Organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas OSO bergerak bersama melalui Gerakan UNOSO Peduli Asap sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap yang melanda Kota Pontianak.
Gerakan yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas OSO tersebut diisi dengan pembagian masker gratis dan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai bahaya paparan kabut asap.
Mengusung tema “Mahasiswa Bergerak, Nafas Rakyat Dijaga”, kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik di Kota Pontianak. Mahasiswa turun langsung membagikan masker kepada masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Presiden Mahasiswa Universitas OSO, Irvan Surya, mengatakan gerakan tersebut lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat akibat kabut asap.
“Gerakan ini kami inisiasi sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat. Ketika kondisi kabut asap mulai berdampak pada aktivitas dan kesehatan masyarakat, mahasiswa tidak boleh hanya melihat dari jauh. Kami harus hadir, bergerak, dan menunjukkan solidaritas bersama masyarakat,” ujar Irvan.
Menurutnya, pembagian masker merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan mahasiswa untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap. Namun, pesan yang dibawa melalui gerakan tersebut lebih luas, yakni membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
“Masker yang kami bagikan mungkin sederhana, tetapi kepedulian yang ingin kami bangun jauh lebih besar. Kami ingin mengingatkan bahwa kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Mahasiswa hadir bukan hanya untuk berbicara mengenai persoalan, tetapi juga melakukan sesuatu yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Irvan menambahkan, kabut asap tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, persoalan tersebut membutuhkan kepedulian dari berbagai pihak.
“Kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan ketika masyarakat harus menghirup udara yang tidak sehat dan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, sekecil apa pun yang bisa kita lakukan untuk menjaga dan mengingatkan masyarakat, menurut kami itu penting,” tegasnya.
Ia berharap Gerakan UNOSO Peduli Asap dapat menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa hadir dengan cara yang sederhana tetapi nyata. Hari ini kami membagikan masker dan memberikan edukasi. Harapannya, gerakan ini bisa menumbuhkan kesadaran bahwa persoalan kabut asap adalah persoalan kita bersama,” lanjut Irvan.
Gerakan tersebut turut melibatkan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas OSO. Keterlibatan lintas organisasi menjadi bentuk kebersamaan mahasiswa dalam merespons persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
Sementara itu Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas OSO, Hendrik Boma, mengatakan keterlibatan berbagai organisasi menunjukkan bahwa mahasiswa dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing ketika masyarakat menghadapi persoalan.
“Kami di DPM melihat gerakan ini sebagai bentuk kepedulian bersama. Ketika masyarakat sedang menghadapi kondisi kabut asap, mahasiswa dari berbagai organisasi bisa mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Yang terpenting adalah bagaimana kita hadir bersama masyarakat dan memberikan manfaat nyata,” ujar Hendrik.
Menurutnya, kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat perlu terus dibangun melalui aksi nyata. Kehidupan organisasi kemahasiswaan, kata dia, tidak semestinya hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sekitar.
Melalui Gerakan UNOSO Peduli Asap, mahasiswa Universitas OSO membawa semangat “Muda Bergerak, Muda Mengabdi” dengan hadir langsung di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas OSO untuk memperkuat solidaritas dan menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan serta kondisi sosial masyarakat Kota Pontianak di tengah kabut asap. (din)