Iptek post authorPatrick Sorongan 16 Juni 2022

Abelisaurid, Dinosaurus Mesir: Jelek Luar Biasa tapi 'Bosnya' Dinosaurus!

Photo of Abelisaurid,  Dinosaurus Mesir:  Jelek Luar Biasa tapi 'Bosnya' Dinosaurus! GANAS - Dinosaurus jenis Abelisaurid ini tergolong ganas.(Gambar: Species New to Science)

ORANG Mesir layak bangga sekaligus 'kecewa' dengan 'mitranya' ini. Nama ilmiahnya, Abelisaurid, dan...bukanlah manusia melainkan spesies dinosaurus.

Bikin orang Mesir 'kecewa',  karena 'Bro Dinosaurus' ini berwajah rata, dan...peseknya minta ampun, beda-beda tipis dengan bulldog.

Tapi yang bikin bangga bagi orang dari 'negeri Fir'aun', kendati spesies ini tak berhidung mancung seperti mereka, Abelisaurid tercatat sebagai satu di antara 'sedikit preman dinosaurus' yang pernah ditemukan di bumi.

Mahluk dari ekosistem prasejarah paling berbahaya di dunia ini baru saja ditambahkan sebagai predator besar spesies baru di jajarannya, dilansir dari Live Science, Rabu, 15 Juni 2022.

Dinosaurus ini ditemukan di Formasi Bahariya, sebuah situs fosil terkenal di Gurun Sahara, Mesir oleh tim ahli paleontologi gabungan Mesir dan AS.

Mereka baru-baru ini menemukan fosil tulang belakang besar milik spesies dinosaurus abelisaurid pemakan daging yang baru dideskripsikan  ini.

Inilah salah satu 'preman' dinosaurus, kelompok bipedal, karnivora yang hidup selama Zaman Kapur dalam periode 145 juta hingga 66 juta tahun yang lalu.

Seperti Abelisaurid lainnya, dinosaurus yang baru ditemukan ini memiliki wajah yang pendek dan juga berhidung pesek seperti bulldog.

Kemungkinan Salah Satu 'Bos Dinosaurus'

Terlepas dari penampilannya yang ganas dan sangat jelek ini, karnivora tersebut kemungkinan  adalah salah satu 'bos dinosaurus'  paling jahat yang berkeliaran di masanya.

"Kami sekitar 99 persen yakin bahwa tidak seperti beberapa kerabatnya dari waktu dan tempat lain, abelisaurid khusus ini tidak berada di puncak rantai makanannya," kata Matthew Lamanna, ahli paleontologi di Carnegie Museum of Natural History di Pittsburgh.

Salah satu peneliti yang menemukan dinosaurus ini bersama rekan-rekan ilmuwannya hanya menemukan satu tulang spesies ini.

Tapi, mereka dapat segera mengidentifikasi fosilitu sebagai vertebra abelisaurid, berdasarkan struktur khas yang disebut epipophyses.

"Itu adalah kata multisuku kata yang pada dasarnya berarti 'bagian yang lengket di kiri atas dan kanan atas tulang belakang,'" kata Lamanna.

Abelisaurid adalah dinosaurus pertama dari jenisnya yang ditemukan di situs Formasi Bahariya.

Setelah menjalankan analisis morfologi tulang berbasis komputer, tim menyimpulkan bahwa itu milik spesies yang sebelumnya tidak diketahui, yang belum diberi nama ilmiah.

Mereka menerbitkan temuan mereka pada Rabu, 8 Juni 2022 di jurnal Royal Society Open Science.

Sebuah Abelisaurid agak mirip dengan Tyrannosaurus rex berat, hanya dengan lengan yang lebih keras, menurut laporan Majalah The Guardian.  

Jelajahi Bumi Selatan 170 Juta Tahun Silam

Spesies  ini  menjelajahi Belahan Bumi Selatan dari pertengahan periode Jurassic, sekitar 170 juta tahun yang lalu, sampai asteroid Chicxulub menghentikan Kapur.  

Mungkin,  Abelisaurid yang paling terkenal adalah Carnotaurus bertanduk, predator Patagonian yang panjangnya mencapai 7,6 meter, menurut Museum Sejarah Alam London.

Namanya diambil dari kata Latin untuk 'daging' dan 'banteng',  yang versi animasi dari karnivora menakutkan ini telah muncul di program Planet Prasejarah di Apple TV dan di Jurassic Park franchise (meskipun, penggambarannya menampilkan berbagai tingkat akurasi ilmiah). 

Vertebra leher abelisaurid dari Oasis Bahariya Mesir ini adalah bukti pertama dari kelompok dinosaurus tersebut, yang ditemukan di situs fosil yang kaya itu.   

Para peneliti menduga bahwa Abelisaurid yang baru itu ditemukan lebih kecil dari Carnotaurus, kemungkinan hanya mencapai panjang antara lima hingga enam meter.  

Dibandingkan dengan pemangsa yang berbagi habitat aslinya 98 juta tahun yang lalu, Abelisaurid yang baru ditemukan itu akan menjadi relatif sepele (pipsqueak). 

Formasi Bahariya sebelumnya merupakan rumah bagi kehidupan prasejarah yang kaya akan predator.  

Rawa bakau yang dulunya luas ini menampung banyak spesies ikan, kura-kura, ular, dan dinosaurus.  

Menemukan begitu banyak predator besar yang hidup bersama dalam satu ekosistem jarang terjadi,  maka bagaimana lingkungan berusia 98 juta tahun ini berhasil mendukung bukan hanya satu, tapi empat dinosaurus pemangsa besar, dan tetap menjadi teka-teki. 

Fosil yang baru dideskripsikan itu sekarang ini disimpan dalam koleksi permanen Pusat Paleontologi Vertebrata Universitas Mansoura di Mesir.  

Di masa depan, Lamanna dan rekan penulisnya berencana kembali ke Formasi Bahariya,  dan mencari lebih banyak tulang dari abelisaurid, bahkan mungkin memberinya nama.

"Mudah-mudahan lebih banyak binatang Bahariya ini akan muncul cepat atau lambat," kata Lamanna.***

 

Sumber: Live Science

 

 

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda