Nasional post author elgiants 25 September 2026

Task Force Hanura Gaspol Bergerak dari Padang ke Tanjung Pinang, Konsolidasi Mesin Politik Menuju 2029

Photo of Task Force Hanura Gaspol Bergerak dari Padang ke Tanjung Pinang, Konsolidasi Mesin Politik Menuju 2029

JAKARTA, SP - Tim Task Force DPP Partai Hanura terus bergerak dari daerah ke daerah untuk mempercepat konsolidasi organisasi sekaligus memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Dipimpin Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella, Task Force Hanura menyambangi Sumatera Barat dan Kepulauan Riau dalam rangka memastikan kesiapan struktur partai hingga tingkat bawah. Konsolidasi di Padang dan Tanjung Pinang menjadi bagian dari agenda nasional Hanura yang menargetkan penguatan organisasi di seluruh 38 provinsi.

Bagi DPP Hanura, konsolidasi yang dilakukan jauh sebelum Pemilu 2029 bukan sekadar membangun struktur secara administratif. Tim Task Force diturunkan untuk memastikan organisasi benar-benar bergerak, kader mulai mempersiapkan diri, serta setiap daerah memiliki gambaran mengenai potensi politik yang bisa dikembangkan.

Dari Padang hingga Tanjung Pinang, pesan yang dibawa Task Force relatif sama, struktur diperkuat, kader dipersiapkan, basis suara dibangun, dan target Pemilu 2029 harus disusun berdasarkan kerja organisasi serta data lapangan.

Konsolidasi di Sumatera Barat digelar di Kota Padang, Rabu (23/9/2026). Sehari kemudian, agenda Task Force berlanjut ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Rio mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari pekerjaan besar DPP untuk membenahi organisasi Hanura sebelum memasuki tahapan kontestasi politik berikutnya.

“Kami datang untuk memastikan semua kesiapan Hanura, menyusun struktur lengkap 100 persen di tingkat kabupaten/kota dan 100 persen di tingkat kecamatan,” kata Rio.

Task Force Bergerak ke 38 Provinsi

Task Force DPP Hanura ditargetkan menyambangi seluruh 38 provinsi di Indonesia. Konsolidasi yang dimulai sejak Agustus 2026 itu dilakukan dengan melibatkan jajaran DPD, DPC, pengurus tingkat kecamatan serta anggota DPRD dari Partai Hanura.

Setiap kunjungan dimanfaatkan untuk mengecek kesiapan struktur organisasi, mengidentifikasi persoalan di daerah, sekaligus menyatukan target antara DPP dan pengurus daerah.

Rio menegaskan, struktur organisasi menjadi fondasi utama yang harus diselesaikan sebelum Hanura berbicara mengenai target perolehan kursi.

Setelah konsolidasi struktur rampung, DPP akan melakukan pemetaan kekuatan partai di masing-masing daerah pemilihan.

“Performa partainya mesti kita perbaiki, supaya para caleg dan para orang baru akan datang masuk ke Hanura,” ujar Rio.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk menarik lebih banyak kader dan calon legislatif potensial, terutama di daerah yang pada Pemilu sebelumnya belum menghasilkan kursi bagi Hanura.

Target 2029 Tidak Sekadar Tebak-tebakan

Hanura tidak ingin menentukan target Pemilu 2029 hanya berdasarkan perkiraan. DPP menyiapkan survei internal sebagai instrumen untuk mengukur tingkat pengenalan masyarakat terhadap partai, perkembangan elektabilitas, serta potensi perolehan suara di masing-masing daerah pemilihan.

Survei internal direncanakan dilakukan sekitar pertengahan 2027.

“Kita akan melakukan survei pada 2027 pertengahan ini untuk melakukan survei internal soal elektabilitas dan awareness partainya. Kemudian kita breakdown ke dapil,” jelas Rio.

Hasil survei tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan strategi politik Hanura di setiap daerah.

“Jadi tidak mungkin kita hanya menebak-nebak. Termasuk di Sumbar akan kita survei,” tegasnya.

Dengan pola tersebut, DPP berharap target yang ditetapkan masing-masing daerah dapat diterjemahkan ke dalam program kerja organisasi yang lebih konkret.

Sumbar Bidik Dua Kursi DPR RI

Konsolidasi Task Force di Padang memperlihatkan target politik yang telah dipasang Hanura Sumatera Barat. Ketua DPD Hanura Sumbar Edi Naswany mengatakan pihaknya menargetkan dua kursi DPR RI, masing-masing satu kursi dari Dapil Sumbar I dan Sumbar II.

Untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hanura membidik tujuh kursi, sedangkan target DPRD kabupaten/kota mencapai 76 kursi.

Target tersebut disiapkan seiring dengan penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan.

“Seperti yang kita lakukan hari ini, optimisme itu dibuktikan dengan terbentuknya struktur sampai ke PAC. Artinya, suara-suara yang mau dibawa ke DPRD itu berawal dari kecamatan-kecamatan,” kata Edi.

Menurut Edi, seluruh PAC Hanura di Sumatera Barat telah terbentuk.

Kondisi tersebut dinilai menjadi modal organisasi untuk memperkuat basis partai sekaligus menyiapkan kader menghadapi Pemilu 2029.

“Berarti di situlah mulai optimis untuk memastikan semua target-target partai,” ujarnya.

Kader Baru Ikut Menggerakkan Organisasi

Konsolidasi Hanura di Sumatera Barat juga ditandai dengan masuknya sejumlah wajah baru ke dalam struktur partai.

Beberapa pengurus baru sebelumnya pernah berkiprah di sejumlah partai politik lain, di antaranya Partai Bulan Bintang, Partai Buruh, PSI, NasDem, Gelora, Golkar, dan Garuda.

Bergabungnya para eks kader partai lain tersebut menjadi bagian dari dinamika konsolidasi organisasi Hanura di Sumatera Barat.

Kehadiran mereka diharapkan dapat memperluas jaringan sekaligus memperkuat struktur partai hingga tingkat kabupaten dan kota.

Bagi DPP Hanura, penguatan organisasi dan perekrutan kader menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan Pemilu 2029.

Dari Padang Bergerak ke Tanjung Pinang

Setelah melakukan konsolidasi di Sumatera Barat, Tim Task Force melanjutkan perjalanan ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Agenda tersebut menjadi bagian dari pola kerja Task Force untuk memastikan struktur Hanura di daerah siap menghadapi Pemilu 2029.

DPP tidak hanya mengecek keberadaan kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga mendorong agar organisasi bergerak hingga tingkat kecamatan. Menurut Rio, mesin politik tidak dapat dibangun hanya ketika tahapan pemilu telah dimulai.

Karena itu, waktu yang tersedia sejak sekarang harus digunakan untuk membangun organisasi, memperkuat kader, serta meningkatkan kedekatan partai dengan masyarakat.

Pola konsolidasi yang sama akan diterapkan di provinsi-provinsi lainnya.

Setelah seluruh struktur selesai diperkuat, DPP akan menggunakan hasil survei dan pemetaan untuk mengetahui daerah yang memiliki potensi perolehan kursi.

Pemilu 2029 Jadi Pijakan Pilkada 2031

Gerakan Task Force Hanura tidak hanya diarahkan untuk menghadapi Pemilu 2029. DPP juga mulai menyiapkan kader untuk menghadapi Pilkada 2031.

Rio mengatakan Hanura akan memberikan prioritas kepada kader internal yang memiliki potensi maju dalam kontestasi kepala daerah.

“Yang pasti adalah Hanura akan lebih mendahulukan kader yang punya potensi untuk maju Pilkada,” tegas Rio.

Kader yang memiliki keinginan maju sebagai gubernur, bupati maupun wali kota diminta mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.

Menurut Rio, kesiapan seorang calon tidak dapat dibangun secara instan menjelang pemilihan.

“Kemenangan itu tidak bisa dilakukan dalam satu malam. Dia mesti dijahit dari hari ini sehingga nanti dia bisa matang betul untuk maju di 2031,” ujarnya.

Perolehan suara pada Pemilu 2029 nantinya juga akan menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan kader dan organisasi di daerah.

Dengan demikian, Pemilu 2029 sekaligus menjadi momentum bagi Hanura untuk mengukur hasil konsolidasi yang dilakukan sejak 2026.

Dari Struktur, Survei hingga Target Kursi

Gerakan Task Force dari Padang hingga Tanjung Pinang memperlihatkan pola persiapan Hanura menuju Pemilu 2029.

Tahap pertama adalah menyelesaikan struktur organisasi. Berikutnya, DPP akan melakukan evaluasi dan survei untuk mengetahui perkembangan partai.

Hasil survei akan dipetakan berdasarkan daerah pemilihan. Dari pemetaan tersebut, DPP dan pengurus daerah dapat menentukan wilayah yang membutuhkan penguatan serta daerah yang memiliki potensi perolehan kursi.

Sementara itu, kader yang memiliki potensi maju sebagai calon legislatif maupun calon kepala daerah didorong untuk mempersiapkan diri lebih awal.

Seluruh proses tersebut diarahkan untuk membangun mesin politik yang tidak hanya aktif menjelang pemilu, tetapi telah bekerja jauh sebelumnya.

Konsolidasi Nasional hingga 38 Provinsi

Task Force DPP Hanura akan terus bergerak ke berbagai daerah hingga seluruh 38 provinsi mendapatkan monitoring langsung.

Kehadiran DPP di daerah juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan memastikan persoalan organisasi dapat ditangani secara lebih cepat.

Selain melakukan pengecekan struktur, DPP Hanura turut memberikan dukungan operasional kepada DPD dan DPC sebagai bagian dari penguatan aktivitas organisasi.

Bagi Hanura, konsolidasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan gerak seluruh kader menuju Pemilu 2029.

Dari Padang, Hanura membawa target dua kursi DPR RI, tujuh kursi DPRD Provinsi dan 76 kursi DPRD kabupaten/kota. Di Tanjung Pinang, konsolidasi diarahkan untuk memperkuat organisasi dan memastikan mesin politik daerah bergerak dalam satu garis persiapan menuju 2029.

Target-target tersebut selanjutnya akan diuji melalui survei dan pemetaan politik yang disiapkan DPP.

Dengan demikian, perjalanan Task Force bukan sekadar agenda keliling daerah. Konsolidasi menjadi bagian dari proses panjang Hanura untuk membangun kembali kekuatan organisasi, memperluas basis kader, mempersiapkan calon legislatif, sekaligus menyiapkan kader kepala daerah.

Tim Task Force dipimpin Patrice Rio Capella dan didampingi Sekretaris Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, serta anggota Task Force Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana, Che Stevan Raihan Capella, dan Yosep.

Setelah Padang dan Tanjung Pinang, rombongan Task Force akan melanjutkan konsolidasi ke daerah lainnya.

Target akhirnya adalah memastikan seluruh struktur Hanura siap, kader memiliki persiapan yang cukup, dan organisasi memiliki basis data yang lebih kuat untuk menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029.

Dari konsolidasi yang dimulai sejak 2026 itu, Hanura ingin membangun fondasi politik yang tidak hanya berorientasi pada perolehan kursi legislatif, tetapi juga menjadi pijakan untuk menghadirkan kader-kader potensial dalam kontestasi kepala daerah 2031. (tim)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda