PONTIANAK, SP - Pengurus Wilayah Asosiasi Pengusaha Kecil Menengah Mikro Nusantara (APIMSA) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) resmi dilantik pada Sabtu (14/2/2026). Ita Nurcholifah dipercaya memimpin APIMSA Kalbar hingga 2030 mendatang.
Pelantikan Ketua PW APIMSA Kalbar dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat APIMSA, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. Prosesi pelantikan berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan komitmen memperkuat peran UMKM di daerah.
Ketua PW APIMSA Kalbar, Ita Nurcholifah, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan yang berjalan lancar dan penuh antusiasme.
“PW APIMSA Kalbar merasa bersyukur sudah dilakukan pelantikan secara langsung oleh Ketua Umum PP APIMSA. Ini menjadi awal bagi kami untuk bekerja dan berkontribusi nyata,” ujarnya.
Usai pelantikan, pihaknya akan segera melakukan konsolidasi internal. Rapat kerja masing-masing divisi akan digelar untuk merumuskan program prioritas yang akan dijalankan dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Menurut Ita, fokus utama kepengurusan adalah melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM di Kalbar, terutama dalam hal akses pembiayaan dan sertifikasi halal.
“Kita berkomitmen melakukan pendampingan kepada UMKM, membantu mereka mendapatkan akses pembiayaan serta sertifikasi halal. Kami juga akan menggandeng pemerintah, komunitas, dan pihak swasta yang berkenaan dengan UMKM di Kalbar,” jelasnya.
Ia menilai potensi UMKM di Kalbar sangat besar dan beragam, mulai dari usaha mikro hingga menengah. Kehadiran APIMSA diharapkan menjadi wadah sinergi sekaligus penguatan daya saing pelaku usaha lokal.
“Potensi UMKM di Kalbar itu banyak dan usahanya beraneka ragam. Hadirnya APIMSA ini untuk bersinergi dan mendampingi pengusaha UMKM agar terus tumbuh dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, pemerhati UMKM sekaligus Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Mulyadi Tawik, yang juga dikenal sebagai tokoh inisiator APIMSA Kalbar, menyambut positif kehadiran organisasi tersebut di daerah.
Menurutnya, APIMSA diharapkan menjadi akses dan wadah bagi pengusaha kecil, mikro, dan menengah dalam meningkatkan kemampuan usaha, khususnya dalam mengakses bantuan pembiayaan dari perbankan maupun lembaga pendanaan lainnya.
“Dengan kehadiran APIMSA di Kalbar, kita harapkan menjadi akses bagi pengusaha kecil, mikro, dan menengah untuk mendapatkan kebutuhan mereka, termasuk akses bantuan dari bank atau badan dana lainnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, penguatan UMKM sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari bawah. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, sektor usaha masyarakat menengah ke bawah dinilai menjadi tulang punggung yang mampu bertahan.
“Ini perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat serta seluruh stakeholder agar pengusaha kecil ini bisa bangkit dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi dari rumah ke rumah dan kelompok-kelompok usaha, sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat,” katanya.
Dengan kepengurusan baru, APIMSA Kalbar diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem UMKM, memperluas akses permodalan, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha di seluruh wilayah Kalimantan Barat. (din)