Sport post authorAep Mulyanto 23 Januari 2020 366

Pebulutangkis Ganda Campuran Indonesia Perbaiki Mental Bertanding

Photo of Pebulutangkis Ganda Campuran Indonesia Perbaiki Mental Bertanding MELATI Daeva Oktavianti, pasangan ganda campuran Bulutangkis Indonesia

MELATI Daeva Oktavianti, pasangan ganda campuran Bulutangkis Indonesia, menyebut penampilan buruk di Indonesia Masters 2020 dikarenakan persoalan mental. Dara cantik berusia 19 tahun tersebut siap berbenah menyongsong jadwal kejuaraan dunia lainnya.

Di gadang-gadang bisa menembus final turnamen Bulutangkis Indonesia Masters, Melati yang berpasangan dengan Praveen Jordan, justru tersingkir di perempatfinal. Mereka dikalahkan ganda nonunggulan asal Perancis Thom Gicquel/Delphine Delrue, melalui rubber games, dengan skor 19-21, 21-14, dan 18-21.

Padahal, mereka sudah mengantisipasi kejutan dari lawan yang tampil sip di babak sebelumnya. Thom/Dephine melaju ke babak delapan besar usai mengalahkan ganda campuran Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai.

"Tentu kalau dari diri saya, sangat kurang puas banget. Harusnya yang di Indonesia Masters bisa tembus Perancis. Awal-awal sudah memimpin, hanya pas pertengahan menuju 11 langsung berbalik. Poin mepet-mepet terus sampai 18-18, kemudian kehilangan gampang banget di poin kritis," kata Melati.

Masalah utama Melati adalah urusan teknis. Ia mengakui banyak mati sendiri. Walau sebelumnya, sang lawan mengalahkan ganda campuran Thailand, Dechapol/Sapsiree dengan dua game langsung, namun secara rangking, Melati/Praven, lebih diunggulkan.

“Jadi sebenarnya sudah prediksi bakal ramai. Pemain putranya juga me-cover bagus, mereka punya kualitas lah, jadi enggak kaget sih. Sudah siap bakal susah melawan mereka," pemain rangking lima dunia ini menambahkan.

Kini, Praveen/Melati sudah mulai berlatih kembali di Cipayung. Saat ini, mereka berfokus ke persiapan turnamen lain, yakni German Open dan All England 2020 di bulan Maret.

"Yang, pasti bakal lebih berat. Seperti eror-erornya itu. Pada tahu juga mungkin bahwa saya dan Praveen mainnya kalau sudah error itu sulit untuk keluar dari situ.Kalau sudah tertekan untuk kami mengembalikan keadaan sulit," kata dia. (rtr)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda