Sport post authorBob 20 Januari 2021 123

Peningkatan Kapasitas SDM Wasit Sepak Takraw Ala M Sabir

Photo of Peningkatan Kapasitas SDM Wasit Sepak Takraw Ala M Sabir M Sabir, wasit Sepak Takraw berlisensi internasional yang kembali menjabat sebagai Ketua Bidang (Kabid) Perwasitan PB PSTI untuk ketiga kalinya. Ist 

PERAN dan fungsi wasit dalam suatu pertandingan, sangat lah penting. Karena wasit menjadi pengadil di lapangan, yang juga menentukan hasil pertandingan tersebut. Nah, untuk itu dituntut adanya kualitas wasit yang terbaik.

Ini lah yang menjadi ekspetasi Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI), kepada M Sabir. Sang wasit Sepak Takraw berlisensi internasional. Ia diamanahkan kembali sebagai Ketua Bidang (Kabid) Perwasitan PB PSTI untuk ketiga kalinya.

Sebagai Kabid Perwasitan, Sabir bertekad meningkatkan kapasitas wasit dengan program unggulan yang akan dilakukan adalah peningkatan SDM wasit Nasional, Astaf dan Istaf. Kedua, menata sistem rekruitmen wasit dan menata regulasi penugasan wasit sesuai kompetensi dan event.

“Ketiga adalah memperbanyak pelatihan dan penataran wasit Nasional. Kemudian yang keempat adalah melakukan penataan standarisasi SDM wasit dan kelima membuat buku pedoman perwasitan,” ujarnya.

Muhammad Sabir, S.Pd. M.AP, adalah wasit Sepak Takraw andalan Indonesia di kejuaraan-kejuaraan internasional. Ia kelahiran Wajo, 31 Desesmber 1971. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala UPTD PPLP Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Barat.

Pengalaman kariernya adalah mewasiti beberapa ajang internasional, yaitu SEA Games Palembang-Jakarta di Indonesia 2011. SEA Games Kuala Lumpur 2017 dan SEA Games Philipinnes 2019. Dengan berbagai pengalaman dan kemampuannya, Sabir terus mengabdi pada Cabor asli Indonesia ini. Sabir juga menjadi koordinator wasit saat pagelaran Asian Games 2018 di Jakarta.

“Di tingkat local, kita terus mencoba memberikan yang terbaik pada Cabor Sepak Takraw. Secara individu, atlet-atlet di daerah punya potensi besar. Apabila dengan baik, maka mereka akan terus memberikan prestasi dan kebanggaan kepada Negara,” tutur Sabir.

Menurut Sabir, seorang wasit harus harus punya totalitas saat menjalankan amanahnya dalam memimpin pertandingan. Di tingkat Regional Asia, maka wasit-wasit yang berlisensi nasional dan juga Asia. Untuk cabor sepak takraw misalnya, seluruh wasitnya memiliki lisensi tingkat Asia yang diberikan oleh Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF).

Dua wasit yang duduk di bawah merupakan officer referee dan dan Co referee. Officer referee bertugas mengawasi keseluruhan pertandingan dan melihat kendala aopa yang terjadi, sedangkan Co referee bertugas mencatat poin sebagai pertandingan agar tidak terjadi kesalahan. Di sisi yang berlainan, ada asisten wasit yang membantu mengawasi dari sisi yang tak terjangkau wasit lainnya.

“Wasit yang duduk di atas memimpin pertandingan dan bertugas menghitung poin, menentukan bola masuk, dan mengambil keputusan jika ada protes. Makai adalah seseorang yang adil, objektif, memahami aturan, dan tentu saja teliti,” pungkasnya. (mul)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda