Sport post authorBob 08 April 2021 63

Bamsoet: Kampung Sade Jadi Daya Tarik Wisatawan MotoGP Mandalika

Photo of Bamsoet: Kampung Sade Jadi Daya Tarik Wisatawan MotoGP Mandalika Bamsoet: Kampung Sade Jadi Daya Tarik Wisatawan MotoGP Mandalika

LOMBOK, SP - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo memastikan para pembalap dan crew yang berlaga dalam MotoGP dan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, hingga para turis asing yang datang ke Lombok, akan mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan. 

Selain itu, bisa menikmati adrenalin balap, mereka juga bisa menikmati panorama alam yang sangat indah dan asri, serta kekayaan seni dan budaya khas masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). 

"Salah satunya dengan mengunjungi Kampung Sade, tempat tinggal suku asli Sasak, yang sudah 15 generasi tinggal di sini. Dihuni sekitar 700 jiwa penduduk, menempati sekitar 150 rumah adat di areal lahan sekitar 2 hektar," demikian Bamsoet seusai berkunjung ke Kampung Sade, di Lombok, Rabu, 7 April 2021.

"Mereka tidak tergerus modernisasi, tetap mempertahankan kearifan lokal warisan leluhur. Siapapun yang berkunjung kesini, dijamin mendapatkan kesan mendalam," katanya.

Hadir Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, dan Ketua Kelompok Sadar Wisata Sanah Ardinata.

Hadir pula pengurus IMI Pusat, antara lain Wakil Ketua Umum Internasional dan Event Judiarto, Komunikasi dan Media Sosial Hasby Zamri, Hubungan Antar Lembaga Andrys Ronaldi, dan Komisi Sosial George Alexander.

Serta jajaran Mandalika Grand Prix Association (MGPA), antara lain Head Advisor Prasetyo Edi Marsudi yang juga Pembina IMI Pusat sekaligus Ketua DPRD DKI Jakarta, dan Chief Strategic Communication Officer Happy Harinto. 

Bamsoet yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), mengatakan sejak tahun 1965, Kampung Sade telah dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Sebelum pandemi Covid-19, rata-rata per bulannya tidak kurang dari 18 ribu wisatawan domestik dan 8 ribu wisatawan mancanegara berkunjung ke Kampung Sade. 

"Turis yang ingin datang kesini tidak perlu khawatir. Karena Kampung Sade dan berbagai destinasi wisata di Lombok telah mendapatkan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," jelas Bamsoet. 

Menurut Waketum Golkar, warga Kampung Sade mengandalkan mata pencaharian dengan menjadi petani sawah tadah hujan. Serta memproduksi kerajinan tenun dan pernak pernik, yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat Lombok dalam menghadapi MotoGP dan WSBK. 

"Di Kampung Sade ada tiga tipe bangunan utama. Yakni Bale Lumbung tempat penyimpanan hasil panen. Bale Berugaq tempat berkumpul warga untuk saling bercengkrama. Serta Bale Petani, sebagai hunian tempat tinggal," papar Bamsoet.

"Salah satu kekhasannya, mereka membersihkan lantai rumah menggunakan kotoran kerbau yang masih hangat agar tidak terlalu bau. Mengepel menggunakan tangan langsung, tidak menggunakan alat. Menjadi daya tarik tersendiri yang tidak ditemukan di daerah ataupun negara lain," pungkasnya. (nif)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda