Pesepakbola Afsel Positif Covid-19, Warga Tolak Olimpiade Tokyo

Photo of  Pesepakbola Afsel Positif Covid-19, Warga Tolak Olimpiade Tokyo  PROTES - Warga Jepang berkumpul untuk rapat umum di distrik perbelanjaan Shinjuku Tokyo Minggu, 18 Juli 2021, untuk memprotes Olimpiade yang dimulai pada 23 Juli 2021. Mereka memegang tanda-tanda yang menuliskan: Tidak Ada Olimpiade. (AP Photo/Yuri Kagey

TOKYO (AP) — Dua pemain sepak bola Afrika Selatan menjadi atlet pertama di Olimpiade Tokyo yang diumunkan positif Covid-19 pada Minggu, 19 Juli 2021. Temuan ini mengagetkan mengingat pembukaan pesta olahraga sejagat ini siap digelar di Tokyo, Jumat, 23 Juli 2021.

Selain itu, seorang ofisial tim sepak bola Afrika Selatan juga dinyatakan positif, begitu juga dengan anggota keempat kontingen Afrika Selatan, pelatih kepala tim rugby tujuh. Tim rugbi berada di kamp pelatihan pra-pertandingan di kota lain di Jepang.

Dilansir Suara Pemred dari The Associated Press, Minggu, pihak penyelenggara mengkonfirmasi tes positif untuk dua atlet di pemukiman atau Desa Olimpiade di Tokyo pada Minggu, tetapi tidak mengidentifikasi nama mereka, selain hanya menegaskan bahwa mereka bukan orang Jepang.

Komite Olimpiade Afrika Selatan kemudian mengkonfirmasi tiga kasus Covid-19 dalam delegasi sepak bola di dua pemain dan seorang analis video. “Ketiganya sekarang diisolasi di fasilitas isolasi Tokyo 2020,” demikian pernyataan resmi komite Olimpiade Afrika Selatan.

Namun darui lacakan, kedua pemain itu adalah bek Thabiso Monyane,  dan gelandang Kamohelo Mahlatsi.

Anggota skuad sepak bola Afrika Selatan lainnya telah dites negatif untuk virus selama dua kali, dan mengikuti dengan cermat semua rekomendasi dari otoritas kesehatan setempat, menurut komite Olimpiade Afrika Selatan.

Afrika Selatan akan bermain melawan Jepang dalam pertandingan pertama kompetisi sepak bola putra di Stadion Tokyo, Kamis, 22 Juli 2021.

Pelatih rugby tujuh Afrika Selatan Neil Powell dinyatakan positif pada Sabtu,  17 Juli 2021, dan berada di fasilitas isolasi di kota selatan Kagoshima, di mana tim sedang mempersiapkan Olimpiade.

“Powell harus tinggal dalam isolasi selama 14 hari,  dan akan melewatkan kompetisi rugby tujuh,” kata badan rugby nasional Afrika Selatan.

Powell telah divaksinasi Covid-19 bermerek Johnson & Johnson (JJ) sekali pakai di Afrika Selatan pada 24 Mei, 2021, demikian Harmse, Juru Bicara Tim JJ.

Pejabat Olimpiade dan sepak bola Afrika Selatan tidak segera mengkonfirmasi apakah dua pemain sepak bola dan ofisial yang dites positif telah divaksinasi.

Namun, komite Olimpiade Afrika Selatan menyatakan pada Mei 2021 bahwa mereka akan menawarkan vaksin J&J kepada semua atlet Olimpiade yang pergi ke Tokyo.

Penyelenggara Olimpiade Tokyo juga menyatakan pada Minggu, atlet lain telah dites positif, tetapi orang ini tidak tinggal di Desa Olimpiade. Atlet ini juga diidentifikasi sebagai non-Jepang. Juga pada Minggu, anggota Komite Olimpiade Internasional pertama dilaporkan positif.

Dia tercatat positif saat dites pada Sabtu saat memasuki Bandara Tokyo. Komite Olimpiade Internasional mengkonfirmasi tes tersebut,  dan mengidentifikasinya sebagai Ryu Seung-min dari Korea Selatan.

Dia memenangkan medali emas Olimpiade 2004 untuk tenis meja. Ryu Seung-min dilaporkan ditahan di ruang isolasi. Laporan menyatakan bahwa orang itu tidak menunjukkan gejala. 

Presiden IOC Thomas Bach menegaskan pada pekan lalu bahwa tidak ada risiko atlet di desa itu menularkan virus ke orang Jepang atau penduduk desa lainnya.

Sementara itu, mantan pelari jarak jauh Tegla Loroupe, kepala misi Tim Olimpiade Pengungsi IOC, dinyatakan positif Covid-19 sebelum tim berangkat dari pangkalan pelatihan Doha, Qatar, ke Tokyo, dua orang yang mengetahui kondisinya mengatakan kepada The Associated Press. 

Tim telah menunda kedatangannya di Tokyo,  dan banyak yang diperkirakan akan mulai tiba dalam beberapa hari ke depan.

Loroupe diperkirakan akan tetap tinggal, menurut sumber, yang meminta anonimitas karena mereka tidak berwenang untuk mengungkapkan informasi medis. 

Penyelenggara menegaskan bahwa sejak 1 Juli 2021, 55 orang yang terkait dengan Olimpiade telah dilaporkan tes positif. Angka ini tidak termasuk atlet atau orang lain yang mungkin telah tiba untuk kamp pelatihan, tetapi belum berada di bawah ‘yurisdiksi’ panitia penyelenggara. 

Desa Olimpiade di Teluk Tokyo akan menampung 11 ribu atlet Olimpiade,  dan ribuan staf pendukung. 

Tokyo melaporkan 1.008 kasus Covid-19 baru pada Minggu, hari ke-29 berturut-turut di mana kasusnya lebih tinggi dari tujuh hari sebelumnya. Itu juga merupakan hari kelima berturut-turut dengan lebih dari 1.000 kasus dilaporkan. 

Olimpiade akan dibuka pada Jumat depan di bawah keadaan darurat di Tokyo dan tiga prefektur tetangga. Perintah darurat berlangsung hingga 22 Agustus 2021. Olimpiade ditutup pada 8 Agustus 2021.

Warga Dilarang Nonton Langsung

Penggemar — lokal dan dari luar negeri — telah dilarang untuk menghadiri semua acara Olimpiade di Tokyo dan tiga prefektur tetangga. Beberapa tempat terpencil memungkinkan segelintir penggemar lokal menonton. 

Sementara itu, sekitar 200 pengunjuk rasa berkumpul pada Minggu ini di luar stasiun Shinjuku di pusat Tokyo, melambaikan tanda-tanda bertuliskan: Tidak Ada Olimpiade.

Aksi ini adalah yang terbaru dari serangkaian protes kecil selama beberapa bulan terakhir yang menargetkan Olimpiade. 

“Kami tidak hanya memprotes Olimpiade,” kata pengunjuk rasa Karoi Todo. “Kami menentang pemerintah secara keseluruhan – ini mengabaikan hak asasi manusia dan hak kami untuk hidup. Infeksi meningkat. Menggelar Olimpiade tidak bisa dimaafkan.”(PWS)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda