Sport post authorBob 24 Juli 2021

Alet Indonesia Siap Berburu Emas Olimpiade

Photo of Alet Indonesia Siap Berburu Emas Olimpiade Alet Indonesia Siap Berburu Emas Olimpiade

TOTAL ada delapan Cabang Olahraga (Cabor) yang melibatkan atlet Merah Putih di Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 23 Juli-8 Agustus 2021 ini.

Kedelapan cabang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diikuti para atlet Indonesia itu adalah Angkat Besi, Bulutangkis, Atletik, Menembak, Panahan, Dayung, Renang, dan Selancar.

Di Cabor Angkat Besi, ada Eko Yuli Irawan (61 kg Putra), Deni (67 kg Putra), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg Putra), Windya Cantika Aisah (49 kg Putri), Nurul Akmal (+87 kg Putri).

Sementara Cabor Bulutangkis di antaranya Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie. Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung

Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ganda Putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Dan

Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti

Kemudian di Cabor Atletik, ada Lalu Muhammad Zohri (Lari 100 m Putra) dan Aplhina Tehupeiory (Lari 100 m Putri).

Sementara di Cabor Menembak, ada Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba (Air Riffle 10 m Putri, Rifle 3 Positions 50 m Putri)

Sedangkan di Cabir Panahan ada Riau Ega Agatha (Individu Putra, Beregu Putra, Beregu Campuran), Arif Dwi Pangestu (Beregu Putra), Alviyanto Prastiyadi (Beregu Putra), Diananda Choirunisa (Individu Putri, Beregu Campuran).

Kemudian, di Cabor Dayung, Melani Putri, Mutiara Putri (Lighteweight Double Sculls Putri), jadi satu-satunya wakil Indonesia.

Aflah Prawira (Gaya Bebas 400 m Putra, Gaya Bebas 1.500 m Putra) dan Azzahra Permatahani (Medley Individu 400 m Putri), sebagai wakil Cabor Renang.

Total kontingen Indonesia yang berangkat menuju Olimpiade Tokyo 2020 berjumlah 77 orang. Semuanya sudah masuk dalam Surat Keputusan (SK) yang telah diterbitkan Komite Olimpiade Indonesia (NOC) awal Juli lalu.

Tim yang dipimpin Chief de Mission (CdM) Rosan Roeslani itu terdiri dari 28 atlet plus satu cadangan, 25 tim ofisial, dan 23 orang personel tim head quarter Chief de Mission.

"Surat Keputusan (SK) kontingen sudah kami keluarkan. Total ada 29 atlet, 25 ofisial, dan 23 tim CdM yang tidak termasuk Pak CdM, Ketua Umum NOC, Sekjen NOC, Dubes RI untuk Jepang. Untuk masseur, nutrisionist, dokter sudah disediakan dari tim CdM untuk semua cabor," kata Sekjen NOC, Ferry Kono.

Ferry Kono mengakui Tokyo Organizing Committee Olympic Games (TOCOG) maupun pemerintah Jepang memberikan batasan kuota kedatangan peserta Olimpiade karena kondisi pandemi Covid-19. Termasuk pembatasan mobilitas seluruh peserta yang datang ke Tokyo nantinya.

"Misalnya untuk PABSI [Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia], kuota aslinya hanya 3 tim ofisial. Tapi mereka mau bawa dokter sendiri, Dr. Andi dan satu pelatih lagi. NOC bisa memperjuangkan tambahan dua ofisial jadi kontingen mereka 10, termasuk 5 atlet yang sudah lolos," jelas Ferry.

Sementara itu, CdM Rosan mengatakan jumlah 28 atlet plus satu cadangan yang lolos telah melebihi target 22 atlet yang ditetapkan sebelumnya.

Jumlah ini dianggap cukup bagus karena dengan pertimbangan banyaknya kualifikasi yang ditunda atau dibatalkan akibat pandemi, jumlah kontingen Indonesia yang lolos sama dengan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang digelar dalam kondisi normal.

Keberangkatan kontingen akan dibagi menjadi empat tahapan. Bulutangkis yang meloloskan 11 atlet akan berangkat lebih dulu untuk menjalani latihan terakhir di Kumamoto pada Kamis (8/7).

"Angkat besi, panahan, dayung, menembak, renang, selancar akan berangkat 17 Juli. Kemudian Tim CdM serta NOC Head Quarter pada 23 Juli dan terakhir atletik berangkat pada 24 Juli," ujar Rosan.

Rosan juga melaporkan bahwa semua atlet juga telah mendapatkan vaksin pertama pada 26 Februari dan kedua pada 13 Maret yang diinisiasi Kemenpora.

Status kategori 1 negara dengan risiko tinggi penularan Covid-19 juga membuat seluruh kontingen Indonesia wajib melakukan tes swab PCR tujuh hari berturut-turut sebelum keberangkatan dan tujuh hari sejak kedatangan di Jepang. (ant/cnn)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda