SEKITAR tiga abad mendatang barulah manusia diprediksi dapat melakukan perjalanan antarbintang, bahkan kemungkinan berkomunikasi dengan mahluk cerdas dari luar bumi (alien).
Berbagai upaya pun sudah, sedang, dan akan terus dilakukan para ilmuwan untuk mengontak alien. Ini karena di tata Bima Sakti, kemunginan terdapat kehidupan alien, walaupun alien sendiri dianggap masih menyembunyikan diri.
Hanya saja, tanpa harus menunggu ratusan tahun lagi, sekarang saja alien dianggap bisa menjadi teman, atau sebaiknya menjadi musuh sehingga berisiko menyerang bumi.
Ini bisa saja terjadi jika kontak yantg dikirim ilmuawan dari bumi terjalin, dan juga kian berbahaya, jika peradaban alien ini melebihi umat manusia.
Sementara manusia dengan teknologinya jikasudah maju, bakal melawan, malah bisa menyerang alien yang pertama kali ditemukan.
Ada ilmuwan yang menemukan kemungkinan adany7a empat planet berisi peradaban alien yang juga saling bermusuhan, sehingga membahayakan keselamatan umat manusia di Bima Sakti
Kendati ukuran bumi 100 kali lebih besar dibandingkan planet-planet yang diprediksi dihuni alien, namun bisa saja umat manusia akan kewalahan jika diserang oleh mereka.
Hanya saja, bumi sendiri lebih mungkin dihancurkan oleh asteroid ketimbang oleh alien.
Planet-planet Berpotensi Layak Huni
Bima Sakti, dari Live Science, Rabu, 1 Juni 2022, adalah rumah bagi jutaan planet. Planet-planet ini berpotensi layak huni.
Sekitar empat di antaranya kemungkin menyimpan peradaban alien jahat yang akan menyerang bumi.
Demikian terungkap dalam penelitian baru, yang diposting ke database pracetak arXiv, lewat suatu makalah baru yang segera dikaji oleh kalangan ilmuwan lain.
Makalah ini mengajukan pertanyaan aneh: Seberapa besar kemungkinan manusia suatu hari nanti dapat menghubungi peradaban alien yang bermusuhan yang mampu menyerang planet kita?
Untuk menjawab ini, satu-satunya penulis studi tersebut, Alberto Caballero, mahasiswa doktoral dalam resolusi konflik di Universitas Vigo di Spanyol, memulainya dengan melihat kembali sejarah manusia sebelum dikaitkan dengan kehiduoan cerdas di bintang-bintang.
Makalah ini mencoba untuk memberikan perkiraan prevalensi peradaban luar angkasa yang bermusuhan, melalui ekstrapolasi kemungkinan.
"Artinya, kita sebagai peradaban manusia, akan menyerang, atau diserang oleh sebuah planet ekstrasurya yang berpenghuni," tulis Caballero dalam penelitiannya.
Caballero sendiri bukanlah ahli astrofisika, tetapi dia telah menerbitkan sebuah studi tentang sinyal 'Wow!' yang terkenal, tanda potensial kehidupan di luar bumi di International Journal of Astrobiology.
Untuk mencapai perkiraannya, Caballero pertama-tama menghitung jumlah negara yang menginvasi negara lain antara tahun 1915 dan 2022.
Dia menemukan bahwa total 51 dari 195 negara di dunia telah meluncurkan semacam invasi selama periode itu.
AS di Urutan Teratas Serang Alien
Dalam kajiannya, ditemukan bahwa AS berada di urutan teratas daftar, dengan 14 invasi yang dihitung selama rentang waktu itu.
Dia kemudian menimbang probabilitas setiap negara untuk meluncurkan invasi, berdasarkan persentase negara itu, dari pengeluaran militer global (sekali lagi, AS berada di urutan teratas dengan 38 persen dari pengeluaran militer global.)
Dari sana, Caballero menambahkan probabilitas individu masing-masing negara, untuk memicu invasi, lalu membagi jumlah tersebut dengan jumlah total negara di bumi.
Semua ini berakhir dengan apa yang digambarkannya sebagai 'probabilitas invasi manusia saat ini dari peradaban luar bumi'.
Menurut model tersebut, peluang manusia saat ini untuk menyerang planet lain yang berpenghuni adalah 0,028 persen.
Namun, Caballero menulis, kemungkinan itu mengacu pada keadaan peradaban manusia saat ini, di mana manusia saat belum mampu melakukan perjalanan antarbintang.
Jika tingkat kemajuan teknologi saat ini bertahan, maka perjalanan antarbintang tidak akan mungkin terjadi selama 259 tahun lagi.
Caballero menghitung dengan menggunakan skala Kardashev, sebuah sistem yang mengkategorikan seberapa maju peradaban berdasarkan pengeluaran energinya.
Hitungannya berdasarkan asumsi bahwa frekuensi invasi manusia, terus menurun selama waktu itu pada tingkat yang sama, dengan penurunan invasi selama 50 tahun terakhir (rata-rata minus 1,15 persen per tahun, menurut makalah Caballero).
Dengan demikian disimpulkan bahwa ras manusia memiliki probabilitas 0,0014 persen menyerang planet lain, saat ras manusia berpotensi menjadi bagian dari peradaban antarbintang, atau juga dikategorikan sebagai Tipe 1, alias 259 tahun dari sekarang.
"Itu mungkin terdengar seperti peluang yang sangat tipis, dan memang demikian, hingga Anda mulai mengalikannya dengan jutaan planet yang berpotensi layak huni di Bima Sakti," katanya.
"Probabilitas invasi luar angkasa oleh peradaban dari bumi, adalah sekitar dua kali lipat lebih rendah dari kemungkinan tabrakan asteroid pembunuh planet, "tulisnya dalam makalah.
Ditambahkan, asteroid pembunuh planet, seperti 'kutukan' terhadap dinosaurus, adalah satu peristiwa dalam 100 juta tahun.
Sebanyak 15.785 Peradaban Alien
Meskipun penelitian Caballero merupakan eksperimen pemikiran yang menarik, namun modelnya memiliki keterbatasan.
Probabilitas invasinya didasarkan pada bagian yang sangat sempit dari sejarah manusia.
Dan, itu membuat banyak asumsi tentang perkembangan spesies manusia di masa depan.
"Model tersebut juga menganggap bahwa kecerdasan alien akan memiliki komposisi otak, nilai, dan rasa empati yang mirip dengan manusia, yang mungkin tidak demikian," kata Caballero kepada Vice.
"Saya membuat makalah hanya berdasarkan kehidupan seperti yang kita ketahui," katanya. "Kami tidak tahu pikiran makhluk luar angkasa."
"Dan, dari kelihatannya, itu akan menjadi setidaknya beberapa ratus tahun lagi, sampai kita melakukannya," katanya.
Untuk perhitungan terakhirnya, Caballero beralih ke makalah pada 2012, yang diterbitkan dalam jurnal Mathematical SETI, di mana para peneliti memperkirakan bahwa sebanyak 15.785 peradaban alien secara teoritis dapat berbagi galaksi dengan manusia.
Caballero menyimpulkan bahwa kurang dari satu peradaban Tipe 1 — 0,22, tepatnya — akan memusuhi manusia yang melakukan kontak.
Namun, jumlah tetangga yang jahat itu meningkat menjadi 4,42, ketika memperhitungkan peradaban lain, yang seperti manusia modern, belum mampu melakukan perjalanan antarbintang.
"Saya tidak menyebutkan 4,42 peradaban dalam makalah saya, karena pertama, kita tidak tahu apakah semua peradaban di galaksi seperti kita," ujarnya.
"Kedua, peradaban seperti kita mungkin tidak akan menimbulkan ancaman bagi yang lain, karena kita tidak 'tidak memiliki teknologi untuk melakukan perjalanan ke planet mereka," lanjut Caballero.
Empat kekuatan alien yang bermusuhan, sepertinya tidak perlu dikhawatirkan.
Lebih jauh lagi, kemungkinan manusia menghubungi salah satu peradaban jahat ini, kemudian diserang oleh mereka,— semakin kecil.
Menurut Caballero, probabilitas invasi luar angkasa oleh peradaban yang planetnya menerima pesan daru bumi, adalah . sekitar dua kali lipat lebih rendah dari kemungkinan tabrakan asteroid pembunuh planet.
"Saya membuat makalah hanya berdasarkan kehidupan seperti yang kita ketahui," katanya. "Kami tidak tahu pikiran makhluk luar angkasa."***
Sumber: Live Science