SAMBAS, SP - Ribuan jamaah menghadiri peringatan Haul ke-154 Syekh Ahmad Khatib Sambas yang digelar di Pondok Pesantren Dar Adzakirin, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi para pengikut Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) Khatibiyah Sambas dari berbagai daerah di Kalimantan Barat (Kalbar), serta dihadiri tamu kehormatan dari Zurriyat Syekhona Kholil Bangkalan, Jawa Timur (Jatim).
Peringatan Haul ke-154 Syekh Ahmad Khatib Sambas yang dirangkaikan dengan kegiatan keagamaan dan ziarah agung.
Acara dihadiri oleh ribuan jamaah TQN Khatibiyah Sambas, para tokoh agama, masyarakat setempat, Wakil Bupati Sambas, anggota DPRD Kabupaten Sambas, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kan Kemenag) Kabupaten Sambas, serta tamu undangan dari keluarga besar ulama Jawa Timur.
Penceramah utama adalah Dr. KH. Aba Kartono, M.Pd, Pimpinan Pondok Pesantren Ulil Albab, Kapuas Hulu, Kalbar.
Acara puncak dipimpin oleh Tuan Guru Syekh Jayadi Muhammad Zaini, MA, selaku Mursyid TQN Khatibiyah Sambas,Rais Mustafad Wustho JATMAN Kalbar.
Haul ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa serta perjuangan Syekh Ahmad Khatib Sambas dalam menyebarkan ajaran Islam dan Tarekat Qadriyah wa Naqsyabandiyah, sekaligus memperkuat spiritualitas umat melalui amalan tasawuf.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan ziarah agung ke sejumlah makam ulama thariqah, di antaranya makam Syekh Nurudin Tekarang dan Syekh Muhammad Saad di Selakau, Sambas.
Puncak acara diisi dengan dzikir dan doa bersama, serta tausiyah keagamaan yang menekankan pentingnya penyucian hati dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. Aba Kartono, M.Pd mengajak seluruh jamaah untuk menempuh jalan thariqah sebagai sarana tazkiyatun nafs (penyucian jiwa).
“Thariqah itu adalah jalan untuk menyucikan hati, melalui tahapan takhalli (mengosongkan diri dari sifat tercela), tahalli (menghias diri dengan sifat terpuji), dan tajalli (terbukanya cahaya Ilahi), dalam rangka menggapai ridha Allah SWT,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi bukti kuatnya tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam di Kalbar, khususnya dalam menjaga warisan ajaran tasawuf yang diwariskan oleh para ulama terdahulu. (*)