Sport post authorBob 13 Oktober 2021

Perenang Muda Kalbar Masuk Enam Besar di Dua Nomor PON XX Papua

Photo of Perenang Muda Kalbar Masuk Enam Besar di Dua Nomor PON XX Papua Perenang Muda Kalbar Masuk Enam Besar di Dua Nomor

ELSA Anasya, perenang muda harapan Kalbar memang belum menorehkan prestasi yang terbaik dan mempersembahkan medali pada PON XX Papua Tahun 2021. Namun, ia mampu masuk dalam enam besar di dua kelas pada partai final Cabor Renang.

Tampil di Arena Aquatik Stadion Lukas Enembe. Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin, 11 Oktoner 2021, Elsa harus berjuang keras saat turun di Nomor 200 Meter Gaya Bebas dan 100 Meter Gaya Punggung. Elsa bersaing dengan para perenang nasional, yang secara usia sudah matang.

"Elsa adalah atlet renang masa depan Kalbar. Ia yang termuda di antara peserta lainnya. Saya yakin, ke depannya ia akan terus meningkat kemampuan dan prestasinya," ujar Chief de Mission (CdM) Kalbar di PON XX Papua, Sarpani.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainuddin Amali mengapresiasi atas keberhasilan para atlet yang memecahkan rekor di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Salah satu rekor yang tercipta pada PON XX Papua yakni renang gaya dada 200 meter putra diraih perenang DKI Jakarta, Gagarin Nathaniel Yus. Gagarin berhasil finish dengan catatan waktu 2 menit 17.81 detik, dalam babak final yang yang berlangsung di kolam Aquatik, kawasan Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/10).

Sebelumnya, dia pemegang rekor nasional untuk nomor yang sama dengan catatan waktu 2 menit 15.36 detik. Selain itu, rekor lain juga tercipta pada nomor gaya dada 200 meter putri dipegang Ressa Kania Dewi dari Jawa Timur dengan catatan waktu 2 menit 33.97 detik.

"Ini luar biasa semangat dari para atlet di tengah situasi pandemi tapi masih ada pemecahan rekor," kata Menpora Amali.

Menurutnya, jika dalam situasi normal ada pemecahan rekor itu murupakan hal yang biasa. Namun saat ini di tengah situasi pandemi Covid-19 lalu ada pemecahan rekor tentunya menjadi hal yang luar biasa. "Masih ada pemecahan rekor saat situasi pandemi. Berarti keinginan atlet untuk berprestasi sangat luar biasa," tutur Menpora Amali.

Untuk diketahui, selama masa pandemi Covid-19 kurang lebih dua tahun, aktivitas latihan oleh para atlet dibatasi. Agenda kejurnas bahkan ada yang ditiadakan. Tentunya berpengaruh pada persiapan atlet dalam menghadapi PON XX Papua.

Menpora Amali berharap kepada Pemerintah Daerah dan PRSI dapat memanfaatkan fasilitas venue aquatik setelah PON dengan kegiatan Kejuaraan Nasional maupun regional.

"Harus ada kegiatan, gelar event Kejurnas disini, sehingga fasilitas ini dimanfaatkan. Venue yang hebat ini bisa bermanfat untuk Papua. Terutama dapat mencetak talenta bakat yang luar biasa dari tanah ini," harap Menpora Amali. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda