Landak post author Kiwi 11 Oktober 2026

Lestarikan Sastra Lisan, Tim Penerima Banpem Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2026 Gelar Diseminasi Buku Cerita Rakyat Dayak Balangin

Photo of Lestarikan Sastra Lisan, Tim Penerima Banpem Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2026 Gelar Diseminasi Buku Cerita Rakyat Dayak Balangin

LANDAK, SP - Tim pelaksana program pendokumentasian kebudayaan menggelar kegiatan Diseminasi Buku Cerita Rakyat Dayak Balangin di Aula Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, pada Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim independen yang terdiri dari empat orang sebagai penerima Bantuan Pemerintah (Banpem) Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026 yang disalurkan oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Barat.

Proses pendokumentasian cerita rakyat tersebut dilakukan oleh tim peneliti yang terdiri dari Alif Irvansyah, S.Pd., Sudirman, S.Pd., dan Selvester Ria Yosando, S.Pd., di bawah bimbingan Dedy Ari Asfar, S.Pd., M.Pd., M.Lett.

Dalam acara diseminasi ini, hadir dua narasumber utama untuk membedah hasil pendokumentasian, yaitu Yosep selaku Tokoh Adat Dayak Balangin serta Edy Suryadi, S.Pd., Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Kuala Behe.

Buku yang didiseminasikan memuat 8 cerita rakyat yang disajikan secara sistematis agar dapat dibaca dan dijadikan bahan pembelajaran bagi publik.

Setiap karya dilengkapi dengan naskah asli dalam bahasa Dayak Balangin, terjemahan versi bahasa Indonesia, arti per kata cerita versi Dayak Balangin, serta glosarium yang berfungsi sebagai kamus bahasa Dayak Balangin.

Pemerintah Desa Nyayum pun menyambut hangat dan mengapresiasi penuh penyelenggaraan kegiatan ini di wilayahnya. Salah satu perangkat Desa Nyayum mengungkapkan rasa senang dan dukungannya atas inisiatif pelestarian bahasa daerah tersebut.

"Kami dari pihak pemerintah desa sangat senang dan menyambut baik adanya kegiatan diseminasi ini. Ini adalah langkah nyata yang sangat positif dalam berusaha menjaga serta melestarikan bahasa Dayak Balangin agar tidak punah ditelan zaman," ujar salah satu perangkat Desa Nyayum.

Senada dengan hal tersebut, Tokoh Adat Dayak Balangin, Yosep, juga menekankan pentingnya pembukuan tradisi lisan bagi generasi penerus.

"Pendokumentasian ini sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya dan bahasa ibunya. Cerita rakyat yang selama ini dituturkan secara lisan kini memiliki catatan tertulis yang abadi," ungkap Yosep.

Sementara itu, Edy Suryadi, S.Pd., menyoroti nilai edukatif dari struktur penulisan buku tersebut bagi dunia pendidikan.

"Penyusunan buku yang dilengkapi dengan terjemahan per kata serta glosarium ini memudahkan guru dan siswa dalam mempelajari bahasa daerah sekaligus mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran di sekolah," tutur Edy.

Melalui kegiatan diseminasi ini, tim penyelenggara berharap Buku Cerita Rakyat Dayak Balangin dapat menjadi referensi literasi budaya yang bermanfaat luas serta mendorong sinergi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian bahasa daerah secara berkelanjutan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda