JAKARTA - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menyiapkan strategi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada penguatan layanan purna jual. Momentum Lebaran yang identik dengan mobilitas tinggi dimanfaatkan Yamaha untuk menjaga daya tarik produk sekaligus memastikan konsumen tetap merasa aman dan nyaman.
Public Relation, YRA & Community Manager Yamaha Indonesia, Rifki Maulana, mengatakan bahwa perusahaan tetap menghadirkan berbagai program promosi di sejumlah wilayah untuk mendorong penjualan. Ia menyebutkan bahwa setiap area memiliki skema promo yang disesuaikan dengan karakter pasar masing-masing.
“Beberapa area kami juga ada promo pasti,” ujar Rifki saat ditemui di sela kegiatan Yamaha Classy Fun Day, Minggu (15/2/2026).
Meski demikian, Yamaha menegaskan tidak secara khusus mendorong penggunaan sepeda motor untuk perjalanan mudik jarak jauh. Faktor keselamatan tetap menjadi perhatian utama, mengingat risiko perjalanan jarak jauh dengan sepeda motor yang cukup tinggi. Namun, bagi konsumen yang tetap memilih menggunakan motor saat mudik, Yamaha memastikan dukungan teknis tetap tersedia.
“Walaupun kami tidak menyarankan untuk mudik menggunakan motor, tapi kami tetap menyediakan bengkel jaga, pos jaga, untuk mendukung rekan-rekan komunitas dan konsumen,” jelasnya.
Keberadaan bengkel siaga dan pos jaga menjadi bagian dari strategi layanan Yamaha selama periode Lebaran. Fasilitas ini disiapkan di sejumlah titik strategis untuk membantu konsumen yang membutuhkan perawatan ringan, pemeriksaan kendaraan, hingga penanganan darurat. Pendekatan ini dinilai penting untuk membangun loyalitas dan memperkuat persepsi positif terhadap merek.
Menurut Rifki, program layanan tersebut tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk Yamaha secara menyeluruh. Dukungan teknis yang mudah diakses selama musim mudik diharapkan memberikan rasa tenang bagi pengguna.
“Mungkin dengan program-program seperti itu bisa menambah keyakinan untuk menggunakan produk kami,” tambahnya.
Dari sisi penjualan, Yamaha mengakui tren peningkatan permintaan umumnya terjadi menjelang Lebaran. Namun, capaian tersebut tetap dipengaruhi oleh dinamika pasar secara umum, termasuk daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi.
“Tergantung market sih ya. Tahun lalu sih naik,” ungkap Rifki.
Dengan kombinasi program promosi dan penguatan layanan purna jual selama periode Lebaran, Yamaha berupaya menjaga daya saing di tengah kompetisi industri roda dua yang semakin ketat. Strategi ini sekaligus menegaskan bahwa momentum musiman seperti Lebaran tidak hanya dimanfaatkan untuk mendorong transaksi, tetapi juga untuk memperkuat relasi jangka panjang dengan konsumen.(*)