wilayah Eropa, terutama Spanyol dan Portugal. Banyak pembalap hebat yang lebih dahulu mengasah bakatnya di sini dan kini Mario pun mendapat kesempatan yang sama sejak bergabung ke tim AHRT.

"Saya dapat mengikuti ajang balap bergengsi mulai dari Thailand Talent Cup, Asia Road Racing Championship, Asia Talent Cup sampai akhirnya saya mendapatkan kesempatan dan didukung penuh untuk long stay di Eropa selama 3 tahun dalam mengikuti ajang CEV, sehingga saya bisa semakin fokus berlatih," tuturnya.

CEV adalah salah satu pintu masuk terdekat menuju Kejuaraan Dunia MotoGP. Dimas Ekky Pratama yang sempat berkompetisi di MotoGP kelas Moto2 pada 2017-2019 juga jebolan dari CEV.

"Ajang CEV merupakan gerbang untuk menuju Grand Prix. Banyak rider dunia yang berasal dari sini. Oleh karena itu, level tantangannya pun sangat tinggi. Kejuaraan ini diikuti oleh pembalap potensial dari berbagai negara yang didukung tim-tim besar dan kuat. Jadi, saya pun harus bisa kompetitif dan menunjukan potensi terbaik," tegasnya.

"Sampai saat ini, momen yang tentu paling berkesan di CEV adalah seri Barcelona. Meraih pole position dan bisa konsisten dalam persaingan perebutan juara terasa sangat mengesankan buat saya," lanjutnya.

Joe Roberts, Augusto Fernandez, Iker Lecuona, hingga Luca Marini si murid Valentino Rossi, adalah contoh alumni CEV yang kini eksis di Kejuaraan Dunia MotoGPp. Bedanya, mereka turun di kelas Moto2, sedangkan Mario Suryo Aji di kelas Moto3.

Mario pun menaruh mimpi yang sama. Dia bertekad untuk terus berjuang agar layak bertanding di Kejuaraan Dunia MotoGP suatu saat nanti.

"Tentu saja, mimpi saya bisa balapan di MotoGP. Namun saya sadar, untuk dapat balapan di MotoGP, bukanlah sesuatu yang instan. Jadi, saya perlu berjuang menapaki satu per satu ajang balap yang dapat semakin mendekatkan saya dengan ajang paling bergengsi yaitu MotoGP. Salah satunya, melalui tempaan di ajang balap CEV," katanya.

Mario Suryo Aji sejatinya cukup sibuk pada 2021 ini. Selain turun di ajang CEV, dia juga balapan di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ajang satelit MotoGP khsusus pembalap muda.

Mario kini menempati urutan 10 klasemen sementara dari 27 pembalap di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Prestasi terbaiknya musim ini adalah finis kelima di Sirkuit Jerez. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda