Wisata post author001 12 Januari 2021 88

Mistis Kepulauan Seribu: Hantu Maria yang Ratusan Tahun Ratapi Kekasihnya

Photo of Mistis Kepulauan Seribu:  Hantu Maria yang Ratusan Tahun Ratapi Kekasihnya Legenda Maria van de Velde, gadis manis Belanda yang terus menantikan kedatangan sang kekasih hingga akhir hayatnya. Lahir di Amsterdam, 29 Desember 1693, Maria meninggal di Onrust dalam usia 28 tahun di Oonrust, 19 November 1721.(Grafis: Waraney PSG)

TRAGEDI  jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (9/1), masih sangat menyisakan kepiluan terutama di kalangan keluarga dan kerabat dekat karena orang-orang yang dicintai telah pergi untuk selamanya, dan dadakan!

Ditinggalkan selamanya di mana peristiwa kematian terjadi secara tiba-tiba, juga menjadi inti dari sebuah kisah mistis yang memilukan di Pulau Oonrust, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Adalah Maria van de Velde, seorang gadis manis Belanda yang terus menantikan kedatangan sang kekasih hingga akhir hayatnya. Lahir di Amsterdam, 29 Desember 1693, Maria meninggal di Onrust dalam usia 28 tahun di Oonrust, 19 November 1721.

Maria diyakini adalah putri petinggi Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang diboyong oleh orang tuanya ke Pulau Onrust di Teluk Jayakarta, Hindia Belanda. Maria, si dara jelita yang berusia remaja ini, sedang kasmaran. Dari pulau kecil nun jauh dari kampung halamannya, ia memupuk cinta sejatinya. Menunggu kedatangan kekasih menjemputnya dengan biduk asmara.

Namun, penantian yang percuma membuatnya putus asa. Di ujung kisah, pada 1721, Maria tutup usia membawa serta cintanya yang tak kesampaian. Penyebab kematiannya masih misterius. Warga asli meyakini arwah Maria pada malam-malam tertentu bergentayangan sambil menangis terisak-isak.

Selama hampir empat abad alias 400 ratus tahun, arwahnya terus menantikan kekasihnya yang tanpa dia ketahui memang tak pernah akan kembali lagi karena sudah meninggal dunia.

Kisah tentang Maria juga mengilhami seorang penulis perempuan bernama Astryd Diana Savitri dalam membuat buku berjudul Sarcophagus Onrust. Buku itu juga dibesut ke layar lebar.

Di batu nisan setebal 10 sentimeter di  makam Maria terdapat puisi dalam bahasa Belanda. Tulisan-tulisan itu mulai samar-samar karena tergerus roda waktu:

 

Mayatnya dikubur

walaupun ia pantas hidup bertahun-tahun lamanya seandainya Tuhan berkenan demikian

Namun rupanya Jehova (Tuhan)

menghalangi itu dengan kematian(nya).

Maria hilang, Maria tiada lagi!

Bukan! Saya tarik kembali kata itu.

Karena diucapkan tanpa pikir panjang.

Maka...

semoga kelancanganku langsung didenda!

Kini Maria baru sungguh-sungguh hidu

sejak hidup dekat dengan Tuhannya

Maria  diyakini meninggal akibat penyakit tropis. Pada masa itu, banyak pendatang dari Belanda meninggal dalam usia muda gara-gara tubuhnya tak bisa menyesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

"Tapi, Maria termasuk perempuan kuat. Kebanyakan yang berlayar ke sini itu laki-laki, perempuan jarang. Saya yakin, dia meninggal karena penyakit biasa. Saat itu kan memang banyak yang mati muda. Bisa jadi terkena malaria," ucap Rosadi, pemandu wisata Pulau Oonrust.

Dari puisi itu pula, bisa jadi Maria adalah keturunan Yahudi apalagi pada masa itu banyak orang Yahudi yang bermukim di Belanda. Hal ini bisa disimpulkan dari kata 'Jehovah', yang artinya Tuhan bagi orang-orang Israel.

Sebenarnya, masih ada makam perempuan Belanda lain yang usianya tak terpaut jauh dari Maria. Sebut saja Johanna Kalf. Papan petunjuk menerangkan, perempuan itu istri seorang bangsawan Belanda yang juga meninggal dalam usia sekitar 23 tahun.

 

Mistis Pulau Edam

Dari sekian banyaknya pulau di gugusan Kepulauan Seribu,  Pulau Edam layak menjadi destinasi wisata alam yang cukup populer untuk para wisatawan. Sebagai salah satu pulau mistis di kawasan itu, pulau yang juga bernama Damar ini menjadi saksi bisu saat kawasan Batavia di masa Kolonial Belanda.

Dibalik keindahan Pulau Edam, ternyata banyak menyimpan sejarah menarik. Di sini terdapat bekas Istana Camphuijs yang dibangun pada abad ke-16 oleh seorang Gubernur berkebangsaan Belanda, yakni Johanes Camphuijs.

Berkat pembangunan istana tersebut, Pulau Edam yang awalnya tidak berpenghuni akhirnya menjadi kawasan asri dengan membawa unsur Jepang di lingkungan istana. Sebelum dibangun istana, Pulau Edam sering dikunjungi oleh bajak laut.

Perairan pulau Edam sering dilewati oleh banyak kapal-kapal besar yang melintas. Hal inilah yang menjadikan pembangunan Mercusuar Vast Licht, menara, untuk memancarkan cahaya saat malam hari untuk memberikan penerangan jalur kapal melintas. Mitos yang beredar bahwa Mercusuar Vast Licht dihuni oleh arwah-arwah Kolonial Belanda.

Di Pulau Edam terdapat pula makam Ratu Fatima Syarifah, wali dari seorang sultan pada abad ke-17. Namun sayang, wanita tersebut sangat dibenci oleh penduduk Batavia. Hal ini karena Ratu Fatima Syarifah bekerja sama dengan kolonial Belanda untuk mendapatkan kekuasaan, dan mampu memimpin wilayah. Makam Ratu Fatima Syarifah persis berada di belakang Mercusuar Vast Licht.

Setelah pulau Edam ramai dikunjungi oleh banyak orang, kawasan ini berkembang pesat di sektor perdagangan. Aktivitas transaksi berjalan seperti pada umumnya, namun beberapa sumbermenyatakan bahwa para bajak laut sering menjual hasil jarahannya di Pulau Edam.

 

Pantai Perawan

Pantai Perawan yang berlokasi di Pulau Pari menyimpan suatu legenda yang sampai saat ini masih dipercayai oleh masyarakat sekitar dan wisatawan. Konon. ada seorang gadis kecil yang bermain sendirian di Pantai Perawan. Namun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, gadis kecil tersebut hilang dan tidak pernah kembali.

 

Pohon Tua

Berlokasi di Pulau Bidadari, terdapat sebatang pohon besar yang dipercaya mampu membawa banyak rezeki dan jodoh untuk setiap orang. Terdapat beberapa cara untuk mendapatkan keajaiban dari pohon tersebut, mulai dari mengambil foto hingga menyiraminya. Hal tersebut masih diyakini dan beberapa diantaranya mengakui bahwa pohon tersebut adalah tumbuhan sakti.

 

Pulau Panggang

Pulau Panggang menyimpan suatu cerita yang menyeramkan. Dahulu, sebelum Pulau Edam menjadi pusat perdagangan di Batavia, Pulau Panggang dijadikan tempat eksekusi untuk tawanan para bajak laut yang membangkang dan tidak taat aturan: dipanggang!

 

Misteri Cerita Pulau Onrust

Pulau mistis lainnya di Kepulauan Seribu adalah Pulau Onrust. Nama pulau Onrust diambil dari bahasa Belanda dan mempunyai makna 'pulau yang tidak pernah beristirahat'. Akan tetapi, banyak orang menyatakan bahwa pulau ini terinspirasi dari nama jendral Belanda, yakni  Bais Onrust Cornelist van der Walck.

Pulau Onrust pada zaman kolonial Belanda dikenal sebagai pusat aktivitas kota Jakarta. Mulai dari pagi hingga malam hari, kegiatan orang-orang yang berada di pulau Onrust terus dilakukan, dan seakan-akan memberikan kesan, bahwa kawasan ini tidak pernah beristirahat, dan terus menerus bergerak. Itu sebabnya pulau Onrust pada zaman dahulu selalu ramai.

 

Makam Pribumi

Di pulau Onrust terdapat kawasan khusus yang dijadikan pemakaman bagi masyarakat pribumi. Ciri khas dari pemakaman ini adalah didominasi oleh penggunaan batu bata. Di pemakaman pribumi terdapat satu gubuk kecil yang dijadikan makam Sukamarji Kartosuwiryo, pemimpin Darul Islam yang dituduh sebagai pemberontak pada zaman penjajahan Belanda.

 

Penjara Belanda

Meskipun dibangun oleh orang-orang Belanda, namun penjara ini baru beroperasi pada zaman penjajahan Jepang. Terdapat empat ruangan pada penjara tersebut, di antaranya, gladiator, interogasi, ruang sumpah, dan negoisasi. Namun saat ini para wisatawan dilarang memasuki penjara Belanda karena pondasi dari bangunan tersebut sudah lemah dan beresiko.(lip/001)

 

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda