Ponticity post authorelgiants 26 Maret 2026

Warga Pontianak Mulai Hijrah ke Kendaraan Listrik, Fenomena Baru di Jalanan Khatulistiwa

Photo of Warga Pontianak Mulai Hijrah ke Kendaraan Listrik, Fenomena Baru di Jalanan Khatulistiwa

Pemandangan berbeda mulai terlihat di sepanjang Jalan Gajah Mada hingga Ahmad Yani. Suara deru mesin knalpot yang biasanya mendominasi kini perlahan bersaing dengan senyapnya laju kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Bukan sekadar tren gaya hidup, peralihan ini disinyalir kuat sebagai respons warga terhadap kondisi distribusi BBM yang kerap mengalami kendala.

Kelangkaan BBM jenis tertentu dan antrean panjang di sejumlah SPBU di Pontianak dalam beberapa bulan terakhir tampaknya menjadi "titik jenuh" bagi masyarakat. Hal ini diakui oleh beberapa pengguna motor listrik yang kini mulai menjamur.

"Dulu pusing kalau sudah lihat antrean di SPBU mengular sampai ke jalan raya. Belum lagi kalau stok kosong. Sekarang tinggal cas di rumah malam hari, paginya sudah siap dipakai kerja tanpa perlu antre lagi," ujar Hendra (34), warga Pontianak Tenggara yang baru sebulan beralih ke motor listrik.

Berdasarkan pengamatan di beberapa diler kendaraan di Pontianak, permintaan unit motor listrik mengalami peningkatan signifikan sebesar 20-30 persen dibandingkan tahun lalu. Selain faktor BBM, beberapa poin menjadi alasan warga Pontianak beralih, di antaranya biaya operasional rendah. Mengisi daya listrik jauh lebih murah dibandingkan membeli BBM untuk jarak tempuh yang sama.

Perawatan mudah. Tidak perlu ganti oli mesin secara rutin atau servis transmisi yang rumit.

Dukungan Infrastruktur: PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat terus menambah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di titik strategis kota.

Meski minat meningkat, tantangan tetap ada. Masalah limbah baterai dan harga unit yang bagi sebagian orang masih dianggap tinggi menjadi pertimbangan. Namun, dengan adanya subsidi pemerintah dan kemudahan skema cicilan, hambatan ini perlahan mulai terkikis.

Pemerintah Kota Pontianak sendiri menyambut baik tren ini karena sejalan dengan visi kota yang lebih bersih dan modern. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Pontianak akan menjadi salah satu kota pionir transportasi hijau di Pulau Kalimantan.

Kendaraan listrik kini tidak lagi dipandang sebagai gaya hidup semata, melainkan kebutuhan untuk menghindari ketergantungan pada BBM.

Manager PT Sumber Tenaga Optima, Nico Adidharma, menyebut minat masyarakat terhadap motor dan sepeda listrik meningkat signifikan.

“Issu antrean BBM membuat konsumen datang dengan kebutuhan nyata, bukan sekadar melihat-lihat,” ujarnya di Pontianak, kemarin.

Ia menambahkan, kekhawatiran akan stok dan harga BBM mendorong masyarakat mencari alternatif yang lebih efisien.

Untuk motor listrik, peminat didominasi pegawai kantoran dan ibu rumah tangga, sedangkan sepeda listrik banyak diminati pelajar.

Produk seperti Yadea Velax Type H dan sepeda listrik Yadea Ova menjadi pilihan utama karena desain dan teknologi yang ditawarkan.

Kini, perhatian masyarakat juga beralih pada kualitas produk dan layanan purnajual, bukan hanya harga.

Dealer pun rutin menggelar layanan servis gratis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik.

Dengan tren ini, kendaraan listrik diprediksi akan semakin mendominasi jalanan Pontianak dalam waktu dekat. (bob/rri)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda