SUKADANA, SP - Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara telah resmi berakhir.
Namun, di balik lahirnya Kubu Raya sebagai juara umum dan keberhasilan Kayong Utara memenuhi target lima besar, terdapat satu bentuk perhatian yang menjadi cerita tersendiri dalam perhelatan tersebut.
Tokoh nasional asal Kalbar, Oesman Sapta Odang (OSO), yang memberikan apresiasi dengan nilai hampir Rp2 miliar kepada para peserta dan peraih prestasi MTQ XXXIV Kalbar.
Perhatian tersebut tidak hanya diberikan kepada mereka yang berhasil berdiri di podium. Sebanyak 633 peserta MTQ dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar juga mendapatkan uang saku masing-masing Rp1,5 juta.
Sementara para peserta yang berhasil meraih prestasi pada sejumlah kategori memperoleh bonus dengan nilai yang cukup besar. Jika seluruh komponen apresiasi tersebut digabungkan, termasuk bonus Pawai Ta'aruf, total dukungan OSO mencapai Rp1,9545 miliar.
Besarnya apresiasi tersebut menjadi salah satu warna yang menonjol dalam pelaksanaan MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara.
Bukan semata soal besarnya nominal, tetapi bagaimana perhatian tersebut diberikan kepada para qari, qariah, hafiz dan hafizah yang telah mengikuti proses pembinaan dan membawa nama daerah masing-masing dalam ajang syiar Al-Qur'an tingkat provinsi.
Perhatian untuk Semua Peserta
Salah satu hal yang membuat apresiasi OSO berbeda adalah cakupannya. Perhatian tidak hanya diarahkan kepada peserta yang berhasil menjadi juara. Seluruh 633 peserta resmi yang mengikuti MTQ mendapatkan uang saku.
Masing-masing peserta menerima Rp1,5 juta. Dengan jumlah 633 peserta, total uang saku yang disalurkan mencapai Rp949,5 juta.
Artinya, hampir Rp1 miliar diberikan secara langsung kepada seluruh peserta yang telah berjuang dalam MTQ XXXIV Kalbar.
Langkah tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap proses yang telah dilalui para peserta. Sebab, setiap peserta yang datang ke Kayong Utara membawa persiapan dari daerah masing-masing, menjalani latihan, pembinaan dan seleksi sebelum akhirnya tampil di tingkat provinsi.
Dengan memberikan uang saku kepada seluruh peserta, perhatian tersebut tidak hanya mengenal istilah juara dan tidak juara.
Semua yang telah menjadi bagian dari MTQ mendapat penghargaan.
Di sinilah pesan kepedulian itu terasa. Apresiasi bukan hanya diberikan kepada mereka yang namanya disebut ketika pengumuman juara, tetapi juga kepada seluruh generasi muda yang telah memilih Al-Qur'an sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
Para Juara Mendapat Bonus Besar
Selain uang saku untuk seluruh peserta, OSO juga memberikan bonus prestasi kepada para peserta yang berhasil meraih posisi terbaik. Untuk delapan kategori khusus, total bonus prestasi mencapai Rp945 juta.
Enam kategori masing-masing mendapatkan total bonus Rp130 juta. Keenam kategori tersebut yakni Tilawah Dewasa Putra, Tilawah Dewasa Putri, Tilawah Remaja Putra, Tilawah Remaja Putri, Hafalan Al-Qur'an 30 Juz Putra dan Hafalan Al-Qur'an 30 Juz Putri.
Dalam setiap kategori tersebut, juara pertama memperoleh Rp50 juta, juara kedua Rp30 juta, juara ketiga Rp20 juta, harapan pertama Rp15 juta, harapan kedua Rp10 juta dan harapan ketiga Rp5 juta. Jika dikalkulasikan, enam kategori tersebut menghasilkan total bonus Rp780 juta.
Sementara dua kategori lainnya, yakni Tilawah Anak-Anak Putra dan Tilawah Anak-Anak Putri, masing-masing mendapatkan bonus total Rp82,5 juta.
Rinciannya, juara pertama memperoleh Rp30 juta, juara kedua Rp20 juta, juara ketiga Rp15 juta, harapan pertama Rp10 juta, harapan kedua Rp5 juta dan harapan ketiga Rp2,5 juta. Dua kategori tersebut menghasilkan total Rp165 juta.
Dengan demikian, keseluruhan bonus prestasi untuk delapan kategori mencapai Rp945 juta. Jika digabungkan dengan uang saku 633 peserta sebesar Rp949,5 juta, total apresiasi mencapai Rp1,8945 miliar.
Jumlah tersebut kemudian bertambah dengan bonus Pawai Ta'aruf sebesar Rp60 juta, sehingga keseluruhan apresiasi OSO dalam rangkaian MTQ XXXIV Kalbar mencapai Rp1,9545 miliar.
Bukan Sekadar Angka
Nilai hampir Rp2 miliar itu tentu menjadi angka yang menarik perhatian. Namun, makna dari apresiasi tersebut jauh lebih besar jika dilihat dari sisi pembinaan generasi Qur'ani.
MTQ bukan hanya menghadirkan persaingan untuk menentukan siapa yang paling baik dalam membaca, menghafal dan memahami Al-Qur'an. Di balik setiap peserta terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat di atas panggung.
Ada latihan yang dilakukan berulang-ulang, pembinaan yang berlangsung dalam waktu panjang, dukungan keluarga, guru dan pembimbing, hingga keberanian untuk tampil membawa nama daerah.
Karena itu, penghargaan kepada peserta menjadi bentuk penghormatan terhadap seluruh proses tersebut.
Apresiasi OSO juga memberikan pesan bahwa mereka yang memilih mengembangkan kemampuan di bidang Al-Qur'an layak mendapatkan perhatian.
Bagi para juara, bonus dapat menjadi penghargaan atas prestasi yang telah diraih. Bagi peserta lainnya, uang saku yang diberikan dapat menjadi penyemangat bahwa perjuangan mereka tetap dihargai.
Dengan cara itu, dukungan terhadap MTQ tidak berhenti pada seremoni pembukaan dan penutupan, tetapi menyentuh langsung orang-orang yang menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.
Romi: Terima Kasih atas Perhatian OSO
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada OSO atas perhatian dan apresiasi yang diberikan kepada para peserta MTQ.
Romi mengatakan, dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap qari, qariah, hafiz dan hafizah yang telah berprestasi maupun seluruh peserta yang mengikuti MTQ.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi tokoh nasional kebanggaan kita semua, Bapak OSO, yang telah berkenan memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berprestasi dengan bonus uang tunai," kata Romi saat diwawancarai setelah penutupan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar, Sabtu (8/8/2026) malam.
Menurut Romi, perhatian tersebut diharapkan menjadi keberkahan bagi seluruh pihak.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendoakan kesehatan OSO beserta keluarganya.
"Mudah-mudahan ini menjadi berkah, berkah bagi semua dan khususnya menjadi berkah bagi Bapak Oesman Sapta beserta keluarga. Semoga diberikan kesehatan dan senantiasa dalam limpahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT," ujarnya.
Pawai Ta'aruf Juga Mendapat Apresiasi
Perhatian OSO juga terlihat sejak rangkaian awal pelaksanaan MTQ. Dalam Pawai Ta'aruf, diberikan bonus Rp30 juta bagi juara pertama, Rp20 juta untuk juara kedua dan Rp10 juta bagi juara ketiga. Total bonus untuk Pawai Ta'aruf mencapai Rp60 juta.
Dengan demikian, dukungan OSO tidak hanya menyentuh arena perlombaan, tetapi juga rangkaian kegiatan yang menjadi bagian dari semarak MTQ XXXIV Kalbar.
Pawai Ta'aruf sendiri menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan kafilah sekaligus membangun suasana kebersamaan sebelum peserta memasuki rangkaian perlombaan.
Kayong Utara Sukses Jadi Tuan Rumah
MTQ XXXIV Kalbar berlangsung selama sembilan hari dan diikuti 633 peserta dari 14 kabupaten/kota. Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah berhasil memenuhi target masuk lima besar.
Kafilah Kayong Utara mengumpulkan 124 poin dan menempati peringkat kelima. Sementara Kubu Raya keluar sebagai juara umum dengan 213 poin, menggeser Kabupaten Mempawah yang mengoleksi 202 poin.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri dominasi Mempawah yang sebelumnya berhasil menjadi juara umum selama tujuh kali berturut-turut. Posisi ketiga ditempati Kota Pontianak dengan 178 poin, disusul Sambas dengan 159 poin.
Kabupaten Ketapang berada di posisi keenam dengan 114 poin. Selanjutnya Sanggau berada di posisi ketujuh dengan 66 poin, Singkawang 65 poin, Melawi 42 poin, Sintang 41 poin, Landak 33 poin, Sekadau 29 poin, Kapuas Hulu 18 poin dan Bengkayang 12 poin.
Namun, di tengah hasil tersebut, perhatian terhadap seluruh peserta menjadi salah satu pesan penting yang tertinggal dari pelaksanaan MTQ tahun ini.
633 Peserta dari 14 Kabupaten/Kota
Sebanyak 633 peserta mengikuti MTQ XXXIV Kalbar. Mereka terdiri dari 316 peserta putra dan 317 peserta putri.
Peserta berasal dari Kabupaten Bengkayang 26 orang, Kapuas Hulu 40 orang, Kayong Utara 55 orang, Ketapang 54 orang, Kubu Raya 54 orang, Landak 39 orang, Melawi 35 orang, Mempawah 54 orang, Sambas 50 orang, Sanggau 45 orang, Sekadau 38 orang, Sintang 37 orang, Kota Pontianak 55 orang dan Kota Singkawang 51 orang.
Mereka menjadi bagian dari generasi yang membawa semangat Al-Qur'an dari masing-masing daerah ke Kayong Utara.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Barat, Andi Musa, menegaskan bahwa MTQ memiliki makna yang lebih luas daripada kompetisi.
"MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah syiar Al-Quran dan silaturahmi untuk mempererat persaudaraan antarsesama umat Islam serta memperkokoh kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat," ujarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat apresiasi yang diberikan kepada para peserta. Sebab, yang dihargai bukan hanya hasil akhir, tetapi juga keberadaan mereka sebagai bagian dari gerakan pembinaan Al-Qur'an di Kalbar.
Dari Malam Ta'aruf hingga Penutupan
Rangkaian MTQ XXXIV Kalbar diawali dengan Malam Ta'aruf pada Sabtu (1/8/2026). Gubernur Kalbar, Ria Norsan ketika itu menyampaikan bahwa Malam Ta'aruf bukan sekadar seremoni penyambutan para kafilah.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun persaudaraan antarpeserta dari berbagai daerah.
"Acara ini menjadi momentum awal yang mempertemukan para kafilah dari berbagai kabupaten/kota sebelum pembukaan resmi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kabupaten Kayong Utara," ujar Ria Norsan.
Ia berharap para peserta tidak menjadikan MTQ semata sebagai arena perlombaan.
"Melalui penyelenggaraan MTQ ke-34 ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadikan ajang ini sebagai perlombaan semata, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persaudaraan, saling belajar, serta menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah," pesannya.
Apresiasi untuk Semua Kafilah
Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Sumber Daya Manusia, Sefri Kurniadi, yang mewakili Gubernur Kalbar Ria Norsan, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta.
Menurutnya, peserta yang berhasil meraih prestasi patut menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Sefri meminta agar tidak berkecil hati.
"Kepada seluruh kafilah yang dinyatakan sebagai yang terbaik maupun yang belum berkesempatan meraih juara pada tahun ini kami sampaikan penghargaan dan rasa bangga yang setinggi-tingginya," kata Sefri.
"Bagi yang berprestasi, jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena semua proses pembinaan, latihan, dan istiqamah dalam mencintai Al-Qur'an jauh lebih bernilai daripada gelar juara," lanjutnya.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan dengan adanya apresiasi yang diberikan OSO kepada seluruh peserta. Sebab, dalam penghargaan tersebut tidak hanya mereka yang berada di podium yang diperhatikan. Semua peserta mendapatkan bagian.
Kafilah Juara Dapat Umrah
Sebagai tuan rumah, Kayong Utara juga berhasil mencatat prestasi. Kafilah daerah tersebut menempati peringkat kelima dengan 124 poin. Capaian itu memenuhi target yang sebelumnya dicanangkan pemerintah daerah.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan pemerintah daerah juga telah menyiapkan apresiasi bagi kafilah Kayong Utara yang berhasil menjadi juara pertama. Salah satu bentuk penghargaan tersebut berupa fasilitas umrah.
"Khusus kafilah Kayong Utara yang menjadi juara satu, pemerintah daerah akan memberikan apresiasi, salah satunya berupa umrah yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Kayong Utara," katanya.
Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat motivasi para peserta untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
Perhatian Tak Boleh Berhenti
Malam penutupan di Panggung Utama Pantai Pulau Datok, Sabtu (8/8/2026), menandai berakhirnya rangkaian MTQ XXXIV Kalbar.
Kubu Raya pulang membawa gelar juara umum. Mempawah harus merelakan mahkota yang selama tujuh kali berturut-turut berhasil dipertahankan. Kayong Utara menutup tugas sebagai tuan rumah dengan capaian lima besar.
Namun, lebih dari itu, ada pesan yang patut dibawa pulang. Perhatian terhadap generasi Qur'ani tidak semestinya berhenti ketika panggung MTQ dibongkar dan para kafilah kembali ke daerah masing-masing.
Apresiasi hampir Rp2 miliar yang diberikan OSO menjadi salah satu bentuk dukungan nyata bahwa prestasi dan perjuangan generasi yang mencintai Al-Qur'an layak mendapatkan penghargaan.
Bagi para juara, bonus menjadi penghargaan atas prestasi. Bagi 633 peserta, uang saku menjadi bentuk perhatian atas perjuangan.
Dan bagi generasi yang sedang tumbuh, dukungan tersebut dapat menjadi pesan bahwa jalan untuk mencintai dan mengembangkan kemampuan Al-Qur'an mendapat tempat di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, MTQ bukan hanya tentang piala yang dibawa pulang atau nama daerah yang berada di urutan pertama. MTQ adalah tentang bagaimana semangat membaca, menghafal, memahami dan mengamalkan Al-Qur'an terus hidup setelah perlombaan selesai.
Dan di Kayong Utara, semangat itu ditutup dengan sebuah bentuk perhatian besar, hampir Rp2 miliar apresiasi dari OSO untuk mereka yang telah menjadi bagian dari perjalanan generasi Qur'ani Kalimantan Barat. (tim)
Kayong Utara sebagai Tuan Rumah dengan Sukses Prestasi dan Penyelenggaraan
KAYONG UTARA, SP - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara resmi ditutup, Sabtu (8/8/2026).
Tak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, gelaran MTQ tahun ini juga menjadi momentum bagi Kayong Utara untuk menunjukkan prestasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah di tingkat provinsi.
Sejak pembukaan hingga penutupan, rangkaian MTQ XXXIV berlangsung meriah, tertib, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan peserta, kafilah, tamu undangan, serta masyarakat dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di Sukadana.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Bidang Sumber Daya Manusia, Sefri Kurniadi, mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Kayong Utara dalam menjadi tuan rumah MTQ XXXIV.
Menurutnya, kemeriahan dan keteraturan penyelenggaraan menjadi salah satu catatan positif dalam pelaksanaan MTQ tahun ini.
“Pembukaan dihadiri lebih dari 2.500 masyarakat, para tokoh nasional, unsur Forkopimda provinsi dan kabupaten/kota di Kalbar,” ujar Sefri saat menutup MTQ XXXIV di Sukadana.
Ia menambahkan, apresiasi juga datang dari para tamu undangan maupun masyarakat yang mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk melalui media sosial.
“Banyak sekali tamu undangan dan warganet yang menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi bahwa penyelenggaraan MTQ di tahun ini merupakan salah satu yang paling meriah dan paling tertata dalam beberapa tahun terakhir,” katanya.
Bagi Kayong Utara, keberhasilan tersebut menjadi pembuktian bahwa daerah berjuluk Tanah Bertuah itu mampu menyelenggarakan kegiatan berskala provinsi dengan melibatkan berbagai unsur.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara bersama panitia, instansi vertikal, masyarakat, dan dunia usaha telah menyiapkan berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai dari arena musabaqah, akomodasi kafilah, transportasi, layanan kesehatan, pengamanan hingga kegiatan pendukung.
Bupati Kayong Utara Romi Wijaya mengatakan, keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari kemeriahan penyelenggaraan maupun jumlah penghargaan yang diraih. Lebih jauh, MTQ harus mampu meninggalkan nilai dan semangat keagamaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“MTQ merupakan wahana syiar Islam, media pembinaan umat, sekaligus sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar Romi.
Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya ketika seorang peserta berdiri di podium dan menerima penghargaan, tetapi ketika nilai-nilai Al-Qur’an mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemenangan yang sesungguhnya bukan hanya ketika berdiri di atas podium penghargaan, melainkan ketika nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan kita,” tambahnya.
Momentum MTQ XXXIV juga menjadi kesempatan bagi Kayong Utara untuk memperkenalkan identitas daerah. Pawai Ta’aruf yang mengawali rangkaian kegiatan menjadi salah satu magnet perhatian masyarakat.
Ribuan warga memadati ruas jalan di Sukadana untuk menyaksikan pawai mobil hias yang menampilkan kreativitas dan ciri khas masing-masing kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Kalimantan Barat.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan sebelumnya menyampaikan bahwa Kayong Utara memiliki posisi penting dalam sejarah Kalbar, khususnya terkait jejak Kerajaan Tanjungpura yang berkembang sebagai bagian dari peradaban dan sejarah Islam di daerah tersebut.
Menurutnya, warisan sejarah, budaya, serta kehidupan masyarakat yang menjunjung nilai agama dan keberagaman menjadi modal penting bagi Kayong Utara dalam menerima ribuan tamu selama pelaksanaan MTQ.
“Warisan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Kayong Utara sejak dahulu merupakan bagian penting dari peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, serta kehidupan yang damai dalam keberagaman,” kata Norsan.
Selain pemerintah dan masyarakat, dukungan terhadap pelaksanaan MTQ XXXIV juga datang dari dunia usaha. Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) turut berpartisipasi dalam Pawai Ta’aruf sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan tingkat provinsi tersebut.
External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan MTQ XXXIV di Kabupaten Kayong Utara.
“Atas nama manajemen Kawasan Industri Pulau Penebang, kami mengucapkan selamat dan sukses atas penyelenggaraan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar di Kabupaten Kayong Utara. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sugeng, MTQ bukan hanya menjadi ajang syiar Islam dan kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
Keberhasilan MTQ XXXIV di Kayong Utara pun diharapkan menjadi modal positif bagi daerah untuk semakin percaya diri menjadi tuan rumah berbagai agenda berskala provinsi maupun nasional.
Bagi masyarakat Kayong Utara, kesuksesan penyelenggaraan dan semangat prestasi yang lahir dari MTQ XXXIV menjadi dua capaian yang saling melengkapi: membuktikan kemampuan daerah sebagai tuan rumah sekaligus memperkuat semangat pembinaan generasi Qur’ani.
Pada akhirnya, MTQ XXXIV bukan hanya meninggalkan catatan tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana Kayong Utara berhasil menjadi bagian penting dari sebuah perhelatan yang mempertemukan prestasi, syiar, budaya, persatuan, dan kebanggaan daerah. (tim)