Bengkayang post authorKiwi Kiwi 20 Desember 2019 1,270

Siswa SMAN 1 Ledo Ulangan Pakai Android

Photo of Siswa SMAN 1 Ledo Ulangan Pakai Android UJIAN – Para siswa SMAN 1 Ledo, Bengkayang tengah ulangan dengan menggunakan Android di sekolah mereka beberapa waktu lalu.

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Ledo, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, menerapkan ulang umum berbasis Android atau personal computer (PC), atau yang disebut e-paper test (non kertas). Inovasi ini merupakan salah satu bentuk perkembangan dalam revolusi 4.0.

Guru Prakarya dan Kewirausahaan SMAN 1 Ledo, Ressi Nata Sumanda menjelaskan, cara ini dipakai untuk mengurangi penggunaan kertas, memudahkan guru karena jawaban terkoreksi otomatis, dan tentu menekan pengeluaran dana setiap ulangan umum.

Walau berada jauh dari kota, penerapan inovasi ini merupakan bukti sekolah tak kalah memperbarui pendidikan di era digital. E-paper test ini merupakan pemanfaatan fitur Google Form.

"Kami menggunakan aplikasi yang kami sebut e-paper test dalam ulangan umum. Aplikasi ini adalah aplikasi yang digunakan siswa untuk ulangan umum menggunakan Android maupun PC," ujarnya Jumat (20/12).

Ressi menjelaskan, dengan aplikasi ini, kurang dari satu menit usai siswa menyelesaikan ujian mereka, hasilnya sudah diketahui.

"E-paper test ini memudahkan peserta didik karena mereka sudah terbiasa dengan alat komunikasi seperti smartphone. Jadi peserta didik tidak lagi canggung menggunakannya. Selain itu, bagi siswa yang tidak memiliki handphone, pihak sekolah memberikan fasilitas PC sekolah untuk mengakses e-paper test," jelasnya.

"Walau berada jauh dari pusat pemerintahan, kabupaten maupun provinsi, kami tetap berusaha untuk memberikan pendidikan terkini berbasis IT agar tidak ketinggalan dengan sekolah di kota besar," tambah Ressi.

Siswa pun merasa ulangan berbasis Android ini lebih mudah dan menyenangkan. Cara yang mudah, jawaban yang bisa diganti dengan cepat bila ragu, hingga nilai yang langsung keluar begitu selesai, membuat inovasi ini disenangi.

Kepala Sekolah SMAN 1 Ledo, Atong merasa bangga dengan perkembangan di sekolahnya. Karena sekolahnya mampu menunjukkan, bukan hanya ke warga sekolah, tapi juga dunia pendidikan bahwa SMAN 1 Ledo bisa memanfaatkan teknologi.

"Terlebih saya ucapkan terima kasih kepada Ressi Nata Sumanda sebagai guru yang menghadirkan e-paper test dan memperkenalkannya d SMAN 1 Ledo," tutur Kepsek.

Jika dulunya anggaran ulangan umum mencapai Rp21 juta, kini cukup Rp10 juta. Angka tersebut hanya untuk honor petugas dan pengawas, serta konsumsi, tanpa ada biaya fotokopi.

Atong menyatakan, bahwa ulangan berbasis Android tersebut terinspirasi dari pidato Gubernur  Kalbar, Sutarmidji pada pembukaan LATSAR CPNS 2019 Provinsi Kalbar. Dalam pembukaan tersebut, Midji  mengatakan di era sekarang, kemajuan ditentukan dengan mengutamakan kecepatan dan  percepatan terutama di bidang IT.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkayang, Gustian Andiwinata mengapresiasi penerapan e-paper test. Selain menghemat biaya cetak, cara ini dinilainya efektif dan efisien.

“E-paper test ini boleh dikembangkan ke depan untuk mengukur kemampuan dan keberhasilan siswa dalam penguasaan asesmen kompetensi yang menjadi tolak ukur keberhasilan siswa, baik literasi dan numerasi dan karakter,” tutupnya. (narwati/balasa)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda