Setelah penyisiran dilakukan, tim gabungan berhasil menemukan titik lokasi helikopter di kawasan perbukitan Kalimantan Barat. Kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.
Dalam misi lanjutan, seluruh korban yang berada di lokasi kejadian berhasil dievakuasi. Delapan jenazah kemudian diterbangkan ke Pangkalan TNI AU Lanud Supadio untuk proses penanganan lebih lanjut.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyan menegaskan TNI AU mengerahkan kemampuan terbaik dalam operasi kemanusiaan tersebut.
“Kami mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki TNI AU, baik unsur udara maupun personel di lapangan, untuk membantu proses evakuasi. Keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar I Nyoman Suadnyan.
Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi antara TNI AU, Basarnas, dan unsur terkait lainnya menjadi faktor penting yang mempercepat keberhasilan misi pencarian dan evakuasi.
Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan pendalaman terhadap penyebab hilangnya kontak helikopter tersebut. Sementara itu, fokus utama diarahkan pada penanganan korban serta dukungan kepada keluarga penumpang dan kru. (*)
"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati"