Sport post authorBob 02 Desember 2021

Milik Semua Masyarakat, Media Diharapkan Bantu Sosialisasi DBON

Photo of Milik Semua Masyarakat, Media Diharapkan Bantu Sosialisasi DBON SAMBUTAN - Menpora Zainudin Amali, yang juga hadir pada Webinar Nasional Hybird DBON 2021, Rabu (1/12), di Grand Inna Sanur, Bali. Ist

KETUA Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari berharap, media bisa turut bersama-sama mensosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Tahun 2021.

Hal ini disampaikannya saat membuka Webinar Nasional Hybird, Selasa (30/11) di Grand Inna Sanur, Bali.

"DBON adalah karya besar mengangkat untuk harkat dan martabat bangsa Indonesia yang diprakarsai Kemenpora. Demi tujuan mulia tersebut, wartawan olahraga memiliki tanggung jawab untuk menggemakan dan mensosialisasikan DBON  2021," kata Atal.

Menurut Atal, dalam diri wartawan olahraga melekat menjadi salah satu bagian pembina olahraga.

"Faktor ini menjadikan wartawan punya tanggung jawab ikut berperan terhadap prestasi olahraga. Saya mengharapkan wartawan  ikut terus menggemakan DBON ini demi pencapaian target Indonesia Emas di thun 2045," ucap Atal.

Hadir di acara pembukaan Webinar Nasional Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2021 kerja sama Siwo PWI Pusat dan Kemenpora antara lain, Deputi IV Kemenpora Drs. Chandra Bhakti, Staf Khusus Pengembangan dan Prestasi Kemenpora M. Nigara, Asisten Pemerintah Sekda Bali, Ketua KONI Bali dan Ketua Siwo PWI Pusat Gungde Ariwangsa.

Sebelumnya, peran media dalam mensosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat sangatlah besar. Terlebih, jika program tersebut masih terbilang baru.

Untuk itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI terus melakukan sosialisasi program unggulan mereka, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang baru saja mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021.

Agar komponen-komponen yang terkandung dalam DBON bisa dipahami oleh masyarakat, sosialisasi secara berkesinambungan harus dilakukan, tentu dengan dukungan maksimal dari media.

“Teman-teman jurnalis ini istimewa, karena kalau saya sosialisasikan DBON pada teman-teman jurnalis, maka akan segera tersosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” kata Menpora Zainudin Amali, yang juga hadir pada Webinar Nasional Hybird DBON 2021, Rabu (1/12), di Grand Inna Sanur, Bali.

Menurut Menpora, sebelum lahirnya Perpres No.86 tahun 2021, sosialisasi dengan kalangan media sudah dilakukan.

“Sebelum lahirnya Perpres 2021, kami sudah sosialisasikan pada teman-teman jurnalis. Karena saya menganggap, komunikasi dengan PWI, Siwo PWI, dan teman-teman jurnalis sangat penting. Sebab, teman-temanlah yang bisa mensosialiskan program ini secara cepat kepada masyarakat,” lanjut Menpora.

Dengan tersosialisasinya DBON kepada masyarakat melalui media, diharap masyarakat bisa lebih memahami pentingnya budaya olahraga dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, DBON tak hanya menjadi pedoman bagi cabang olahraga prestasi, tapi juga menjadi pedoman bagi olahraga kemasyarakatan.

“Meningkatkan budaya olahraga di tengah-tengah masyarakat adalah hulunya, sedangkan prestasi adalah hilirnya. Kalau masyarakat bugar, maka akan mudah mencari talenta-talenta di berbagai daerah. Kita ingin menciptakan sumber daya manusia yang tangguh, unggul, dan kompetitif. Semua itu diawali dari masyarakat yang bugar,” jelas Menpora.

Menurut Menpora, salah satu cara untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang adalah dengan menghitung langkah per hari seseorang. “Rata-rata orang Indonesia hanya melakukan 3.500 langkah per hari. Padahal untuk bugar, harus 7.000 langkah per hari. Untuk itu, kita terus dorong agar budaya olahraga masyarakat terus meningkat,” ucapnya.

Khusus untuk olahraga prestasi, hadirnya DBON diharapkan bisa kian meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020 yang meminta Kemenpora melakukan evaluasi total pada dunia olahraga nasional agar prestasi olahraga Indonesia di level dunia kian meningkat.

“Kalau olahraga prestasi berjalan tanpa desain, maka hasilnya akan seperti sekarang. Tidak ada lapisan bawah yang menopang atlet-atlet senior. Potret masalah itulah yang kami tangkap, baik secara pendek, menengah, dan panjang. Dari situlah lahir DBON,” ujar Menpora.

Ia menegaskan, target utama yang dibidik melalui DBON adalah prestasi di Olimpiade dan Paralimpiade. Sementara sasaran antara adalah meraih sukses di Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, ASEAN Para Games. “Pada Olimpiade 2044, Indonesia harus masuk di peringkat 5 dunia. Di Paralimpiade juga demikian. Target ini ditetapkan setelah kami berdiskusi dengan para pakar. Jadi, ada hitungannya untuk masuk ke target itu. Jka kita kosisten dan berstruktur, maka peringkat 5 dunia di Olimpade 2044 bukan hal mustahil,” tandas Menpora.

Sosialisasi program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) terus dilakukan. Tak hanya pada para pelaku olahraga, sosialisasi DBON juga menyasar kalangan media massa.

Untuk itu, Kemenpora berkerjsama dengan Siwo PWI menggelar Webinar Nasional Hybird Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) 2021, Selasa (30/11), di Grand Inna Sanur, Bali.

Acara yang bertajuk ‘Peran Siwo PWI Mendukung Sukses DBON Menuju Indonesia Emas 2045’ ini dilangsungkan selama dua hari, hingga Rabu (1/12/2021). Puluhan wartawan Bali nampak antusias menghadiri acara yang dibuka oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari tersebut.

Pada hari pertama hadir tiga pembicara. Gubernur Bali Wayan Koster diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra. Sementara Kemenpora diwakili oleh Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Chandra Bhakti dan Staf Khusus Bidang Pengembangan dan Prestasi Olahraga Mahfudin Nigara.

Dalam paparannya, Chandra menyebut kalau DBON dibuat berdasar arahan Presiden Jokowi pada Haornas 2020 yang meminta Kemenpora melakukan review total olahraga nasional. Kemenpora pun bergerak cepat dengan mengumpulkan semua stakeholder olahraga nasional untuk merumuskan DBON.

“DBON bukan milik Kemenpora, tapi milik seluruh rakyat Indonesia. Ketika kami menyusun DBON, kami melibatkan semua stakeholder olahraga di pusat dan daerah. Kami juga melibatkan kementerian-kementerian terkait,” jelas Chandra.

Meski dalam penyusunannya melibatkan banyak pihak, termasuk para pakar di bidang olahraga, namun tentunya hasil maksimal dari DBON ini tidak bisa didapat secara instan dan cepat.

 “Pada Olimpade Brisbane 2032 baru bisa diukur apakah pembinaan berdasar DBON yang kita lakukan ini sudah benar atau belum,” kata Chandra.

Menurutnya, sasaran utama DBON adalah meraih sukses prestasi di olimpiade dan paralimpiade. Sementara sasaran antara adalah meraih sukses di Asian Games, Asian Para Games, SEA Games, ASEAN Para Games.

Chandra menambahkan, DBON berfungsi untuk memberikan pedoman bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, induk organisasi cabang olahraga, dunia usaha dan industri, akademisi, media, dan masyarakat dalam penyelenggaraan keolahragaan nasional.

“Dengan demikian, pembangunan keolahragaan nasional dapat berjalan secara efektif, efisien, unggul, terukur, akuntabel, sistematis, dan berkelanjutan,” ucap Chandra. (rri/spo)

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda