Sport post authorBob 25 November 2021

Harus Terus Bersinergi, Mei Purwowidodo: KONI Mitra Pemerintah Kota Pontianak

Photo of Harus Terus Bersinergi, Mei Purwowidodo: KONI Mitra Pemerintah Kota Pontianak Harus Terus Bersinergi, Mei Purwowidodo: KONI Mitra Pemerintah Kota Pontianak

KETUA Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak, Mei Purwowidodo mengatakan bahwa sebagai mitra dari pemerintah, maka dana pembinaan olahraga yang ada di KONI merupakan kewenangan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Hal ini, kata Pak Mei, tentu melahirkan suatu sinergitas, termasuk adanya figur Ketua KONI Kota Pontianak, yang kedepannya wajib mampu bekerja sama dengan Pemkot Pontianak.

"Meskipun penentuan dalam memilih Ketua KONI, merupakan hak dari seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) Olahraga, atau setidaknya harus didukung Pengcab-Pengcab Cabor. Namun, kekuatan sinergitas KONI dan Pemkot tidak bisa diabaikan," ujar Mei.

Untuk itu, dalam rangka regenerasi kepengurusan KONI Kota Periode 2021-2025, sebagai Ketua KONI yang sudah bertugas sejak empat tahun lalu,, maka Pak Mei menilai, ke depannya Ketua KONI Kota Pontianak, tetap harus mampu bekerja sama dengan Pemkot.

"Semua ini dalam rangka meningkatkan pembinaan prestasi atlet, karena KONI itu bermitra Pemkot Pontianak, yang tentunya harus ada chemistry organisasi. Ini sangat penting, agar terjalin kerja sama yang harmonis," paparnya.

Pak Mei menjelaskan, sudah mengetahui bahwa saat ini sudah ada dua nama yang akan maju dalam Pemilihan Ketua KONI Kota Pontianak masa bakti 2021-2025, yakni Nanang Setia Budi dan Herman Hofi Munawar.

Ia pun sudah mempersilahkan setiap pengcab Olahraga untuk menentukan pilihannya. Hal ini, bukan sekedar dukung-mendukung secara perorangan, namun memang persyaratan maju menjadi Calon Ketua KONI adalah mendapat dukungan dari Pengcab Cabor.

Mengenai jadwal pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) yang agenda utamanya pemilihan Ketua KONI Kota Pontianak, Mei menjelaskan akan digelar usai KONI Kalbar melaksanakan Musorprov.

"Kita sudah bentuk kepanitian, yang saat ini juga sedang bekerja mempersiapkan pelaksanaannya. Semoga semuanya berjalan lancar sesuai yang telah diagendakan oleh KONI Kota. Siapa saja berhak mendaftar dan yang nantinya terpilih, itulah yang terbaik bagi pembinaan olahraga di Kota Pontianak yang selama ini sudah sangat baik," ujarnya.

Sebelumnya, Mei menjelaskan, dalam membangun prestasi olahraga, ada beberapa faktor penunjang yang patut juga dipikirkan.

Selain Saprasnya juga harus tersedia, sebagai hardware, ada software yang terus menerus update mengikuti zaman, yaitu pelatih. Ia mengatakan, atlet tanpa pelatih yang berkualitas, pasti ibarat bangunan tanpa pondasi.

"Tentunya tidak akan kokoh dan rentan untuk roboh. KONI, selain mengepush Pengcab, agar terus berkompetisi. Juga mendorong Pengcab untuk bisa mengupdate keilmuan para pelatihnya," katanya.

"Supaya bisa terus memperbaharui metode kepelatihan yang dimiliki.Untuk selanjutnya bisa diterapkan ilmu barunya kepada anak didik supaya lebih berprestasi," lanjut Mei.

Bagi Pengcab yang siap untuk melaksanakan TOT training of trainer, Koni telah menyediakan dana untuk kebutuhan itu. Salah satu Pengcab yang akan mengadakan pengembangan SDM kepelatihannya adalah Pengcab IPSI, yang akan berlangsung pada  Desember 2021.

"Agar bisa menghemat pembiayaannya biasanya kita yangg mengundang instruktur Nasional untuk hadir di sini. Masing-masing perguruan silat yang ada di kota Pontianak, diwajibkan untuk mengirimkan para pelatihnya," ujarnya.

"Pontianak tidak akan kekurangan pelatih silat yang berkualitas. Dan dengan sendirinya atlet semakin berkualitas. Semoga program ini bisa memotivasi Pengcab Cabor yang lain ikut juga memikirkan pengembangan kepelatihannya. Salam Olah Raga Jaya," pungkasnya. (mul)

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda