Bengkayang post authorel giants 07 Januari 2020 314

Pemkab Bengkayang Rombak Jabatan Struktural

Photo of Pemkab Bengkayang Rombak Jabatan Struktural PELANTIKAN – Plt Bupati Bengkayang, Agustinus Naon saat melantik pejabat struktural di lingkungan Pemkab Bengkayang, Senin (6/1). Pelantikan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan lelang jabatan. Mereka yang dilantik diharapkan dapat menjalan tugas dengan

BENGKAYANG, SP – Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkayang, Agustinus Naon melantik enam pejabat tinggi Pratama, 27 pejabat administrator, dan 46 pejabat pengawas di lingkungan Pemkab Bengkayang di Aula II kantor  Bupati Bengkayang, Senin (6/1).

Pelantikan dibagi menjadi dua sesi karena banyaknya jumlah pejabat yang dilantik.  Sesi pertama pelantikan dilakukan pagi untuk pejabat eselon II, kemudian dilanjutkan siang hari untuk pelantikan eselon III dan IV.

Pelantikan yang dilakukan merupakan tidaklanjut proses dari seleksi jabatan atau lelang jabatan beberapa waktu lalu, serta rangkaian tindaklanjut tes kompetensi dan evaluasi pejabat pimpinan tinggi pratama di Pemkab Bengkayang. 

Plt Bupati Bengkayang, Agustinus Naon mengatakan, pelantikan yang dilakukan adalah tahapan akhir dari rangkaian proses seleksi jabatan tinggi pratama. Pelantikan juga sesuai dengan peraturan yang mengharuskan pengisian pejabat melalui seleksi terbuka, dengan pesertanya adalah ASN dan telah memenuhi kriteria.

"Proses seleksinya mulai 6 September sampai 16 Desember 2019. Hasil keputusan tim panitia seleksi jabatan direkomendasikan tiga nama kandidat terbaik dari masing-masing jabatan oleh Plt Bupati untuk dilantik," kata Naon.

Menurut Naon, proses tahapan seleksi telah dilakukan melalui aplikasi Sijapti secara terbuka, objektif dan transparan. Kegiatan tersebut juga di monitoring secara kontinyu oleh KASN yang hasil akhir di input secara otomatis.

"Kita semua berharap hasil seleksi menghasilkan pejabat yang berkualitas, mempunyai kompetensi, dedikasi, loyalitas, dan amanah dalam menjalankan tugas," harap Naon. 

Agustinus Naon juga berharap setelah dilantik roda pemerintah daerah semakin baik dan terarah. Dia percaya, pejabat yang dilantik mampu melaksanakan tugas dengan baik dan berinovasi dalam bekerja. 

"Semua OPD mampu melakukan terobosan yang selaras dengan kemajuan teknologi dalam melakukan pelayanan publik. Saya berharap semua lebih meningkatkan gairah dan motivasi kerja dalam melaksanakan tugas pokok, dan hubungan yang baik untuk kemajuan Bengkayang," pungkas Naon. 

Sementara Kepala BKDPSDM Bengkayang, Geraldus menyatakan, pelantikan dilakukan karena kepentingan organisasi dan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Ia berharap dengan mutasi yang dilakukan meningkatkan gairah kerja, prestasi dan output kinerja Pemkab Bengkayang di segala bidang.

Terkait pejabat yang dilantik berdasarkan hasil seleksi jabatan, Geraldus menyatakan, proses seleksi sudah dilakukan terbuka. Setiap tahapan seleksi menentukan tiga nama dan kemudian dipilih satu nama untuk ditentukan dan ditetapkan bupati.

"Tiga nama dengan nilai tertinggi dari Pansel disampaikan ke bupati sebagai PPK, dan bupati memilih satu nama dari antara tiga. Tentunya bupati punya kriteria dan penilaian tersendiri sehingga munculkan satu nama,” jelasnya. 

Nama yang dipilih jelasnya tidak mutlak mereka yang mendapat peringkat satu dari hasil seleksi dari penilaian akademik.

“Nilai tinggi itu berdasarkan penilaian pansel, tetapi penilian bupati sebagai PPK itu lain," ucap Geraldus. 

Geraldus menegaskan, proses seleksi pejabat pimpinan tinggi pratama tidak ada rekayasa. Karena 55 persen dari Pansel berasal dari jalur independen.

 "Ini yang perlu saya luruskan, jadi tidak ada persepsi ada indikasi rekayasa, karena Pansel 55 persen orang luar,” tegasnya. (nar/jee)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda