Sport post authorBob 13 Oktober 2021

Dua Atlet Berjaya di Tarung Derajat, Novi dan Kiki Tambah Medali Emas Kontingen Kalbar di PON XX Papua

Photo of Dua Atlet Berjaya di Tarung Derajat, Novi dan Kiki Tambah Medali Emas Kontingen Kalbar di PON XX Papua Dua Atlet Berjaya di Tarung Derajat*Novi dan Kiki Tambah Medali Emas Kontingen Kalbar di PON XX Papua

MENDEKATI hari-hari terakhir pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Medali Emas pun bertambah. Bahkan, pada Selasa, 12 Oktober 2021, dua Medali Emas berhasil diraih.

Adalah Novianyanti, Atlet Tarung Derajat Nomor Tarung Kelas 50,1 Kg yang berhasil mempersembahkan Medali Emas. Lalu, Iageng Rizki Ariani, menambah Medali Emas ketiga. Ia bertarung di Kelas 55 Kg.
Bertarung di Venue Eme Neme Yauware di Mimika, Novi mengalahkan Petarung Tuan Rumah dan Kiki mengalahkan Atlet Tarung Derajat dari Jabar.
Raihan dua medali emas ini sangat diapresiasi oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalbar, Fachrudin D Siregar.

"Selamat kepada Novi dan Kiki, kerja keras selama ini membuahkan hasil terbaik. Tentunya ini menjadi persembahan terbaik bagi Kontingen Kalbar di PON XX. Terima kasih atas dedikasi dan perjuangannya," papar Fachrudin, saat ditemui di Kampung Harapan, Komplek Stadion Lukas Enembe, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Sebelumnya, Kontingen Kalbar telah mendapat tambahan dua medali, yaitu Medali Perak dari
Tim Aeromodeling atas nama Meygi Adi Priyanto.
Ia mempersembahkan Medali Perak dari
Nomor lomba F2D (Control Line Combat), setelah berjuang memperebutkan Medali Emas, namun kandas di tangan Jawa Timur.

Sementara itu Tim Tarung Derajat, Raihan Alfarizi harus puas mendapatkan Medali Perunggu setelah dalam final ia terkena pukulan telak dari Petarung Sumatera Utara. Padahal dari awal ia memimpin jalannya pertandingan dan menurut hitungan Angka dan ia menang namun karena terkena pukulan telak mengenai rahangnya, menyebabkan ia terjatuh dan tidak sanggup melanjutkan tarung.

Ketua Kontingen Kalbar di PON XX Papua Cluster Mimika, Suhadi SW, optimis bahwa Atletnya mampu mempersembahkan Medali yang terbaik untuk masyarakat Kalbar.

"Hal ini bukan sekedar berangan-angan, tetapi berdasarkan tampilan ketika ia bertarung melawan petarung petarung sebelumnya, yang menambah keyakinan kami bahwa Insya Allah atlet kita akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kalbar, mohon doa dan dukungannya," paparnya.

Sementara itu untuk Cabang Olahraga (Cabor) Billiar turun di kelas perorangan Single Bola 9 dan Single Bola 10 atas nama Fery dan Sahroni.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengingatkan agat para atlet Tarung Derajat yang mengikuti PON XX Papua di Venue Eme Neme Yauware di Mimika, tidak membawa pulang emosi ketika selesai bertanding.

Hal itu disampaikan Omaleng saat membuka pertandingan PON XX Papua Cabor Tarung Derajat, Jumat (8/10) didampingi Maha Guru Badai Meganagara Dradjat.

Pembukaan cabor ini ditandai dengan pengalungan noken oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng kepada Maha Guru Badai serta pemukulan tifa.

"Hari ini kita perlu bersyukur karena Tuhan masih memberikan kesehatan dan kesempatan serta memberikan semangat yang luar biasa bagi kita semua untuk ada di sini (Timika-red)," kata Eltinus.

Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat Mimika, Eltinus Omaleng menyampaikan terimakasih kepada semua kontingen yang datang.

Ia mengingatkan, cabor Tarung Derajat bukan tentang pukul memukul, tendang menendang apalagi harus meninggalkan dendam.

Menurutnya, cabor ini mengikat semuanya menjadi satu baik sebagai teman, sahabat maupun saudara.

"Karena itu, para peserta jangan pulang membawa emosi. Orang Papua tidak pernah seperti itu untuk baku pukul. Tetapi harus duduk sama-sama minum kopi,"kata bupati sembari tertawa.

Menurutnya, Tarung Derajat merupakan olaharaga full body dan full contact sehingga setiap atlet harus waspada dalam melakoninya. Ia tidak ingin para atlet mengalami cedera serius usai bertanding pada PON XX Papua.

"Dan meskipun kita menonton pertandingan, tetap kita harus menjaga prokes. Kita saat ini sudah turun PPKM tetapi prokes harus tetap diperhatikan," ujarnya mengingatkan sambil berharap semuanya berjalan lancar dan sukses.

Perlu diketahui, sebanyak 20 provinsi ikut dalam pegelaran PON XX Papua Cabor Tarung Derajat. Yakni Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat dan Provinsi Jambi.

Selain itu, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kepri, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Aceh, Banten, Nusa Tenggara Barat, Jambi, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Untuk pertandingan hari pertama, sebanyak 21 partai akan ditandingkan. Untuk putra kelas 49,1-52 kg tiga partai, kelas 52,1-55 kg dua partai dan kelas 55,1-58 kg juga dua partai.

Putera di kelas 58,1-61 kg dua partai dan kelas 61,1-64 kg ada tiga partai. Sementara untuk putri di kelas 45,1-50 kg ada dua partai dan di kelas 50,1-54 kg sama dua partai.

Kelas seni gerak - gerak tarung diikuti 5 provinsi. Kontingen Jawa Tengah diwakili Deni Karya Nugroho dan Fabio Salfa Riscky. Kontingen Sulawesi Selatan diwakili Muhlis dan Nasran.

Jawa Barat diwakili Hanhan Ramdani dan Muarif Hidayatulloh. Muhammad Iqbal dan Juanda mewakili Aceh serta Muh. Nasrul dan Kaleb Hanueby mewakili Papua.

Antusias penonton di Venue Tarung Derajat pun cukup tinggi. Walau demikian, kepatuhan terhadap Prokes tetap diperhatikan penonton dan panitia penyelenggara. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda