Iptek post authorPatrick Sorongan 07 April 2022

Alien ternyata Doyan Seks: Cewek Inggris Digilir Lima Kru Piring Terbang!

Photo of Alien ternyata Doyan Seks:  Cewek Inggris Digilir Lima Kru Piring Terbang! Ilustrasi Bela yang digilir lima alien (Instagram/@abbiebela)

MAHLUK luar angkasa (allien) alias ternyata diakui ada. Bahkan, menurut Departemen Pertahanan AS (Pentagon), banyak penghuni piring terbang ini suka 'main perempuan' alias playboy.

Menurut pihak Pentagon, sejumlah wanita di AS yang bertemu dengan mahluk luar angkasa alias alien telah hamil secara misterius.

Karena bersifat sangat rahasia, laporan yang dilansir untuk publik ini tak merinci apakah para wanita itu sudah melahirkan, bayinya wafat di kandungan, atau bagaimana bentuk fisik sang anak.

Andai di Indonesia, konon, alien tak berani senekat itu, karena hansip di negara ini, terkenal galak-galak dan berkumis lebat: Alien pun bisa dipaksa kawin!

Inilah salah satu laporan resmi dari Departemen Pertahanan AS (Pentagon) terkait pertemuan manusia dengan alien.

Alien dilaporkan  menaiki benda asing tak dikenal (UFO) alias piring terbang.

Pentagon bahkan mengakui bahwa pertemuan warga AS dengan alien juga mengakibatkan terjadinya luka bakar akibat radiasi, kerusakan otak dan sistem saraf.

Bahkan,  tidak terhitung lagi untuk kerusakan kehamilan, menurut database besar laporan Pentagon baru-baru ini, yang  dipublikasikan melalui permintaan Freedom of Information Act (FOIA).

Dilansir dari Live Science, Rabu, 6 April 2022,  basis data dokumen ini mencakup lebih dari 1.500 halaman materi terkait UFO dari Advanced Aerospace Threat Identification Program (AATIP), program rahasia Pentagon, yang berlangsung pada 2007-2012.

Meskipun tidak pernah diklasifikasikan sebagai rahasia atau sangat rahasia, AATIP baru diketahui publik pada 2017. Ini terjadi ketika mantan Direktur Program AATIP Luis Elizondo,  mengundurkan diri dari Pentagon, kemudian merilis ke media tentang beberapa video.

Sekarang ini, video tersebut  dikenal sebagai pesawat atau objek tak dikenal (UFO), yang bergerak dengan cara yang tampaknya mustahil.

Tak lama setelah keberadaan AATIP terungkap, pos terdepan AS dari Tabloid Inggris The Sun mengajukan permintaan FOIA untuk setiap, dan semua dokumen yang terkait dengan program tersebut.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada Selasa, 5 April 2022, Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) memenuhi permintaan tersebut, dengan merilis lebih banyak dari 1.574 halaman materi ke koran The Sun.

Menurut The Sun, cache dokumen mencakup laporan tentang efek biologis dari penampakan UFO kepada manusia, studi tentang teknologi canggih,  seperti jubah tembus pandang, dan rencana untuk eksplorasi dan kolonisasi luar angkasa.  

"Beberapa bagian dari dokumen 'dirahasiakan sebagian', karena masalah privasi dan kerahasiaan," kata pihak AATIP kepada The Sun. Satu dokumen yang paling menonjol dari koleksi tersebut adalah laporan berjudul Anomali Akut dan Efek Lapangan Subakut pada Jaringan Manusia dan Biologis, tertanggal Maret 2010.  

Laporan tersebut menjelaskan dugaan cedera di kalangan 'pengamat manusia oleh anomali sistem kedirgantaraan canggih'. 

Beberapa di antaranya,  mungkin menjadi 'ancaman'. untuk kepentingan AS, menurut dokumen itu. 

Laporan tersebut menjelaskan 42 kasus dari file medis dan 300 kasus 'tidak dipublikasikan', di mana manusia mengalami cedera setelah diduga bertemu dengan 'kendaraan anomali', termasuk UFO.  

Dalam beberapa kasus, manusia menunjukkan luka bakar,  atau kondisi lain yang terkait dengan radiasi elektromagnetik, menurut laporan itu. 

Beberapa di antaranya, tampaknya disebabkan oleh 'sistem propulsi terkait energi', demikian laporan tersebut, yang juga mencatat kasus kerusakan otak. 

Juga terjadi kerusakan saraf, jantung berdebar-debar dan sakit kepala terkait dengan anomali pertemuan kendaraan.

Tidak jelas proses pemeriksaan seperti apa, jika ada, yang digunakan AATIP untuk menyelidiki dugaan kasus ini. The Sun belum membagikan isi lengkap dari laporan yang diminta.

Laporan tersebut juga mencakup daftar dugaan efek biologis dari penampakan UFO pada pengamat manusia pada 1873 dan 1994, yang disusun oleh Mutual UFO Network (MUFON). 

MUFON adalah sebuah kelompok nirlaba sipil,  yang mempelajari laporan penampakan UFO.  

Efek yang dilaporkan dari pertemuan UFO termasuk 'kehamilan yang tidak diketahui, penculikan yang jelas, kelumpuhan', dan 'pengalaman telepati, teleportasi', dan 'levitasi'. 

Laporan tersebut menyimpulkan bahwa ada cukup bukti untuk mendukung hipotesis bahwa beberapa sistem canggih telah digunakan, dan tidak sepenuhnya dipahami oleh Pentagon. 

Kesaksian Pacar Alien

Sementara itu, seorang wanita di Inggris mengaku sedang berpacaran dengan alien yang mencoba menculiknya. Abbie Bela mengaku muak dengan manusia di bumi sehingga memutuskan menjalin hubungan antar-spesies.

Menurut Bela, dilansir dari New York Post, Rabu, 23 alien lebih baik dari pria di bumi yang sering memanfaatkannya hanya untuk bercinta. 

"Dia tidak menginginkan saya hanya untuk seks dan tidak akan berbohong kepada saya seperti banyak pria di bumi," ujar Abbie Bela kepada Caters News Agency tentang hubungan 'jarak jauhnya'. 

Kisah cinta antar-galaksi ini, juga dilansir Suara, bermula saat Bela bercanda di internet dan mengatakan ingin diculik alien karena bosan dengan pandemi. 

"Pada tanggal 31 Mei, sebuah suara dalam mimpi saya berkata, 'Tunggu di tempat biasa'. Meskipun belum pernah mendengar suara itu sebelumnya, saya tahu apa yang dia maksud," katanya. 

Wanita ini kemudian memutuskan untuk menunggu di dekat jendela kamarnyha pada malam berikutnya.

Setelah tidur, 'piring terbang' muncul di luar jendelanya sekitar pukul 12:15, di mana 'sinar hijau terang' membawanya ke UFO.

Bela mengaku  bertemu lima alien, yang memiliki bentuk mirip manusia yang sangat tinggi dan ramping.  “Saya tidak bisa melihat mereka dengan jelas dan [mereka] secara telepati mengatakan saya siap untuk melihat mereka dalam bentuk yang mendukung,” klaimnya.

"Dari apa yang saya lihat, mereka memiliki rona hijau tipis dan mata hitam besar dengan fitur manusia, seperti bagian alis," ujarnya.***

 

Sumber: Live Science, New York Post, Caters News Agency 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda