Bengkayang post authorel giants 09 Januari 2020 379

PT PSA Tak Hadir Mediasi dengan Masyarakat

Photo of PT PSA Tak Hadir Mediasi dengan Masyarakat MEDIASI - Kepala Desa Belimbing, Suardi (tengah) diapit tokoh masyarakat Desa Belimbing, Petrus SA dan Kapolsek Lumar, Ipda Sunarli di lokasi mediasi yang akhirnya gagal dilakukan karena manajemen PT PSA tidak datang menghadiri. Sikap perusahaan ini dises

BENGKAYANG, SP - Pemerintah Desa Belimbing, Kecamatan Lumar menggelar diskusi untuk membantu menyelesaikan persoalan masyakat desa dengan PT Perintis Sawit Andalan (PSA), Rabu (8/1). 

Namun diskusi batal dilakukan karena tidak ada satupun perwakilan dari perusahaan yang datang, meskipun sudah diundang secara resmi. Padahal warga, tokoh masyarakat, tokoh adat dan kepolisian telah hadir. Hal ini membuat masyarakat kecewa.

Kepala Desa Belimbing, Suardi menjelaskan bahwa diskusi diadakan agar apa yang menjadi keluhan masyarakat dapat didengar oleh menejemen PT PSA yang beroperasi di Desa Belimbing.

Salah satunya permasalahan mengenai pengajuan perbaikan jalan yang rusak oleh warga kepada perusahaan dan belum dijawab hingga saat ini. Jalan yang diajukan sepanjang tiga kilometer di area perkebunan. 

"Ini keluhan masyarakat yang belum terjawab. Sehingga 4 Januari 2020, masyarakat datang di kantor desa menyampaikan keluhan. Hari ini kita undang diskusi dengan perusahaan, namun tidak ada dari perusahaan yang hadir," sesal Suardi.

Menurut Suardi, selama ini keluhan masyarakat tidak tersampaikan dan membuat pemerintah desa melakukan diskusi terbuka untuk mendapat jawaban. Seharusnya kata Suardi, kehadiran perusahaan dapat menyejahterakan masyarakat dan bukan malah sebaliknya. 

"Masyarakat berharap kehadiran perusahaan dapat menyehaterakan masyarakat, namun hingga saat ini hal tersebut tidak dirasakan,” ungkapnya.

Pihak desa dilanjutkan Suardi juga sangat berharap perusahaan memperhatikan wilayah setempat, kesejahteraan masyarakat maupun dampak sosialnya.

“Ini yang kita harapkan dari perusahaan dan kita juga tidak pernah mengintervensi perusahaan, kita hanya berharap diperhatikan kesejahteraan masyarakat saja," harapnya.

Suardi menambahkan, saat ini banyak warga yang bekerja PT PSA yang dikenakan pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa kejelasan dan terkesan terintimidasi.

"Padahal, kehadiran perusahaan di daerah setempat dijanjikan bisa menyejahterakan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu tokoh masyarakat Desa Belimbing yang juga mantan anggota DPRD Bengkayang, Petrus SA menilai PT PSA terkesan mengintimidasi masyarakat, karena apa yang menjadi permintaan masyarakat selalu tidak ditanggapi. Petrus juga menyesalkan perusahaan yang selalu menjadikan aparat sebagai tameng untuk berlindung dalam menyelesaikan masalah. 

"Mereka ini investasi apa intimidasi. Karena saya lihat setiap permintaan dari masyarakat tidak digubris. Bahkan, mereka menyatakan kalau kurang kapolsek kita ada kapolres, ada kapolda, kita punya uang, kita punya waktu, kita punya orang. Jadi tujuannya mau investasi atau mau cari musuh. Sedikit kita protes pecat kerja," sesalnya.

Petrus berharap PT PSA tidak mengabaikan apa yang menjadi hak masyarakat, dan berinvestasi di lahan masyarakat dengan benar.

“Jangan salahkan masyarakat jika terjadi hal yang tidak baik dikemudian hari,” kata Petrus mengingatkan. (nar/jee) 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda