PONTIANAK, SP - Petinju kebanggaan Kalimantan Barat (Kalbar), Daud Yordan, menegaskan komitmennya untuk kembali menghidupkan gairah tinju profesional Indonesia.
Melalui ajang Back to Champion 2026, pria yang akrab disapa Cino ini tidak hanya ingin kembali menunjukkan kemampuannya di atas ring, tetapi juga membuka jalan lahirnya juara-juara dunia baru dari Tanah Air.
Gelaran tersebut dijadwalkan mengguncang GOR Terpadu Ayani, Kota Pontianak, pada 10 Oktober 2026.
Selain menjadi panggung comeback Daud Yordan setelah hampir dua tahun tidak bertanding, ajang ini juga menghadirkan sejumlah petinju potensial Indonesia, seperti Ongen Saknosiwi, Faisal Panjaitan, Jon Jon Jet, Hebi Marapu, hingga Leonardo Yordan.
Sebagai promotor di bawah bendera Daud Yordan Promotions (DYP), Daud menegaskan bahwa kehadiran para petinju tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras dan pengorbanan mereka selama menjalani proses latihan.
“Saya tahu persis mereka memang mendedikasikan full pagi dan sore di gym. Mereka menempa kehidupannya bersama dengan rekan-rekannya yang lain, sehingga saya percaya bahwa mereka harus mendapatkan kesempatan,” ujar Daud Yordan dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026.
Pria yang juga mengemban amanat sebagai anggota DPD RI periode 2024-2029 itu meyakini jam terbang melalui pertandingan profesional berskala besar sangat penting bagi perkembangan seorang petinju.
Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi salah satu modal utama untuk membawa atlet muda melanjutkan estafet prestasi Indonesia di pentas internasional.
Daud optimistis Indonesia tidak akan pernah kehabisan talenta hebat di atas ring selama tersedia wadah yang mampu memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkembang.
Karena itu, Back to Champion 2026 diproyeksikan menjadi salah satu panggung bagi lahirnya generasi baru petinju Indonesia.
“Sehingga ketika kesempatan itu hadir untuk mereka, saya kira mereka siap untuk nanti bisa menjadi the next, baik dari saya maupun juga bakal menjadi juara-juara penerus yang nanti bisa membanggakan kita di Indonesia,” tutur Daud.
Di tengah berkembangnya berbagai konsep olahraga hiburan, Daud Yordan Promotions berkomitmen membangun pertandingan yang tetap mengedepankan prestasi.
Menurut Daud, tinju profesional tidak cukup hanya mengandalkan popularitas atau gimik, tetapi harus dibangun melalui pembinaan, pertandingan berkualitas dan manajemen yang profesional.
“Tentu melalui Daud Yordan Promotions dan teman-teman kita yang membangun kepromotoran, saya yakin tidak ada yang mustahil. Kita bisa menciptakan banyak atlet yang akan berprestasi, khususnya tinju di Indonesia,” katanya.
Petinju yang dijuluki Daud “Boxing Senator” Yordan tersebut memastikan dirinya bersiap kembali ke ring profesional pada Oktober 2026 melalui agenda Back to Champion.
Kembalinya Daud menjadi momentum penting setelah hampir dua tahun tidak bertanding karena cedera serta kesibukannya menjalankan tugas sebagai anggota DPD RI dan Ketua KONI Kalimantan Barat.
Dalam program RRI Podcast Hub RRI Pontianak yang tayang melalui YouTube pada Senin, 11 Agustus 2026, Daud mengatakan kecintaannya terhadap tinju menjadi alasan utama dirinya kembali bertanding di level internasional.
“Saya merasa belum habis di olahraga ini. Saya tumbuh dan lahir dari olahraga tinju, sehingga saya yakin ini saatnya menunjukkan bahwa saya masih mampu bersaing di level elit dunia,” ujar Daud Yordan.
Daud saat ini telah mencatatkan 48 pertandingan profesional dengan 43 kemenangan, termasuk 31 kemenangan melalui knockout (KO). Pada laga mendatang, ia bersiap tampil di kelas dengan berat di atas 70 kilogram sekaligus menjadikan pertandingan tersebut sebagai langkah awal menuju target yang lebih besar.
Kembalinya Daud ke dunia tinju juga ditandai dengan hadirnya Daud Yordan Promotions, sebuah wadah kepromotoran yang dibangun bersama promotor muda asal Putussibau, Kapuas Hulu, Alex Kristian.
Alex mengatakan, kehadiran DYP tidak semata-mata untuk mendukung perjalanan karier Daud Yordan. Lebih dari itu, promotor tersebut disiapkan sebagai wadah bagi petinju-petinju muda, khususnya dari daerah, untuk mendapatkan kesempatan bertanding dan berkembang menuju level nasional hingga internasional.
“Visi saya bersama Bung Daud adalah memberikan wadah bagi talenta-talenta muda daerah di Kalimantan Barat dan Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa dengan prestasi, anak daerah bisa sukses dan dilirik dunia,” kata Alex Kristian.
Sebagai Presiden Daud Yordan Promotions, Daud akan berkolaborasi dengan Alex Kristian yang bertindak sebagai CEO. Keduanya menargetkan DYP menjadi wadah pembinaan sekaligus pintu masuk untuk menemukan dan mencetak generasi baru petinju berbakat dari Kalimantan Barat maupun berbagai daerah di Indonesia.
Di tengah kesibukannya sebagai anggota DPD RI dan pembina olahraga di Kalimantan Barat, Daud mengaku tetap menjaga kondisi fisik dan kebugarannya. Disiplin dalam latihan serta menjaga pola hidup menjadi bagian yang tidak dapat ditinggalkan meskipun aktivitas di luar ring semakin padat.
Menurutnya, konsistensi dan komitmen merupakan bagian penting dalam mempertahankan performa seorang atlet, terlebih ketika harus mempersiapkan diri menghadapi pertandingan setelah cukup lama tidak naik ring.
Melalui Back to Champion 2026 pada Oktober mendatang, Daud berharap dapat kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas ring sekaligus membuka jalan bagi agenda yang lebih besar. Di saat yang sama, DYP ingin menjadikan panggung tersebut sebagai awal dari perjalanan lahirnya petinju-petinju baru yang mampu membawa nama Indonesia hingga ke pentas dunia.(tim)