Sport post authorAep Mulyanto 27 Januari 2020 160

Bruder Stephanus Benahi Kepengurusan Lemkari Kalbar Usai Konflik

Photo of Bruder Stephanus Benahi Kepengurusan Lemkari Kalbar Usai Konflik SIAP JUARA – Karateka Pengprov Lemkari Kalbar foto bersama menjelang keberangkatan menuju Kejurnas beberapa waktu lalu.

KONFLIK ditubuh internal Perguruan Karate Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari), telah berakhir. Hal ini ditandai dengan keluarnya Putusan Kasasi dari Mahkamah Agung (MA), yang sudah inkrah dan mendapat kekuatan hukum.

Putusan Kasasi ini disampaikan langsungoleh Bendahara Umum (Bendum) PB Lemkari, Bruder Stephanus Paiman OFM Cap. Bruder Steph menyatakan, bahwa sesuai putusan MA Jakarta tertanggal 14 Oktober 2019, menolak permohonan Kasasi PB Lemkari Masa Bakti 2016-2020, di bawah kepemimpinan Yudhi Crisnandi.

Putusan tersebut juga menghukum pemohon Kasasi membayar biaya. Putusan tersebut tentunya disambut dengan suka cita oleh Karateka yang setia dengan sang pendiri, yakni Saiko Shihan Anton Lesiangi (Karateka Lemkari DAN 9).

"Ya, benar bahwa putusan tersebut sudah inchrah, artinya dengan putusan tersebu kita dapat berkiprah kembali, tanpa harus was-was untuk melaksanakan giat dalam dunia perkaratean," ujarnya.

Bruder Steph menjelaskan, bahwa ia dihubungi oleh Ketua Umum PB Lemkari Anton Lesiangi, Jeanni Monoarfa, via telepon dan dikirimi salinan putusan via Whatsapp. Menurutnya, ini adalah kado terindah bagi pengikut Setia Lemkari Anton Lesiangi.

“Dan hadiah khusus untuk Saiko Shihan Anton Lesiangi di awal tahun 2020 ini. Kita telah berjuang dan mendapatkan hasil terbaik. Ini menunjukkan bahwa yang benar akan mendapatkan kebenaran," kata Bruder Steph.

Konflik ditubuh PB Lemkari ini juga berdampak di Kalbar, juga terkena imbas dari kemelut ini, sehingga para atlet menjadi korban. Namun, semua itu hanya karena keserakahan oknum saja, sehingga terpecah-belah dan yang menjadi korban adalah atlet.

“Saya ingat beberapa kali, atlet berprestasi kami dicekal saat akan bertanding, walaupun pada akhirnya kami dapat membuktikan bahwa atlet yang kami perjuangkan tersebut dapat berprestasi dengan mempersembahkan medali perak buat Kalbar," paparnya

Dengan adanya kepastian hukum ini ia mengajak jajaran karate berbenah. Bruder Steph langsung menyatakan bahwa mereka yang dulunya “menyeberang”, biarlah tetap menyeberang, tidak perlu kembali lagi.

“Karena kami tahu bahwa orang-orang seperti ini tak layak bersama kami lagi, karena sudah ada yang coba mulai, sok akrab menghubungi via telpon," sambungnya.

Saat ini lanjutnya sedang diproses untuk pemakaian lambang dan nama perguruan di pusat. Semoga, kata Bruder, dalam waktu dekat semakin jelas dan tuntas.

“Kami juga siap untuk memberikan bantuan hukum via Lawyer FRKP bagi atlet dan oang tua yang merasa tertipu oleh iming-iming oknum tertentu dalam kasus ini,” kata Bruder Steph.

Dan yang terpenting bagi Lemkari Anton Lesiangi Kalbar, lanjut Bruder, adalah berbenah untuk kembali hadir di kancah dunia perkaratean dengan tujuan prestasi, dibentengi semangat Bushido serta tetap menjunjung tinggi sportivitas olahraga.

Ketua Dewan Guru Lemkari Anton Lesiangi, Shuseki Shihan William Mantiri Karateka DAN 8 telah menyampaikan dan dan mengamanahkan kepada Bruder Stephanus Paiman dan jajaran untuk membenahi Lemkari di Kalbar.

"Saya sudah dibubungi Ketua Dewan Guru Lemkari Anton Lesiangi, Shuseki Shihan William Mantiri dan menyerahkan sepenuhnya kepada saya dan Shihan Kornelis Karateka DAN 5 (Anggota Dewan Guru) untuk membenahi dsn menyeleksi pengurus dan anggota Karateka Lemkari Anton Lesiangi di Kalbar. Semoga amanah ini dapat kami laksanakan dengan baik," pungkasnya. (mul)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda