Potret post authorBob 18 April 2026

Pelatihan Imam dan Khatib Ditutup, Masjid Didorong Jadi Pusat Peradaban dan Pemberdayaan

Photo of Pelatihan Imam dan Khatib Ditutup, Masjid Didorong Jadi Pusat Peradaban dan Pemberdayaan
BENGKAYANG, SP - Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti penutupan Pelatihan Imam dan Khatib se-Kabupaten Bengkayang yang digelar di Masjid Baitul Hikmah, Desa Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Jumat malam (17/4/2026).
 
Kegiatan ini resmi ditutup oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Kalbar, H. Mahmud, S.Ag, dengan pesan kuat tentang peran strategis masjid sebagai pusat peradaban umat.
 
Dalam arahannya, Mahmud menegaskan bahwa masjid tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat ritual ibadah semata. Lebih dari itu, masjid harus menjadi ruang pemberdayaan, pusat edukasi, dan penggerak kesejahteraan umat.
 
“Pelatihan ini adalah bukti nyata bahwa masjid mampu melahirkan dampak, membangun kapasitas umat, dan menggerakkan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
 
Ia juga menyampaikan pesan Menteri Agama tentang pentingnya menghadirkan “rumah ibadah berdampak”, yaitu rumah ibadah yang mampu menjawab kebutuhan sosial umat secara nyata.
 
Salah satu wujudnya adalah dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap zakat, infaq, dan shadaqah, termasuk zakat profesi yang memiliki potensi besar dalam mendukung kesejahteraan bersama.
 
Tidak hanya itu, Mahmud turut menyoroti pentingnya pengelolaan wakaf produktif sebagai instrumen ekonomi umat. Ia mengajak seluruh pihak untuk mulai mengoptimalkan potensi wakaf uang dan wakaf melalui uang sebagai solusi berkelanjutan dalam membangun kemandirian umat.
 
Mengakhiri sambutannya, Mahmud mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
 
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan mitra kerja seperti BAZNAS, DMI, perbankan, dan lembaga lainnya adalah kunci dalam menghadirkan kemaslahatan yang lebih luas,” ujarnya optimis.
 
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Kepala Kemenag Bengkayang, Ketua BAZNAS dan DMI Bengkayang, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Penutupan kegiatan ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis kepada peserta pelatihan.
 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DMI yang juga Ketua BAZNAS Bengkayang H. Edwin Edi, SE, Kepala Kemenag Bengkayang H. Samsul Bahri, serta perwakilan dari BSI dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai narasumber.
 
Dari pulau terluar ini, semangat besar digelorakan: menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang hidup, berdampak, dan menggerakkan kebaikan tanpa batas. (*)
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda