Bengkayang,SP - Perum Bulog Wilayah Kalimantan Barat mengevaluasi dan mempercepat penyerapan jagung pipilan kering dari petani untuk memenuhi target cadangan jagung pemerintah tahun 2026 di semester II, dengan Kabupaten Bengkayang menjadi salah satu tumpuan utama karena memiliki potensi produksi terbesar di Kalbar.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kalimantan Barat Rasiwan mengatakan potensi produksi jagung Kalbar pada periode Agustus-Oktober 2026 diperkirakan mencapai sekitar 17 ribu ton, dengan sekitar 14 ribu ton di antaranya berasal dari Kabupaten Bengkayang.
"Bulog Kalimantan Barat sudah memetakan kabupaten-kabupaten yang memiliki potensi panen jagung terbesar. Potensi terbesar ada di Kabupaten Bengkayang," kata Rasiwan seusai rapat evaluasi penyerapan jagung pipilan kering di Bengkayang, Jumat (28/8).
Menurut dia, besarnya potensi produksi di Bengkayang menjadi peluang bagi Bulog untuk mengejar target penyerapan jagung Kalbar tahun 2026 yang ditetapkan sekitar 16.400 ton.
Target tersebut meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan target tahun sebelumnya. Karena itu, Bulog memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, penyuluh pertanian dan pemangku kepentingan lainnya agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal.
"Ini menjadi tugas kita bersama antara pemerintah daerah provinsi dan Polri untuk sama-sama mengawal dan menyerap semaksimal mungkin jagung pipilan kering pada periode triwulan ketiga," ujarnya.
Rasiwan mengatakan hingga saat ini realisasi penyerapan jagung Bulog Kalbar pada 2026 baru sekitar 1.500 ton. Meski demikian, capaian tersebut telah lebih tinggi dibandingkan penyerapan pada periode yang sama tahun sebelumnya dan diharapkan meningkat seiring masuknya periode panen pada Agustus hingga Oktober.
Ia menilai target penyerapan tersebut masih realistis apabila potensi produksi yang telah dipetakan dapat dimaksimalkan. Bahkan, potensi panen Kalbar selama tiga bulan mencapai sekitar 17 ribu ton, atau lebih besar dibandingkan target penyerapan jagung Bulog Kalbar selama setahun.
"Kita punya mimpi bagaimana bisa mengejar target jagung ini. Walaupun target jagung ini dari tahun sebelumnya tiga kali lipat. Secara nasional targetnya satu juta ton dan Kalbar kebagian sekitar 16.400 ton. Ini sangat menantang, tetapi kita anggap sebagai tantangan," katanya.
Ia mengatakan percepatan penyerapan diperlukan untuk memastikan hasil panen petani memiliki kepastian pasar, terutama ketika produksi meningkat pada musim panen. Penyerapan tersebut sekaligus mendukung pemenuhan cadangan jagung pemerintah.
Dalam evaluasi tersebut, Bulog juga menekankan pentingnya pembenahan dan sinkronisasi data produksi dengan kondisi riil di lapangan. Data pemerintah daerah akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan wilayah produksi, potensi panen dan strategi penyerapan.
"Kita melihat dan menganalisa tentu berdasarkan data pemerintah daerah. Data ini memang harus dijadikan patokan, tetapi terus kita perbaiki," katanya.
Rasiwan mengatakan evaluasi di Bengkayang menjadi bagian dari upaya Bulog memastikan potensi produksi di daerah sentra benar-benar dapat dikonversikan menjadi penyerapan. Sebelumnya, evaluasi serupa di Kabupaten Sambas telah menunjukkan hasil optimal.
"Bulog ditugasi mengelola bahan pangan, terutama padi dan jagung. Kami juga mengambil jagung di Kabupaten Bengkayang karena produksinya sangat besar," katanya.
Ia berharap penguatan koordinasi dan pembenahan data dapat mempercepat penyerapan pada periode panen Agustus-Oktober 2026 sehingga target jagung Kalbar dapat dicapai sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.
Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalbar yang diwakili Gufroni Arsyad mengatakan Bengkayang merupakan salah satu daerah dengan produksi jagung terbesar di Kalimantan Barat sehingga memiliki posisi strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan jagung pemerintah.
Menurut dia, kebutuhan jagung di pasar juga relatif tinggi, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak, seperti ayam pedaging. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas akses pasar.
BRMP, kata dia, terus berkoordinasi dengan Polda Kalbar dan jajaran kepolisian untuk mendukung ketersediaan benih jagung hingga tingkat desa.
Terus Melakukan Pengembangan
Sementara itu, Wakapolres Bengkayang Kompol Suparwoto mengatakan Kabupaten Bengkayang secara geografis memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan komoditas jagung. Polres Bengkayang juga terus melakukan pemetaan dan pengecekan lahan serta memperbarui data untuk memastikan kesesuaian antara potensi produksi dan hasil yang dapat diserap.
"Bengkayang secara kuantitas geografis daerah sangat baik dalam mengelola pertumbuhan jagung, tetapi target ke Bulog terkadang masih belum tercapai," katanya.
Ia mengatakan Polres Bengkayang terus mendorong inovasi dalam pengembangan lahan, termasuk memanfaatkan lahan bekas pertambangan emas tanpa izin (PETI) untuk budidaya jagung. Hasil produksi dari lahan tersebut dinilai cukup baik.
Bengkayang juga mendapat dukungan benih untuk pengembangan jagung di lahan seluas sekitar 4.700 hektare yang kemudian didistribusikan ke kecamatan hingga tingkat desa.
Suparwoto menegaskan keberhasilan program penyerapan membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam memastikan data produksi yang digunakan benar-benar valid dan diperbarui sesuai kondisi lapangan.
Di sisi lain, Polres Singkawang mengakui masih menghadapi kendala dalam memperoleh kelompok tani (poktan) maupun petani perorangan yang bersedia bekerja sama dari tahap budidaya hingga penyerapan hasil panen untuk disalurkan kepada Polri dan Bulog.
Kabag SDM Polres Singkawang Kompol Tomy C mengatakan sebagian hasil panen jagung petani di wilayah tersebut telah lebih dahulu dipesan oleh sejumlah pengusaha sehingga ruang kerja sama untuk mendukung penyerapan Bulog menjadi terbatas.
Selain itu, kondisi lahan yang sulit dikelola juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas jagung di Singkawang.
"Wilayah Singkawang masih mengalami kendala terkait sulitnya mencari poktan atau petani perorangan yang mau diajak kerja sama dalam mengelola dari awal hingga akhir hasil panen jagung untuk disuplai ke pihak Polri dan Bulog," katanya.
Untuk memperluas produksi, Polres Singkawang bersama pemerintah daerah terus mencari lahan yang siap ditanami jagung. Saat ini telah disiapkan sekitar 105 hektare di Singkawang Selatan dan 57,5 hektare di Singkawang Timur, dengan target pengembangan keseluruhan mencapai 400 hektare.
Upaya tersebut juga disertai dengan penjajakan dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi anggota yang terlibat dalam pengembangan usaha jagung.
Rapat evaluasi penyerapan jagung pipilan kering tersebut digelar di Aula Pertemuan Hotel Lala Golden Bengkayang, Jumat, dan diikuti unsur Bulog, BRMP Kalbar, kepolisian, Pemerintah Kabupaten Bengkayang, penyuluh pertanian serta pemangku kepentingan terkait.(nar)