Kubu Raya post author Kiwi 02 Juli 2026

Nelayan Kubu Raya Protes Distribusi Solar Tersendat, Antrean BBM Diklaim Capai Satu Bulan

Photo of Nelayan Kubu Raya Protes Distribusi Solar Tersendat, Antrean BBM Diklaim Capai Satu Bulan

KUBU RAYA, SP – Puluhan nelayan menggelar aksi damai di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kabupaten Kubu Raya, Rabu (1/7/2026), sebagai bentuk protes terhadap lambatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk kapal nelayan.

Mereka menilai keterlambatan penyaluran yang telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir berdampak serius terhadap aktivitas melaut, hasil tangkapan, hingga kesejahteraan para nelayan.

Aksi berlangsung tertib dengan membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan kepada pihak penyalur BBM, khususnya SPBN dan AKR, agar mempercepat distribusi solar sehingga operasional kapal dapat kembali berjalan normal.

Salah seorang nahkoda kapal, Rabuan, mengatakan para nelayan hanya menginginkan penyaluran BBM dilakukan tepat waktu.

Menurutnya, keterlambatan distribusi membuat jadwal keberangkatan kapal terus tertunda sehingga banyak anak buah kapal (ABK) kehilangan semangat untuk bekerja.

"Kami hanya meminta penyaluran BBM solar dipercepat dan dipermudah. Keterlambatan ini membuat keberangkatan kapal tertunda. ABK harus menunggu lama hingga merasa jenuh, bahkan ada yang memilih meninggalkan kapal dan tidak ingin melaut lagi. Tuntutan kami tidak berat, hanya demi keberlangsungan usaha dan kesejahteraan masyarakat nelayan Kalimantan Barat," ujarnya.

Rabuan menjelaskan, sebelumnya kebutuhan solar untuk melaut dapat dipenuhi setiap hari. Namun kini nelayan harus menunggu paling cepat sekitar 10 hari, bahkan dalam banyak kasus mencapai lebih dari dua minggu hingga hampir satu bulan untuk memperoleh pasokan solar.

Keluhan serupa disampaikan Hary, pengurus kapal. Ia mengungkapkan keterlambatan distribusi solar telah menghambat operasional kapal dan berdampak langsung terhadap produktivitas usaha perikanan.

Menurut Hary, dari sisi administrasi tidak terdapat kendala karena seluruh rekomendasi dari pihak pelabuhan telah dipenuhi. Namun hingga kini para nelayan belum mengetahui penyebab utama lambatnya distribusi BBM di tingkat penyalur.

"Dulu pasokan ke SPBN maupun AKR bisa mencapai dua sampai tiga mobil tangki dalam sehari. Sekarang paling banyak hanya satu mobil tangki per hari, bahkan dalam satu minggu jumlah pengirimannya jauh berkurang. Akibatnya kapal yang mengantre mendapatkan solar semakin banyak," jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah kapal terpaksa menunda keberangkatan. Tidak sedikit ABK yang memilih meninggalkan kapal karena terlalu lama menunggu ketersediaan BBM, sehingga berdampak pada menurunnya hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.

Para nelayan berharap pihak SPBN, AKR, maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat distribusi solar agar aktivitas penangkapan ikan kembali berjalan normal.

Mereka juga mengingatkan bahwa apabila keluhan tersebut tidak mendapat respons dan solusi yang jelas, aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar akan dilakukan, termasuk mendatangi kantor SPBN maupun AKR sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

"Kami tetap berharap ada solusi secepatnya. Namun apabila aspirasi ini tidak ditindaklanjuti, kami siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar," tegas Hary. (mul)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda