Potret post authorBob 18 April 2026

Operasi dari Lanud Supadio, TNI AU Evakuasi Korban Helikopter Hilang Kontak di Kalimantan Barat

Photo of Operasi dari Lanud Supadio, TNI AU Evakuasi Korban Helikopter Hilang Kontak di Kalimantan Barat
KUBU RAYA, SP - TNI Angkatan Udara terus melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi terhadap helikopter sipil PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).
 
Helikopter tersebut sebelumnya terbang dari Bandara Sintang menuju Kubu Raya dengan membawa dua kru dan enam penumpang. Kontak terakhir terjadi pada pagi hari sebelum akhirnya dinyatakan hilang komunikasi.
 
Menindaklanjuti laporan hilang kontak, dalam operasi ini, TNI AU mengerahkan helikopter NAS-332 Super Puma bersama prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan Basarnas untuk melaksanakan pencarian dari udara. Tim berhasil menemukan lokasi helikopter di area perbukitan.
 

Setelah penyisiran dilakukan, tim gabungan berhasil menemukan titik lokasi helikopter di kawasan perbukitan Kalimantan Barat. Kondisi medan yang sulit membuat proses evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.

Dalam misi lanjutan, seluruh korban yang berada di lokasi kejadian berhasil dievakuasi. Delapan jenazah kemudian diterbangkan ke Pangkalan TNI AU Lanud Supadio untuk proses penanganan lebih lanjut.

Pada misi lanjutan, helikopter TNI AU berhasil mengevakuasi 8 korban meninggal dunia dari lokasi kejadian. Seluruh korban telah tiba di Lanud Supadio untuk penanganan lebih lanjut, dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan.
 
Koordinasi yang baik antara TNI AU dengan Basarnas dan beberapa instansi yang lain menjadi kunci keberhasilan dalam melaksanakan misi tersebut.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyan menegaskan TNI AU mengerahkan kemampuan terbaik dalam operasi kemanusiaan tersebut.

“Kami mengerahkan kemampuan terbaik yang dimiliki TNI AU, baik unsur udara maupun personel di lapangan, untuk membantu proses evakuasi. Keselamatan tim menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar I Nyoman Suadnyan.

Ia menambahkan, koordinasi lintas instansi antara TNI AU, Basarnas, dan unsur terkait lainnya menjadi faktor penting yang mempercepat keberhasilan misi pencarian dan evakuasi.

Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan pendalaman terhadap penyebab hilangnya kontak helikopter tersebut. Sementara itu, fokus utama diarahkan pada penanganan korban serta dukungan kepada keluarga penumpang dan kru. (*)

"TNI Angkatan Udara - Jauh di Langit Dekat di Hati"
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda