Kubu Raya post author Kiwi 25 September 2026

700 Jemaah Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang Kontak dan Korban Kapal Virgo di Kubu Raya

Photo of 700 Jemaah Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang Kontak dan Korban Kapal Virgo di Kubu Raya

KUBU RAYA, SP – Lebih dari 700 jemaah mengikuti doa bersama untuk mendoakan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Krakatau serta para korban kapal Virgo yang tenggelam. Kegiatan tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Parit Bugis Darat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat terhadap para korban, sekaligus ungkapan belasungkawa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Ketua panitia, Samsul Hardi, yang juga merupakan jurnalis Kalimantan Barat, mengatakan kegiatan doa bersama tersebut merupakan bentuk dukungan dan solidaritas rekan-rekan jurnalis terhadap sesama insan pers yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan.

Selain itu, doa juga dipanjatkan untuk para korban kapal Virgo yang tenggelam, termasuk mereka yang hingga kini belum ditemukan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami, khususnya rekan-rekan jurnalis, terhadap sesama jurnalis yang hilang kontak serta para korban kapal tenggelam. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Samsul.

Sementara itu, Kepala Desa Kuala Dua, Haji Abas, S.Ag., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Ia juga berharap para korban yang belum ditemukan dapat segera ditemukan melalui ikhtiar pencarian yang terus dilakukan.

Menurutnya, doa bersama yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat.

Dai asal Malaysia, Syech Faizal Ilahi bin Habeburahman, yang memimpin doa bersama, mengajak jemaah memanjatkan doa melalui kecintaan dan keteladanan Rasulullah SAW.

Ia berharap para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, sementara mereka yang belum ditemukan dapat segera ditemukan. Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keberkahan.

Salah seorang warga, Usman, yang bertugas sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC), mengaku merasa terhormat dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, meskipun kegiatan dilaksanakan di lingkungan kampung, semangat kepedulian masyarakat Parit Bugis terhadap sesama tetap terjaga, terutama bagi para korban kapal tenggelam dan jurnalis yang hilang kontak.

Ia menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan rasa kemanusiaan dapat tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Perkuat Persatuan dan Kepedulian Masyarakat

Melalui kegiatan doa bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, warga berharap persatuan, kepedulian sosial, serta tali silaturahmi antarwarga semakin erat.

Masyarakat juga berharap kebersamaan dan doa yang dipanjatkan dapat membawa kebaikan bagi keluarga korban, masyarakat Kalimantan Barat, serta Indonesia secara keseluruhan.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai musibah dan tantangan yang dihadapi, semangat gotong royong, kepedulian, dan solidaritas sesama harus terus dijaga. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda