Potret post authorBob 17 April 2026

Khutbah dari Pulau Lemukutan: Menjaga Taqwa Pasca Ramadhan, Menguatkan Umat dalam Kebersamaan

Photo of Khutbah dari Pulau Lemukutan: Menjaga Taqwa Pasca Ramadhan, Menguatkan Umat dalam Kebersamaan
BENGKAYANG, SP - Suasana Jumat di Masjid Baitul Hikmah, Desa Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, terasa lebih hidup dan penuh makna.
 
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar, H. Mahmud, S.Ag, dipercaya menjadi khatib Jumat dalam momentum istimewa, Jumat (17/4/2026).
 
Dalam khutbahnya, Mahmud mengangkat tema penting tentang menjaga dan merawat ketaqwaan pasca Ramadhan. Ia mengingatkan bahwa Ramadhan bukanlah akhir dari perjalanan spiritual, melainkan awal untuk membuktikan kualitas keimanan di bulan-bulan berikutnya.
 
“Ketaqwaan sejati adalah ketika nilai-nilai Ramadhan tetap hidup dalam keseharian kita—dalam ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial,” tegasnya.
 
Ia juga menguraikan keutamaan orang-orang bertaqwa menurut para ulama salafus shaleh, yang menempatkan taqwa sebagai cahaya kehidupan, penuntun dalam setiap langkah, serta benteng dari perbuatan yang menjauhkan diri dari Allah SWT.
 
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang menyentuh, menggugah kesadaran jamaah untuk terus istiqamah dalam kebaikan.
 
Khutbah Jumat kali ini terasa berbeda karena dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I beserta rombongan, Kepala Kemenag Bengkayang dan jajaran, para imam dan khatib se-Kabupaten Bengkayang, penyuluh agama Islam, Ketua DMI Kalbar, serta pengurus Baznas Bengkayang.
 
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pelatihan Imam dan Khatib se-Kabupaten Bengkayang yang dipusatkan di Pulau Lemukutan.
 
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan, tetapi juga mempererat ukhuwah dan sinergi antar elemen umat.
 
Nuansa kebersamaan begitu terasa, seolah menguatkan pesan bahwa membangun umat tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan keikhlasan bersama.
 
Dari mimbar sederhana di Pulau Lemukutan, pesan besar itu disampaikan: bahwa taqwa harus terus dirawat, kebersamaan harus terus dijaga, dan kebaikan harus terus disebarkan. Sebuah seruan yang menginspirasi, menggerakkan, dan mengajak setiap hati untuk kembali meneguhkan langkah di jalan keberkahan. (*)
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda